alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Dampak Ekologi Kerap Dipersoalkan

Mobile_AP_Rectangle 1

Sejumlah warga lain sempat menuturkan permasalahan berbeda. Seperti pengakuan Priyadi, warga Kecamatan Puger. Dia sempat berurusan dengan hukum karena CV miliknya diklaim salah satu pihak yang mengelola pertambangan di sekitar Gunung Gamping, medio 2008 dulu. “Setahun lebih kita mengurus ke pengadilan untuk merebut lagi, namun tidak bisa. Hingga kita sudahi pengawalan itu sekitar 2010 lalu,” ungkapnya.

Aktivitas penambangan di Gunung Gamping juga sempat mendapat perhatian kalangan peduli lingkungan dan mahasiswa. Mereka menilai, selama ini dampak ekologi dan sosial kerap pasang surut membalut aktivitas pertambangan tersebut. “Aktivitas pertambangan gunung gamping ini sudah lama jadi bidikan kita. Namun, temen-temen masih mencoba mengawal satu per satu,” beber Gandis Nanda, aktivis lingkungan sekaligus Kabid Eksternal dan Advokasi PC PMII Jember.

Dia juga menyebut, beberapa isu dan konflik yang bersentuhan dengan masyarakat Puger tersebut cukup banyak. Seperti pemutusan sepihak terhadap pekerja pabrik di sekitar gunung gamping, lalu dampak ke lingkungan hingga soal pembelokan kanal irigasi. “Tapi, yang bakal menjadi fokus pengawalan kita pada dampak ekologi dan sosialnya,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai informasi, saat ini terdapat sejumlah PT besar yang mengelola aktivitas pertambangan Gunung Gamping tersebut. Misalnya, PT Bangun Arta, PT Bangun Arta Mineral, Pabrik Semen Puger dan pabrik baru di sisi timur Gunung gamping yang juga membuat semen.

- Advertisement -

Sejumlah warga lain sempat menuturkan permasalahan berbeda. Seperti pengakuan Priyadi, warga Kecamatan Puger. Dia sempat berurusan dengan hukum karena CV miliknya diklaim salah satu pihak yang mengelola pertambangan di sekitar Gunung Gamping, medio 2008 dulu. “Setahun lebih kita mengurus ke pengadilan untuk merebut lagi, namun tidak bisa. Hingga kita sudahi pengawalan itu sekitar 2010 lalu,” ungkapnya.

Aktivitas penambangan di Gunung Gamping juga sempat mendapat perhatian kalangan peduli lingkungan dan mahasiswa. Mereka menilai, selama ini dampak ekologi dan sosial kerap pasang surut membalut aktivitas pertambangan tersebut. “Aktivitas pertambangan gunung gamping ini sudah lama jadi bidikan kita. Namun, temen-temen masih mencoba mengawal satu per satu,” beber Gandis Nanda, aktivis lingkungan sekaligus Kabid Eksternal dan Advokasi PC PMII Jember.

Dia juga menyebut, beberapa isu dan konflik yang bersentuhan dengan masyarakat Puger tersebut cukup banyak. Seperti pemutusan sepihak terhadap pekerja pabrik di sekitar gunung gamping, lalu dampak ke lingkungan hingga soal pembelokan kanal irigasi. “Tapi, yang bakal menjadi fokus pengawalan kita pada dampak ekologi dan sosialnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini terdapat sejumlah PT besar yang mengelola aktivitas pertambangan Gunung Gamping tersebut. Misalnya, PT Bangun Arta, PT Bangun Arta Mineral, Pabrik Semen Puger dan pabrik baru di sisi timur Gunung gamping yang juga membuat semen.

Sejumlah warga lain sempat menuturkan permasalahan berbeda. Seperti pengakuan Priyadi, warga Kecamatan Puger. Dia sempat berurusan dengan hukum karena CV miliknya diklaim salah satu pihak yang mengelola pertambangan di sekitar Gunung Gamping, medio 2008 dulu. “Setahun lebih kita mengurus ke pengadilan untuk merebut lagi, namun tidak bisa. Hingga kita sudahi pengawalan itu sekitar 2010 lalu,” ungkapnya.

Aktivitas penambangan di Gunung Gamping juga sempat mendapat perhatian kalangan peduli lingkungan dan mahasiswa. Mereka menilai, selama ini dampak ekologi dan sosial kerap pasang surut membalut aktivitas pertambangan tersebut. “Aktivitas pertambangan gunung gamping ini sudah lama jadi bidikan kita. Namun, temen-temen masih mencoba mengawal satu per satu,” beber Gandis Nanda, aktivis lingkungan sekaligus Kabid Eksternal dan Advokasi PC PMII Jember.

Dia juga menyebut, beberapa isu dan konflik yang bersentuhan dengan masyarakat Puger tersebut cukup banyak. Seperti pemutusan sepihak terhadap pekerja pabrik di sekitar gunung gamping, lalu dampak ke lingkungan hingga soal pembelokan kanal irigasi. “Tapi, yang bakal menjadi fokus pengawalan kita pada dampak ekologi dan sosialnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini terdapat sejumlah PT besar yang mengelola aktivitas pertambangan Gunung Gamping tersebut. Misalnya, PT Bangun Arta, PT Bangun Arta Mineral, Pabrik Semen Puger dan pabrik baru di sisi timur Gunung gamping yang juga membuat semen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/