alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Uniknya Puding Nasi Kuning

Mobile_AP_Rectangle 1

Kreativitas membuat produk yang tak biasa itu ia mulai sejak tiga tahun lalu. Referensinya hanya dari internet. Namun, ia buat sedikit berbeda dari apa yang ia dapatkan. “Saya cari inspirasinya di internet, tapi tidak semuanya sama. Dan saya pikir memang di Jember belum ada produk UMKM puding nasi kuning ini,” tambah Irin.

Tahun pertama produknya memang masih asing di telinga masyarakat. Memasuki tahun kedua, mulai banyak orang yang berminat membelinya. Namun, masa-masa kebahagiaan tersebut tak berlangsung lama. Pandemi Covid-19 tiba-tiba menyerang, dan Irin sempat kehilangan pelanggan. Meski demikian, ia memilih tetap berjualan di tengah keterpurukan.

Pemasaran melalui media sosial dan aplikasi percakapan mulai ia tekuni. Satu per satu mulai ada pembeli. “Dibantu suami juga. Dia bantu nawarin ke teman-teman dan dosen-dosen yang dikenal. Ya, mulai banyak pembeli lagi yang berasal dari situ,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, produk kue milik Irin tidak bisa dijual sampai luar kota. Sebab, dia memang tidak menggunakan pengawet makanan. Karena itu, kue buatan Irin, termasuk puding nasi kuning, hanya dijual di area Jember. Padahal, ada beberapa pembeli dari luar kota yang ingin mencicipi produk tersebut. “Saya belum ada rencana buat jual ke luar kota, karena pengirimannya kan lama. Mungkin sampai sekarang masih konsisten di daerah Jember saja,” pungkasnya. (del/c2/rus)

- Advertisement -

Kreativitas membuat produk yang tak biasa itu ia mulai sejak tiga tahun lalu. Referensinya hanya dari internet. Namun, ia buat sedikit berbeda dari apa yang ia dapatkan. “Saya cari inspirasinya di internet, tapi tidak semuanya sama. Dan saya pikir memang di Jember belum ada produk UMKM puding nasi kuning ini,” tambah Irin.

Tahun pertama produknya memang masih asing di telinga masyarakat. Memasuki tahun kedua, mulai banyak orang yang berminat membelinya. Namun, masa-masa kebahagiaan tersebut tak berlangsung lama. Pandemi Covid-19 tiba-tiba menyerang, dan Irin sempat kehilangan pelanggan. Meski demikian, ia memilih tetap berjualan di tengah keterpurukan.

Pemasaran melalui media sosial dan aplikasi percakapan mulai ia tekuni. Satu per satu mulai ada pembeli. “Dibantu suami juga. Dia bantu nawarin ke teman-teman dan dosen-dosen yang dikenal. Ya, mulai banyak pembeli lagi yang berasal dari situ,” katanya.

Namun, produk kue milik Irin tidak bisa dijual sampai luar kota. Sebab, dia memang tidak menggunakan pengawet makanan. Karena itu, kue buatan Irin, termasuk puding nasi kuning, hanya dijual di area Jember. Padahal, ada beberapa pembeli dari luar kota yang ingin mencicipi produk tersebut. “Saya belum ada rencana buat jual ke luar kota, karena pengirimannya kan lama. Mungkin sampai sekarang masih konsisten di daerah Jember saja,” pungkasnya. (del/c2/rus)

Kreativitas membuat produk yang tak biasa itu ia mulai sejak tiga tahun lalu. Referensinya hanya dari internet. Namun, ia buat sedikit berbeda dari apa yang ia dapatkan. “Saya cari inspirasinya di internet, tapi tidak semuanya sama. Dan saya pikir memang di Jember belum ada produk UMKM puding nasi kuning ini,” tambah Irin.

Tahun pertama produknya memang masih asing di telinga masyarakat. Memasuki tahun kedua, mulai banyak orang yang berminat membelinya. Namun, masa-masa kebahagiaan tersebut tak berlangsung lama. Pandemi Covid-19 tiba-tiba menyerang, dan Irin sempat kehilangan pelanggan. Meski demikian, ia memilih tetap berjualan di tengah keterpurukan.

Pemasaran melalui media sosial dan aplikasi percakapan mulai ia tekuni. Satu per satu mulai ada pembeli. “Dibantu suami juga. Dia bantu nawarin ke teman-teman dan dosen-dosen yang dikenal. Ya, mulai banyak pembeli lagi yang berasal dari situ,” katanya.

Namun, produk kue milik Irin tidak bisa dijual sampai luar kota. Sebab, dia memang tidak menggunakan pengawet makanan. Karena itu, kue buatan Irin, termasuk puding nasi kuning, hanya dijual di area Jember. Padahal, ada beberapa pembeli dari luar kota yang ingin mencicipi produk tersebut. “Saya belum ada rencana buat jual ke luar kota, karena pengirimannya kan lama. Mungkin sampai sekarang masih konsisten di daerah Jember saja,” pungkasnya. (del/c2/rus)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/