alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pasang Headrest, Cegah Kelumpuhan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, Teguh Adi Suprapto membeli mobil bekas di salah satu diler mobil di daerah Tempurejo. Namun, ada beberapa komponen mobil yang tidak berada pada posisinya. Salah satunya adalah headrest alias penahan kepala yang terdapat pada kursi mobil bagian depan.

Dirinya sempat memperbaiki dan menggunakannya pada beberapa kesempatan. Namun, warga Desa Andongsari, Kecamatan Tempurejo, ini mengaku tidak nyaman karena posisinya yang kurang pas meski sudah diatur sedemikian rupa. “Apalagi, tubuh saya pendek. Jadi, penahan kepala itu tidak pas pada kepala saya,” papar pria yang berumur 26 tahun tersebut. Lambat laun, Prapto menyatakan bahwa lehernya kerap mengalami sakit.

Menanggapi kondisi demikian, dokter spesialis tulang RSD dr Soebandi Jember dr I Nyoman Semita mengungkapkan bahwa pada perjalanan mengendarai mobil, faktor-faktor yang mengakibatkan kelumpuhan bisa terjadi saat seseorang salah dalam mengendarai mobil. Misalnya, ketika seseorang mengendarai mobil di bangku sopir atau di sebelahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, tubuh pengendara akan diam saat mobil direm. Sementara, kepalanya akan bergerak ke depan, lalu memantul dan kembali ke belakang. Akibatnya, bisa saja ada saraf leher yang terjepit. “Tak jarang seseorang sadar bahwa hal itu dapat mengakibatkan kelumpuhan, terutama pada pengendara lansia,” paparnya. Kenapa bisa terjadi saraf terjepit? Sebab, tak memasang headrest pada kursi mobil bagian depan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, Teguh Adi Suprapto membeli mobil bekas di salah satu diler mobil di daerah Tempurejo. Namun, ada beberapa komponen mobil yang tidak berada pada posisinya. Salah satunya adalah headrest alias penahan kepala yang terdapat pada kursi mobil bagian depan.

Dirinya sempat memperbaiki dan menggunakannya pada beberapa kesempatan. Namun, warga Desa Andongsari, Kecamatan Tempurejo, ini mengaku tidak nyaman karena posisinya yang kurang pas meski sudah diatur sedemikian rupa. “Apalagi, tubuh saya pendek. Jadi, penahan kepala itu tidak pas pada kepala saya,” papar pria yang berumur 26 tahun tersebut. Lambat laun, Prapto menyatakan bahwa lehernya kerap mengalami sakit.

Menanggapi kondisi demikian, dokter spesialis tulang RSD dr Soebandi Jember dr I Nyoman Semita mengungkapkan bahwa pada perjalanan mengendarai mobil, faktor-faktor yang mengakibatkan kelumpuhan bisa terjadi saat seseorang salah dalam mengendarai mobil. Misalnya, ketika seseorang mengendarai mobil di bangku sopir atau di sebelahnya.

Menurut dia, tubuh pengendara akan diam saat mobil direm. Sementara, kepalanya akan bergerak ke depan, lalu memantul dan kembali ke belakang. Akibatnya, bisa saja ada saraf leher yang terjepit. “Tak jarang seseorang sadar bahwa hal itu dapat mengakibatkan kelumpuhan, terutama pada pengendara lansia,” paparnya. Kenapa bisa terjadi saraf terjepit? Sebab, tak memasang headrest pada kursi mobil bagian depan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, Teguh Adi Suprapto membeli mobil bekas di salah satu diler mobil di daerah Tempurejo. Namun, ada beberapa komponen mobil yang tidak berada pada posisinya. Salah satunya adalah headrest alias penahan kepala yang terdapat pada kursi mobil bagian depan.

Dirinya sempat memperbaiki dan menggunakannya pada beberapa kesempatan. Namun, warga Desa Andongsari, Kecamatan Tempurejo, ini mengaku tidak nyaman karena posisinya yang kurang pas meski sudah diatur sedemikian rupa. “Apalagi, tubuh saya pendek. Jadi, penahan kepala itu tidak pas pada kepala saya,” papar pria yang berumur 26 tahun tersebut. Lambat laun, Prapto menyatakan bahwa lehernya kerap mengalami sakit.

Menanggapi kondisi demikian, dokter spesialis tulang RSD dr Soebandi Jember dr I Nyoman Semita mengungkapkan bahwa pada perjalanan mengendarai mobil, faktor-faktor yang mengakibatkan kelumpuhan bisa terjadi saat seseorang salah dalam mengendarai mobil. Misalnya, ketika seseorang mengendarai mobil di bangku sopir atau di sebelahnya.

Menurut dia, tubuh pengendara akan diam saat mobil direm. Sementara, kepalanya akan bergerak ke depan, lalu memantul dan kembali ke belakang. Akibatnya, bisa saja ada saraf leher yang terjepit. “Tak jarang seseorang sadar bahwa hal itu dapat mengakibatkan kelumpuhan, terutama pada pengendara lansia,” paparnya. Kenapa bisa terjadi saraf terjepit? Sebab, tak memasang headrest pada kursi mobil bagian depan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/