alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Dampak Ekologi Kerap Dipersoalkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sisi selatan Kabupaten Jember ini tak sekadar indah, tapi juga potensial. Selain sektor perikanan dan kelautan yang melimpah, Puger menjadi daerah yang potensial di sektor pertambangan. Misalnya, aktivitas pertambangan di Gunung Gamping yang berlokasi di Desa Grenden, Kecamatan Puger.

Sejak aktivitas pertambagan di mulai hingga hari ini, sebenarnya terdapat sederet catatan mengenai isu-isu dan konflik di daerah tersebut. Mulai konflik yang bersentuhan dengan warga sekitar hingga berdampak pada lingkungan.

“Sering ada konflik antara warga dengan aktivitas pertambangan di desa ini. Seperti penolakan warga terhadap truk-truk besar yang merusak jalan, asap yang mencemari lingkungan, hingga pemutusan kerja sepihak yang dilakukan oleh pabrik-pabrik di sekitar sini,” ungkap warga Desa Grenden, yang enggan disebut identitas lengkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penuturannya bukan tanpa alasan. Dalam catatan Jawa Pos Radar Jember, pada kurun 2019 lalu juga sempat ada penyegelan jalan yang dilakukan warga karena aktivitas truk-truk besar penambang yang kerap merusak jalanan dusun yang berlokasi di timur Balai Desa Grenden.

Selain itu, cerobong-cerobong asap dinilai mencemari lingkungan. Ditambah dentuman dari aktivitas pertambangan. “Kalau dentuman pakai dinamit itu sudah jarang karena sekarang banyak menggunakan bor buldoser. Tapi, semua konflik itu pasang surut. Muncul sewaktu-waktu, lalu tenggelam lagi. Tidak bertahan lama,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sisi selatan Kabupaten Jember ini tak sekadar indah, tapi juga potensial. Selain sektor perikanan dan kelautan yang melimpah, Puger menjadi daerah yang potensial di sektor pertambangan. Misalnya, aktivitas pertambangan di Gunung Gamping yang berlokasi di Desa Grenden, Kecamatan Puger.

Sejak aktivitas pertambagan di mulai hingga hari ini, sebenarnya terdapat sederet catatan mengenai isu-isu dan konflik di daerah tersebut. Mulai konflik yang bersentuhan dengan warga sekitar hingga berdampak pada lingkungan.

“Sering ada konflik antara warga dengan aktivitas pertambangan di desa ini. Seperti penolakan warga terhadap truk-truk besar yang merusak jalan, asap yang mencemari lingkungan, hingga pemutusan kerja sepihak yang dilakukan oleh pabrik-pabrik di sekitar sini,” ungkap warga Desa Grenden, yang enggan disebut identitas lengkapnya.

Penuturannya bukan tanpa alasan. Dalam catatan Jawa Pos Radar Jember, pada kurun 2019 lalu juga sempat ada penyegelan jalan yang dilakukan warga karena aktivitas truk-truk besar penambang yang kerap merusak jalanan dusun yang berlokasi di timur Balai Desa Grenden.

Selain itu, cerobong-cerobong asap dinilai mencemari lingkungan. Ditambah dentuman dari aktivitas pertambangan. “Kalau dentuman pakai dinamit itu sudah jarang karena sekarang banyak menggunakan bor buldoser. Tapi, semua konflik itu pasang surut. Muncul sewaktu-waktu, lalu tenggelam lagi. Tidak bertahan lama,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sisi selatan Kabupaten Jember ini tak sekadar indah, tapi juga potensial. Selain sektor perikanan dan kelautan yang melimpah, Puger menjadi daerah yang potensial di sektor pertambangan. Misalnya, aktivitas pertambangan di Gunung Gamping yang berlokasi di Desa Grenden, Kecamatan Puger.

Sejak aktivitas pertambagan di mulai hingga hari ini, sebenarnya terdapat sederet catatan mengenai isu-isu dan konflik di daerah tersebut. Mulai konflik yang bersentuhan dengan warga sekitar hingga berdampak pada lingkungan.

“Sering ada konflik antara warga dengan aktivitas pertambangan di desa ini. Seperti penolakan warga terhadap truk-truk besar yang merusak jalan, asap yang mencemari lingkungan, hingga pemutusan kerja sepihak yang dilakukan oleh pabrik-pabrik di sekitar sini,” ungkap warga Desa Grenden, yang enggan disebut identitas lengkapnya.

Penuturannya bukan tanpa alasan. Dalam catatan Jawa Pos Radar Jember, pada kurun 2019 lalu juga sempat ada penyegelan jalan yang dilakukan warga karena aktivitas truk-truk besar penambang yang kerap merusak jalanan dusun yang berlokasi di timur Balai Desa Grenden.

Selain itu, cerobong-cerobong asap dinilai mencemari lingkungan. Ditambah dentuman dari aktivitas pertambangan. “Kalau dentuman pakai dinamit itu sudah jarang karena sekarang banyak menggunakan bor buldoser. Tapi, semua konflik itu pasang surut. Muncul sewaktu-waktu, lalu tenggelam lagi. Tidak bertahan lama,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/