alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Mesin Nonpartisan Lebih Dinamis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kemenangan paslon dalam kontestasi Pilkada memang disumbang dari berbagai komponen untuk mengeruk suara dari kantong-kantong yang menjadi basis pemilih. Begitu juga dengan kemenangan paslon 02, Hendy Siswato-M. Balya Firjaun Barlaman. Banyak yang menilai, kekuatan mesin parpol, pergerakan kelompok kelas menengah, hingga ketokohan kandidat juga memiliki porsi sendiri-sendiri dalam menjaring massa atau pendukung.

Kendati demikian, adanya komunitas atau kelompok pendukung yang dimiliki paslon 02 dinilai berpengaruh dan cukup signifikan dalam mendulang suara. Pergerakan mereka itu tidak bisa dianggap sepele dalam sumbangsih mereka membawa 02 unggul di berbagai kecamatan. “Setiap paslon memang punya kelebihan dan kekurangan. Tapi, sejak awal paslon 02 diunggulkan karena banyaknya komunitas dan kelompok di belakangnya,” beber Juariyah, Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Dia menilai bahwa keberadaan kelompok dan komunitas tersebut lebih dinamis. Sebelum 02 mendapat rekomendasi dari sejumlah partai, komunitas, dan kelompok itu, dia juga menilai bahwa pihak paslon 02 sudah masif melakukan pergerakan dan kampanye, melakukan penjaringan suara, hingga menggalang dukungan ke berbagai titik. Menurutnya, hal tersebut sangat efektif.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih jauh, Juariyah menganggap, pergerakan dari kelompok dan komunitas pendukung 02 itu disebutnya sebagai “kekuatan yang tidak bisa diprediksi” atau tidak bisa dikalkulasi. Meski sebagian kelompok tersebut memang hasil bentukan, tidak sedikit pula kelompok yang memang sudah dibawa jauh-jauh hari, sebelum Hendy-Firjaun mencalonkan diri sebagai paslon pilkada.

Dia mencontohkan seperti Gus Firjaun yang memiliki basis masa dari kalangan pesantren. Hal itu jelas melekat sebelum dia mencalonkan diri sebagai wakil. Begitu juga dengan komunitas dan kelompok yang digawangi Hendy. Dia menegaskan, efektivitas kelompok tersebut sudah lebih dinamis sebelum rekomendasi partai turun. “Kelompok-kelompok inilah yang kemudian disebut sebagai kekuatan yang tidak bisa diprediksi. Namun, di situ menjadi basis pendukung yang besar,” jelas Juariyah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kemenangan paslon dalam kontestasi Pilkada memang disumbang dari berbagai komponen untuk mengeruk suara dari kantong-kantong yang menjadi basis pemilih. Begitu juga dengan kemenangan paslon 02, Hendy Siswato-M. Balya Firjaun Barlaman. Banyak yang menilai, kekuatan mesin parpol, pergerakan kelompok kelas menengah, hingga ketokohan kandidat juga memiliki porsi sendiri-sendiri dalam menjaring massa atau pendukung.

Kendati demikian, adanya komunitas atau kelompok pendukung yang dimiliki paslon 02 dinilai berpengaruh dan cukup signifikan dalam mendulang suara. Pergerakan mereka itu tidak bisa dianggap sepele dalam sumbangsih mereka membawa 02 unggul di berbagai kecamatan. “Setiap paslon memang punya kelebihan dan kekurangan. Tapi, sejak awal paslon 02 diunggulkan karena banyaknya komunitas dan kelompok di belakangnya,” beber Juariyah, Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Dia menilai bahwa keberadaan kelompok dan komunitas tersebut lebih dinamis. Sebelum 02 mendapat rekomendasi dari sejumlah partai, komunitas, dan kelompok itu, dia juga menilai bahwa pihak paslon 02 sudah masif melakukan pergerakan dan kampanye, melakukan penjaringan suara, hingga menggalang dukungan ke berbagai titik. Menurutnya, hal tersebut sangat efektif.

Lebih jauh, Juariyah menganggap, pergerakan dari kelompok dan komunitas pendukung 02 itu disebutnya sebagai “kekuatan yang tidak bisa diprediksi” atau tidak bisa dikalkulasi. Meski sebagian kelompok tersebut memang hasil bentukan, tidak sedikit pula kelompok yang memang sudah dibawa jauh-jauh hari, sebelum Hendy-Firjaun mencalonkan diri sebagai paslon pilkada.

Dia mencontohkan seperti Gus Firjaun yang memiliki basis masa dari kalangan pesantren. Hal itu jelas melekat sebelum dia mencalonkan diri sebagai wakil. Begitu juga dengan komunitas dan kelompok yang digawangi Hendy. Dia menegaskan, efektivitas kelompok tersebut sudah lebih dinamis sebelum rekomendasi partai turun. “Kelompok-kelompok inilah yang kemudian disebut sebagai kekuatan yang tidak bisa diprediksi. Namun, di situ menjadi basis pendukung yang besar,” jelas Juariyah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kemenangan paslon dalam kontestasi Pilkada memang disumbang dari berbagai komponen untuk mengeruk suara dari kantong-kantong yang menjadi basis pemilih. Begitu juga dengan kemenangan paslon 02, Hendy Siswato-M. Balya Firjaun Barlaman. Banyak yang menilai, kekuatan mesin parpol, pergerakan kelompok kelas menengah, hingga ketokohan kandidat juga memiliki porsi sendiri-sendiri dalam menjaring massa atau pendukung.

Kendati demikian, adanya komunitas atau kelompok pendukung yang dimiliki paslon 02 dinilai berpengaruh dan cukup signifikan dalam mendulang suara. Pergerakan mereka itu tidak bisa dianggap sepele dalam sumbangsih mereka membawa 02 unggul di berbagai kecamatan. “Setiap paslon memang punya kelebihan dan kekurangan. Tapi, sejak awal paslon 02 diunggulkan karena banyaknya komunitas dan kelompok di belakangnya,” beber Juariyah, Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Dia menilai bahwa keberadaan kelompok dan komunitas tersebut lebih dinamis. Sebelum 02 mendapat rekomendasi dari sejumlah partai, komunitas, dan kelompok itu, dia juga menilai bahwa pihak paslon 02 sudah masif melakukan pergerakan dan kampanye, melakukan penjaringan suara, hingga menggalang dukungan ke berbagai titik. Menurutnya, hal tersebut sangat efektif.

Lebih jauh, Juariyah menganggap, pergerakan dari kelompok dan komunitas pendukung 02 itu disebutnya sebagai “kekuatan yang tidak bisa diprediksi” atau tidak bisa dikalkulasi. Meski sebagian kelompok tersebut memang hasil bentukan, tidak sedikit pula kelompok yang memang sudah dibawa jauh-jauh hari, sebelum Hendy-Firjaun mencalonkan diri sebagai paslon pilkada.

Dia mencontohkan seperti Gus Firjaun yang memiliki basis masa dari kalangan pesantren. Hal itu jelas melekat sebelum dia mencalonkan diri sebagai wakil. Begitu juga dengan komunitas dan kelompok yang digawangi Hendy. Dia menegaskan, efektivitas kelompok tersebut sudah lebih dinamis sebelum rekomendasi partai turun. “Kelompok-kelompok inilah yang kemudian disebut sebagai kekuatan yang tidak bisa diprediksi. Namun, di situ menjadi basis pendukung yang besar,” jelas Juariyah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/