alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Pekerjaan “Nyetrum” yang Illegal Makin Marak di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Terpisah, Kasi Kelembagaan dan Pelaku Usaha Dinas Perikanan Jember Nurul Hidayah menyebut, setidaknya ada beberapa masalah utama pada aliran sungai. Yaitu, masalah sampah yang menyebabkan ikan berkurang, illegal fishing berupa penyetruman ikan, dan potassium atau racun.

Dari problem itu, hampir semua aliran sungai di Jember mengalami krisis ikan. Ini bisa dilihat dari tiap tahun permintaan penebaran benih ikan di perairan umum selalu meningkat. “Itu yang menyebabkan populasi ikan endemik di sungai berkurang. Karena itu, tiap tahun mulai 2009 lalu, Dinas Perikanan selalu menebarkan ikan-ikan endemik di perairan umum,” kata pria yang akrab disapa Cak Oyong tersebut.

Melalui penebaran benih ikan di beberapa titik sungai di Jember itu, Cak Oyong berharap, ekosistem sungai dan perkembangan ikan endemik dapat membaik. Adapun jenis benih ikan yang ditebarkan adalah wader, tawes, dan tombro. “Penebaran benih ikan ini ada di tiga lokasi. Sungai di bawah Jembatan Imam Bonjol Kaliwates, di Kali Mayang, dan Sukorambi. Jumlah benihnya wader 77 ribu, tawes 100 ribu, dan tombro 113 ribu,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer : Dian Cahyani/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

- Advertisement -

Terpisah, Kasi Kelembagaan dan Pelaku Usaha Dinas Perikanan Jember Nurul Hidayah menyebut, setidaknya ada beberapa masalah utama pada aliran sungai. Yaitu, masalah sampah yang menyebabkan ikan berkurang, illegal fishing berupa penyetruman ikan, dan potassium atau racun.

Dari problem itu, hampir semua aliran sungai di Jember mengalami krisis ikan. Ini bisa dilihat dari tiap tahun permintaan penebaran benih ikan di perairan umum selalu meningkat. “Itu yang menyebabkan populasi ikan endemik di sungai berkurang. Karena itu, tiap tahun mulai 2009 lalu, Dinas Perikanan selalu menebarkan ikan-ikan endemik di perairan umum,” kata pria yang akrab disapa Cak Oyong tersebut.

Melalui penebaran benih ikan di beberapa titik sungai di Jember itu, Cak Oyong berharap, ekosistem sungai dan perkembangan ikan endemik dapat membaik. Adapun jenis benih ikan yang ditebarkan adalah wader, tawes, dan tombro. “Penebaran benih ikan ini ada di tiga lokasi. Sungai di bawah Jembatan Imam Bonjol Kaliwates, di Kali Mayang, dan Sukorambi. Jumlah benihnya wader 77 ribu, tawes 100 ribu, dan tombro 113 ribu,” pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer : Dian Cahyani/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

Terpisah, Kasi Kelembagaan dan Pelaku Usaha Dinas Perikanan Jember Nurul Hidayah menyebut, setidaknya ada beberapa masalah utama pada aliran sungai. Yaitu, masalah sampah yang menyebabkan ikan berkurang, illegal fishing berupa penyetruman ikan, dan potassium atau racun.

Dari problem itu, hampir semua aliran sungai di Jember mengalami krisis ikan. Ini bisa dilihat dari tiap tahun permintaan penebaran benih ikan di perairan umum selalu meningkat. “Itu yang menyebabkan populasi ikan endemik di sungai berkurang. Karena itu, tiap tahun mulai 2009 lalu, Dinas Perikanan selalu menebarkan ikan-ikan endemik di perairan umum,” kata pria yang akrab disapa Cak Oyong tersebut.

Melalui penebaran benih ikan di beberapa titik sungai di Jember itu, Cak Oyong berharap, ekosistem sungai dan perkembangan ikan endemik dapat membaik. Adapun jenis benih ikan yang ditebarkan adalah wader, tawes, dan tombro. “Penebaran benih ikan ini ada di tiga lokasi. Sungai di bawah Jembatan Imam Bonjol Kaliwates, di Kali Mayang, dan Sukorambi. Jumlah benihnya wader 77 ribu, tawes 100 ribu, dan tombro 113 ribu,” pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer : Dian Cahyani/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/