alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Harga Pabrik Anjlok, Pilih Jual Sendiri

Petani Cabai Beralih Tanam Ubi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Diskon per kilogram Rp 1.500. Begitulah tulisan tangan yang tertera di spanduk seorang pedagang ubi saat melintasi jalan perkampungan Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, tersebut. Ya, harga ubi itu jauh lebih mahal daripada harga pasaran sehingga warga memilih menjual secara langsung daripada dijual ke pabrik.

Tumpukan ubi berwarna merah keunguan tersebut menjadi lapak dagangan baru bagi Buani. Perempuan 55 tahun tersebut memilih menjual langsung ubi yang ditanam oleh suaminya. Sebab, bila dijual ke pabrik seperti biasanya harga perkilogramnya Rp 900 – Rp 1.000 saja. “Harganya murah, enak dijual sendiri,” jelasnya.

Buani paham, harga ubi bila dijual di konsumen rumah tangga berkisar Rp 2.500 – Rp 3.500 per kilogram. Agar cepat laku, dia pilih banting harga. Yakni, Rp 1.500 per kilogram. Bahkan, pembeli tidak hanya membeli satu kilogram saja, rata-rata lima kilogram. “Ada juga yang beli banyak untuk dijual lagi. Ada juga beli banyak untuk diberikan ke kerabatnya,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Buani, harga ubi anjlok lantaran banyak petani mulai tanam ubi-ubian termasuk singkong. Dia mencontohkan tetangganya sendiri, yang dulu tanam cabai justru beralih ke tanam ubi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Diskon per kilogram Rp 1.500. Begitulah tulisan tangan yang tertera di spanduk seorang pedagang ubi saat melintasi jalan perkampungan Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, tersebut. Ya, harga ubi itu jauh lebih mahal daripada harga pasaran sehingga warga memilih menjual secara langsung daripada dijual ke pabrik.

Tumpukan ubi berwarna merah keunguan tersebut menjadi lapak dagangan baru bagi Buani. Perempuan 55 tahun tersebut memilih menjual langsung ubi yang ditanam oleh suaminya. Sebab, bila dijual ke pabrik seperti biasanya harga perkilogramnya Rp 900 – Rp 1.000 saja. “Harganya murah, enak dijual sendiri,” jelasnya.

Buani paham, harga ubi bila dijual di konsumen rumah tangga berkisar Rp 2.500 – Rp 3.500 per kilogram. Agar cepat laku, dia pilih banting harga. Yakni, Rp 1.500 per kilogram. Bahkan, pembeli tidak hanya membeli satu kilogram saja, rata-rata lima kilogram. “Ada juga yang beli banyak untuk dijual lagi. Ada juga beli banyak untuk diberikan ke kerabatnya,” ujarnya.

Menurut Buani, harga ubi anjlok lantaran banyak petani mulai tanam ubi-ubian termasuk singkong. Dia mencontohkan tetangganya sendiri, yang dulu tanam cabai justru beralih ke tanam ubi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Diskon per kilogram Rp 1.500. Begitulah tulisan tangan yang tertera di spanduk seorang pedagang ubi saat melintasi jalan perkampungan Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, tersebut. Ya, harga ubi itu jauh lebih mahal daripada harga pasaran sehingga warga memilih menjual secara langsung daripada dijual ke pabrik.

Tumpukan ubi berwarna merah keunguan tersebut menjadi lapak dagangan baru bagi Buani. Perempuan 55 tahun tersebut memilih menjual langsung ubi yang ditanam oleh suaminya. Sebab, bila dijual ke pabrik seperti biasanya harga perkilogramnya Rp 900 – Rp 1.000 saja. “Harganya murah, enak dijual sendiri,” jelasnya.

Buani paham, harga ubi bila dijual di konsumen rumah tangga berkisar Rp 2.500 – Rp 3.500 per kilogram. Agar cepat laku, dia pilih banting harga. Yakni, Rp 1.500 per kilogram. Bahkan, pembeli tidak hanya membeli satu kilogram saja, rata-rata lima kilogram. “Ada juga yang beli banyak untuk dijual lagi. Ada juga beli banyak untuk diberikan ke kerabatnya,” ujarnya.

Menurut Buani, harga ubi anjlok lantaran banyak petani mulai tanam ubi-ubian termasuk singkong. Dia mencontohkan tetangganya sendiri, yang dulu tanam cabai justru beralih ke tanam ubi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/