alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Perlu Pembelajaran Inovatif di Sistem Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Rosita Dewi, guru kesenian SMPN 7 Jember, mengakui dalam pembelajaran daring guru dituntut untuk lebih kreatif. Ada yang memakai audio visual, bahkan ada yang mengandalkan intonasi suara. Hal itu dilakukan agar pembelajaran daring semakin asyik dan tidak membuat siswa bosan. Salah satu inovasi yang dilakukan Rosita Dewi adalah memakai gerakan tari di aplikasi media sosial.

Pakar pendidikan IAIN Jember, Khoirul Faizin menerangkan, persoalan paling krusial bermuara lantaran pendidik tidak mengakses media pembelajaran yang telah dibuat. Setidaknya, para pendidik ini bisa melakukan adopsi media pembelajaran yang selanjutnya dapat diaplikasikan. “Skill literasi media ini yang perlu diasah kembali,” kata Faizin.

Selain metode dan media pembelajaran yang dioptimalkan, kebijakan juga harus dapat menjawab kebutuhan dalam sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan kebijakan klasifikasi daerah yang terkendala melakukan akses internet. “Perlu adanya klaster wilayah yang bisa dijangkau dengan internet dan wilayah yang tidak bisa,” imbuh Faizin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal ini dapat berpengaruh pada target pencapaian belajar siswa. Salah satu indikator target pencapaian belajar siswa adalah tingkat kehadiran siswa. Dengan adanya sistem sekolah daring, tingkat kehadiran siswa pun mudah dimanipulasi. “Sekarang siswa bisa absen melalui Zoom meeting tanpa harus menunjukan mukanya. Sedangkan di desa mengumpulkan tugas melalui grup WA saja,” pungkas Faizin.

- Advertisement -

Sementara itu, Rosita Dewi, guru kesenian SMPN 7 Jember, mengakui dalam pembelajaran daring guru dituntut untuk lebih kreatif. Ada yang memakai audio visual, bahkan ada yang mengandalkan intonasi suara. Hal itu dilakukan agar pembelajaran daring semakin asyik dan tidak membuat siswa bosan. Salah satu inovasi yang dilakukan Rosita Dewi adalah memakai gerakan tari di aplikasi media sosial.

Pakar pendidikan IAIN Jember, Khoirul Faizin menerangkan, persoalan paling krusial bermuara lantaran pendidik tidak mengakses media pembelajaran yang telah dibuat. Setidaknya, para pendidik ini bisa melakukan adopsi media pembelajaran yang selanjutnya dapat diaplikasikan. “Skill literasi media ini yang perlu diasah kembali,” kata Faizin.

Selain metode dan media pembelajaran yang dioptimalkan, kebijakan juga harus dapat menjawab kebutuhan dalam sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan kebijakan klasifikasi daerah yang terkendala melakukan akses internet. “Perlu adanya klaster wilayah yang bisa dijangkau dengan internet dan wilayah yang tidak bisa,” imbuh Faizin.

Hal ini dapat berpengaruh pada target pencapaian belajar siswa. Salah satu indikator target pencapaian belajar siswa adalah tingkat kehadiran siswa. Dengan adanya sistem sekolah daring, tingkat kehadiran siswa pun mudah dimanipulasi. “Sekarang siswa bisa absen melalui Zoom meeting tanpa harus menunjukan mukanya. Sedangkan di desa mengumpulkan tugas melalui grup WA saja,” pungkas Faizin.

Sementara itu, Rosita Dewi, guru kesenian SMPN 7 Jember, mengakui dalam pembelajaran daring guru dituntut untuk lebih kreatif. Ada yang memakai audio visual, bahkan ada yang mengandalkan intonasi suara. Hal itu dilakukan agar pembelajaran daring semakin asyik dan tidak membuat siswa bosan. Salah satu inovasi yang dilakukan Rosita Dewi adalah memakai gerakan tari di aplikasi media sosial.

Pakar pendidikan IAIN Jember, Khoirul Faizin menerangkan, persoalan paling krusial bermuara lantaran pendidik tidak mengakses media pembelajaran yang telah dibuat. Setidaknya, para pendidik ini bisa melakukan adopsi media pembelajaran yang selanjutnya dapat diaplikasikan. “Skill literasi media ini yang perlu diasah kembali,” kata Faizin.

Selain metode dan media pembelajaran yang dioptimalkan, kebijakan juga harus dapat menjawab kebutuhan dalam sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan kebijakan klasifikasi daerah yang terkendala melakukan akses internet. “Perlu adanya klaster wilayah yang bisa dijangkau dengan internet dan wilayah yang tidak bisa,” imbuh Faizin.

Hal ini dapat berpengaruh pada target pencapaian belajar siswa. Salah satu indikator target pencapaian belajar siswa adalah tingkat kehadiran siswa. Dengan adanya sistem sekolah daring, tingkat kehadiran siswa pun mudah dimanipulasi. “Sekarang siswa bisa absen melalui Zoom meeting tanpa harus menunjukan mukanya. Sedangkan di desa mengumpulkan tugas melalui grup WA saja,” pungkas Faizin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/