alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Lakoni Laga Persahabatan dari Desa ke Desa

Pandemi membuat semua ajang kejuaraan olahraga ditiadakan, termasuk sepak bola. Kondisi ini tentu saja berdampak terhadap pesepak bola muda. Pertandingan yang semestinya menjadi ajang mengasah skill terhenti. Walau begitu, mereka punya cara tersendiri. Apa saja yang mereka lakukan?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras sore itu memaksa banyak orang memilih di rumah saja. Namun, kondisi itu tak bisa menghentikan langkah para pesepak bola muda Jember. Mereka tetap melanjutkan jadwal untuk laga persahabatan. Koordinasi pun dilakukan lewat aplikasi percakapan. Tak hanya merencanakan laga, tapi juga sampai saling mengingatkan agar menjaga kondisi tubuh sebelum berangkat. Sebab, cuaca memang lagi tak bersahabat.

“Ini kan hujan, jadi perut diisi dulu biar imun tetap terjaga,” ucap Adi, pemain bola dari klub Noto FC. Sembari menunggu semua pemain siap, dia mulai memainkan si kulit bundar di Lapangan Secaba. Di markas pendidikan TNI itulah mereka berlatih bersama klub lainnya.

Pertandingan di Secaba ini adalah laga persahabatan. Setiap babak, semua pemain ganti. Hal itu dilakukan agar semua pemain ikut merasakan sepak bola lagi. Dalam laga persahabatan tersebut, ada satu nama pesepak bola muda dari Jember yang disorak oleh rekannya. “Ayo Garuda Select,” ajak mereka.

Mobile_AP_Rectangle 2

Garuda Select adalah bentukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mempersiapkan talenta-talenta muda untuk disiapkan memperkuat tim nasional Indonesia. Nama pemain itu adalah Bramdani. Dia angkatan kedua Garuda Select yang pernah merasakan uji coba ke Eropa, tahun kemarin. Walau pernah mencicipi rumput Eropa, dia tak segan mengeluarkan segala kemampuan untuk melewati lawan. Bagi dia, sebagai pesepak bola muda, tentu laga persahabatan ini penting, karena tetap memuat skill bolanya tidak hilang lantaran tiada pertandingan selama pandemi.

Menurut Jerry, mantan pemain Persid Jember yang pernah merumput di Divisi Utama pada 2014 lalu, tidak adanya pertandingan resmi dari PSSI tentu saja berdampak pada pesepak bola. “Bukan soal gaji saja, tapi skill, bakat, hingga talenta pemain muda bisa meredup begitu saja,” jelasnya.

Dia mengaku, kondisi tidak adanya pertandingan bola paling berdampak terhadap pesepak bola muda. “Kalau saya sebagai senior tidak begitu pengaruh. Main bola hanya senang dan hobi,” ucap pria 30 tahun ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras sore itu memaksa banyak orang memilih di rumah saja. Namun, kondisi itu tak bisa menghentikan langkah para pesepak bola muda Jember. Mereka tetap melanjutkan jadwal untuk laga persahabatan. Koordinasi pun dilakukan lewat aplikasi percakapan. Tak hanya merencanakan laga, tapi juga sampai saling mengingatkan agar menjaga kondisi tubuh sebelum berangkat. Sebab, cuaca memang lagi tak bersahabat.

“Ini kan hujan, jadi perut diisi dulu biar imun tetap terjaga,” ucap Adi, pemain bola dari klub Noto FC. Sembari menunggu semua pemain siap, dia mulai memainkan si kulit bundar di Lapangan Secaba. Di markas pendidikan TNI itulah mereka berlatih bersama klub lainnya.

Pertandingan di Secaba ini adalah laga persahabatan. Setiap babak, semua pemain ganti. Hal itu dilakukan agar semua pemain ikut merasakan sepak bola lagi. Dalam laga persahabatan tersebut, ada satu nama pesepak bola muda dari Jember yang disorak oleh rekannya. “Ayo Garuda Select,” ajak mereka.

Garuda Select adalah bentukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mempersiapkan talenta-talenta muda untuk disiapkan memperkuat tim nasional Indonesia. Nama pemain itu adalah Bramdani. Dia angkatan kedua Garuda Select yang pernah merasakan uji coba ke Eropa, tahun kemarin. Walau pernah mencicipi rumput Eropa, dia tak segan mengeluarkan segala kemampuan untuk melewati lawan. Bagi dia, sebagai pesepak bola muda, tentu laga persahabatan ini penting, karena tetap memuat skill bolanya tidak hilang lantaran tiada pertandingan selama pandemi.

Menurut Jerry, mantan pemain Persid Jember yang pernah merumput di Divisi Utama pada 2014 lalu, tidak adanya pertandingan resmi dari PSSI tentu saja berdampak pada pesepak bola. “Bukan soal gaji saja, tapi skill, bakat, hingga talenta pemain muda bisa meredup begitu saja,” jelasnya.

Dia mengaku, kondisi tidak adanya pertandingan bola paling berdampak terhadap pesepak bola muda. “Kalau saya sebagai senior tidak begitu pengaruh. Main bola hanya senang dan hobi,” ucap pria 30 tahun ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras sore itu memaksa banyak orang memilih di rumah saja. Namun, kondisi itu tak bisa menghentikan langkah para pesepak bola muda Jember. Mereka tetap melanjutkan jadwal untuk laga persahabatan. Koordinasi pun dilakukan lewat aplikasi percakapan. Tak hanya merencanakan laga, tapi juga sampai saling mengingatkan agar menjaga kondisi tubuh sebelum berangkat. Sebab, cuaca memang lagi tak bersahabat.

“Ini kan hujan, jadi perut diisi dulu biar imun tetap terjaga,” ucap Adi, pemain bola dari klub Noto FC. Sembari menunggu semua pemain siap, dia mulai memainkan si kulit bundar di Lapangan Secaba. Di markas pendidikan TNI itulah mereka berlatih bersama klub lainnya.

Pertandingan di Secaba ini adalah laga persahabatan. Setiap babak, semua pemain ganti. Hal itu dilakukan agar semua pemain ikut merasakan sepak bola lagi. Dalam laga persahabatan tersebut, ada satu nama pesepak bola muda dari Jember yang disorak oleh rekannya. “Ayo Garuda Select,” ajak mereka.

Garuda Select adalah bentukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mempersiapkan talenta-talenta muda untuk disiapkan memperkuat tim nasional Indonesia. Nama pemain itu adalah Bramdani. Dia angkatan kedua Garuda Select yang pernah merasakan uji coba ke Eropa, tahun kemarin. Walau pernah mencicipi rumput Eropa, dia tak segan mengeluarkan segala kemampuan untuk melewati lawan. Bagi dia, sebagai pesepak bola muda, tentu laga persahabatan ini penting, karena tetap memuat skill bolanya tidak hilang lantaran tiada pertandingan selama pandemi.

Menurut Jerry, mantan pemain Persid Jember yang pernah merumput di Divisi Utama pada 2014 lalu, tidak adanya pertandingan resmi dari PSSI tentu saja berdampak pada pesepak bola. “Bukan soal gaji saja, tapi skill, bakat, hingga talenta pemain muda bisa meredup begitu saja,” jelasnya.

Dia mengaku, kondisi tidak adanya pertandingan bola paling berdampak terhadap pesepak bola muda. “Kalau saya sebagai senior tidak begitu pengaruh. Main bola hanya senang dan hobi,” ucap pria 30 tahun ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/