alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Polisi Akan Panggil PPK Jadi Saksi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ambruknya pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah senilai Rp 2 miliar lebih terus diselidiki oleh Polres Jember. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa delapan orang saksi. Namun, akan ada beberapa saksi yang dipanggil untuk melengkapi keterangan tentang proyek tersebut.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, penanganan insiden di Jenggawah masih dalam pengumpulan bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. “Ada delapan saksi yang sudah kami panggil, nanti beberapa saksi lain juga akan kami panggil. Pelaksana proyek juga akan dimintai keterangan lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (13/12).

Beberapa saksi yang akan dipanggil di antaranya adalah pejabat pembuat komitmen (PPK). PPK akan dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi keterangan terkait bangunan ambruk di Jenggawah. Selain itu, kepolisian menunggu hasil dari tim labfor yang sempat turun di lokasi ambruknya bangunan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau untuk itu (orang yang bertanggung jawab, Red) masih belum ya. Karena masih delapan saksi dan akan memanggil saksi lagi termasuk PPK,” tegasnya.

Menurutnya, bukti dan keterangan kasus ambruknya bangunan di Jenggawah masih terus dikumpulkan. Untuk itu, masih belum ada nama orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Alfian menyebut, penanganan kasus ini dalam proses penyelidikannya. Menggunakan dugaan tindak pidana umum dan dugaan tindak pidana khusus, yakni dugaan tindak pidana korupsi. “Kami gunakan dua-duanya. Pidana umum maupun lex pesialis yang khusus,” ujar Alfian.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ambruknya pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah senilai Rp 2 miliar lebih terus diselidiki oleh Polres Jember. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa delapan orang saksi. Namun, akan ada beberapa saksi yang dipanggil untuk melengkapi keterangan tentang proyek tersebut.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, penanganan insiden di Jenggawah masih dalam pengumpulan bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. “Ada delapan saksi yang sudah kami panggil, nanti beberapa saksi lain juga akan kami panggil. Pelaksana proyek juga akan dimintai keterangan lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (13/12).

Beberapa saksi yang akan dipanggil di antaranya adalah pejabat pembuat komitmen (PPK). PPK akan dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi keterangan terkait bangunan ambruk di Jenggawah. Selain itu, kepolisian menunggu hasil dari tim labfor yang sempat turun di lokasi ambruknya bangunan.

“Kalau untuk itu (orang yang bertanggung jawab, Red) masih belum ya. Karena masih delapan saksi dan akan memanggil saksi lagi termasuk PPK,” tegasnya.

Menurutnya, bukti dan keterangan kasus ambruknya bangunan di Jenggawah masih terus dikumpulkan. Untuk itu, masih belum ada nama orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Alfian menyebut, penanganan kasus ini dalam proses penyelidikannya. Menggunakan dugaan tindak pidana umum dan dugaan tindak pidana khusus, yakni dugaan tindak pidana korupsi. “Kami gunakan dua-duanya. Pidana umum maupun lex pesialis yang khusus,” ujar Alfian.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ambruknya pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah senilai Rp 2 miliar lebih terus diselidiki oleh Polres Jember. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa delapan orang saksi. Namun, akan ada beberapa saksi yang dipanggil untuk melengkapi keterangan tentang proyek tersebut.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, penanganan insiden di Jenggawah masih dalam pengumpulan bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. “Ada delapan saksi yang sudah kami panggil, nanti beberapa saksi lain juga akan kami panggil. Pelaksana proyek juga akan dimintai keterangan lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (13/12).

Beberapa saksi yang akan dipanggil di antaranya adalah pejabat pembuat komitmen (PPK). PPK akan dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi keterangan terkait bangunan ambruk di Jenggawah. Selain itu, kepolisian menunggu hasil dari tim labfor yang sempat turun di lokasi ambruknya bangunan.

“Kalau untuk itu (orang yang bertanggung jawab, Red) masih belum ya. Karena masih delapan saksi dan akan memanggil saksi lagi termasuk PPK,” tegasnya.

Menurutnya, bukti dan keterangan kasus ambruknya bangunan di Jenggawah masih terus dikumpulkan. Untuk itu, masih belum ada nama orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Alfian menyebut, penanganan kasus ini dalam proses penyelidikannya. Menggunakan dugaan tindak pidana umum dan dugaan tindak pidana khusus, yakni dugaan tindak pidana korupsi. “Kami gunakan dua-duanya. Pidana umum maupun lex pesialis yang khusus,” ujar Alfian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Rutin Periksa Cegah Stunting

Bupati Apresiasi Pegolf Jember

/