alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Masih Ingat Kades Penyabu di Jember, Empat Kades Belum Dipecat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat kepala desa (kades) di Jember yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika telah divonis pidana pada 8 November lalu. Tiga di antaranya dijatuhi delapan bulan penjara, dan satu kades 16 bulan penjara. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember memutuskan mereka bersalah atas dakwaan penggunaan sabu-sabu.

Namun, sejak dijatuhi vonis, belum diketahui status empat kades di Jember tersebut. Apakah mereka dicopot atau kembali menjabat setelah keluar dari penjara. Sebelumnya, Kabag Hukum Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo mengatakan, nasib empat kades Jember itu bakal diputuskan dalam rapat koordinasi oleh Tim Penyelesaian Masalah Desa Pemkab Jember, yang di dalamnya terdapat unsur Asisten Satu Pemkab Jember, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Kabag Hukum Pemkab Jember.

Namun, hingga kemarin (13/12), pihaknya belum mengetahui pasti detail perkembangan terkini. Menurut Ratno, teknis mengenai kelanjutan status empat kades di Jember itu telah ada di DPMD Jember. “Teknisnya ada di DPMD. Usulan juga belum masuk ke bagian hukum,” terangnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Plt Kepala DPMD Jember Adi Wijaya enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi. Adi belum menjawab sambungan telepon ataupun pesan singkat yang dilayangkan Jawa Pos Radar Jember kepadanya.

Di sisi lain, petisi yang menuntut Pemkab Jember mencopot jabatan kades itu juga terus muncul dari lapisan masyarakat. Seperti yang ada di Kecamatan Wuluhan, tepatnya di Desa Glundengan Jember.

Sejak kepala desa mereka tersandung kasus, sebanyak 80-an organisasi masyarakat desa telah membuat petisi yang dikirimkan ke Pemkab Jember. Mereka menuntut agar bupati mencopot status jabatan kades penyabu yang kini mendekam di penjara.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat kepala desa (kades) di Jember yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika telah divonis pidana pada 8 November lalu. Tiga di antaranya dijatuhi delapan bulan penjara, dan satu kades 16 bulan penjara. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember memutuskan mereka bersalah atas dakwaan penggunaan sabu-sabu.

Namun, sejak dijatuhi vonis, belum diketahui status empat kades di Jember tersebut. Apakah mereka dicopot atau kembali menjabat setelah keluar dari penjara. Sebelumnya, Kabag Hukum Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo mengatakan, nasib empat kades Jember itu bakal diputuskan dalam rapat koordinasi oleh Tim Penyelesaian Masalah Desa Pemkab Jember, yang di dalamnya terdapat unsur Asisten Satu Pemkab Jember, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Kabag Hukum Pemkab Jember.

Namun, hingga kemarin (13/12), pihaknya belum mengetahui pasti detail perkembangan terkini. Menurut Ratno, teknis mengenai kelanjutan status empat kades di Jember itu telah ada di DPMD Jember. “Teknisnya ada di DPMD. Usulan juga belum masuk ke bagian hukum,” terangnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Sementara itu, Plt Kepala DPMD Jember Adi Wijaya enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi. Adi belum menjawab sambungan telepon ataupun pesan singkat yang dilayangkan Jawa Pos Radar Jember kepadanya.

Di sisi lain, petisi yang menuntut Pemkab Jember mencopot jabatan kades itu juga terus muncul dari lapisan masyarakat. Seperti yang ada di Kecamatan Wuluhan, tepatnya di Desa Glundengan Jember.

Sejak kepala desa mereka tersandung kasus, sebanyak 80-an organisasi masyarakat desa telah membuat petisi yang dikirimkan ke Pemkab Jember. Mereka menuntut agar bupati mencopot status jabatan kades penyabu yang kini mendekam di penjara.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat kepala desa (kades) di Jember yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika telah divonis pidana pada 8 November lalu. Tiga di antaranya dijatuhi delapan bulan penjara, dan satu kades 16 bulan penjara. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember memutuskan mereka bersalah atas dakwaan penggunaan sabu-sabu.

Namun, sejak dijatuhi vonis, belum diketahui status empat kades di Jember tersebut. Apakah mereka dicopot atau kembali menjabat setelah keluar dari penjara. Sebelumnya, Kabag Hukum Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo mengatakan, nasib empat kades Jember itu bakal diputuskan dalam rapat koordinasi oleh Tim Penyelesaian Masalah Desa Pemkab Jember, yang di dalamnya terdapat unsur Asisten Satu Pemkab Jember, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Kabag Hukum Pemkab Jember.

Namun, hingga kemarin (13/12), pihaknya belum mengetahui pasti detail perkembangan terkini. Menurut Ratno, teknis mengenai kelanjutan status empat kades di Jember itu telah ada di DPMD Jember. “Teknisnya ada di DPMD. Usulan juga belum masuk ke bagian hukum,” terangnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Sementara itu, Plt Kepala DPMD Jember Adi Wijaya enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi. Adi belum menjawab sambungan telepon ataupun pesan singkat yang dilayangkan Jawa Pos Radar Jember kepadanya.

Di sisi lain, petisi yang menuntut Pemkab Jember mencopot jabatan kades itu juga terus muncul dari lapisan masyarakat. Seperti yang ada di Kecamatan Wuluhan, tepatnya di Desa Glundengan Jember.

Sejak kepala desa mereka tersandung kasus, sebanyak 80-an organisasi masyarakat desa telah membuat petisi yang dikirimkan ke Pemkab Jember. Mereka menuntut agar bupati mencopot status jabatan kades penyabu yang kini mendekam di penjara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/