alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Era Digital, Ngomong Usaha Cuma Butuh Niat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember memiliki ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tentu saja, mereka punya segudang kreativitas dalam menghasilkan setiap produk. Namun, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan bahwa peluang usaha zaman sekarang sudah jauh lebih mudah jika dibandingkan sebelumnya.

“Dulu, tidak semua pelaku usaha bisa membranding setiap produknya,” ungkapnya. Hanya yang memiliki potensi besar saja yang berani. Selain itu, persaingan antar pelaku UMKM juga dinilai sangat ketat. Mau ke swalayan? Perlu produk dengan jumlah yang banyak. Mau pasang iklan? Tentu saja perlu biaya yang tak sedikit. Namun, berbeda dengan yang terjadi di zaman serba digital ini.

Emil menyebutkan saat ini hanya cukup di media sosial. Artinya, ruang publikasi sangat terbuka lebar. Saat ini, setiap pelaku usaha punya kesempatan. “Artinya, sejak era digital, ngomong usaha cuma butuh niat saja,” ungkap pria yang memiliki nama lengkap Emil Elestianto Dardak tersebut. Kalau bicara branding, lanjutnya, kita perlu dan pasti bisa bersaing dengan merk besar sekalipun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, melihat sejumlah produk UMKM yang dikemas dalam bentuk fotografi dan editing gambar yang ciamik, mantan Bupati Trenggalek itu mengungkapkan bahwa milenial di Jember memiliki potensi untuk bisa bersaing. Jangan sampai, tegasnya, malah tak punya tempat di kabupaten sendiri.

“Bahkan kalau bisa, jasanya bisa dimanfaatkan di kabupaten tetangga,” lanjutnya. Misalnya, untuk pelaku UMKM di Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo. Mengingat, Jember merupakan sentra Tapal Kuda. Dengan begitu, antara pelaku UMKM dan pemuda yang konsen di dunia industri kreatif bisa berkolaborasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember memiliki ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tentu saja, mereka punya segudang kreativitas dalam menghasilkan setiap produk. Namun, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan bahwa peluang usaha zaman sekarang sudah jauh lebih mudah jika dibandingkan sebelumnya.

“Dulu, tidak semua pelaku usaha bisa membranding setiap produknya,” ungkapnya. Hanya yang memiliki potensi besar saja yang berani. Selain itu, persaingan antar pelaku UMKM juga dinilai sangat ketat. Mau ke swalayan? Perlu produk dengan jumlah yang banyak. Mau pasang iklan? Tentu saja perlu biaya yang tak sedikit. Namun, berbeda dengan yang terjadi di zaman serba digital ini.

Emil menyebutkan saat ini hanya cukup di media sosial. Artinya, ruang publikasi sangat terbuka lebar. Saat ini, setiap pelaku usaha punya kesempatan. “Artinya, sejak era digital, ngomong usaha cuma butuh niat saja,” ungkap pria yang memiliki nama lengkap Emil Elestianto Dardak tersebut. Kalau bicara branding, lanjutnya, kita perlu dan pasti bisa bersaing dengan merk besar sekalipun.

Lebih lanjut, melihat sejumlah produk UMKM yang dikemas dalam bentuk fotografi dan editing gambar yang ciamik, mantan Bupati Trenggalek itu mengungkapkan bahwa milenial di Jember memiliki potensi untuk bisa bersaing. Jangan sampai, tegasnya, malah tak punya tempat di kabupaten sendiri.

“Bahkan kalau bisa, jasanya bisa dimanfaatkan di kabupaten tetangga,” lanjutnya. Misalnya, untuk pelaku UMKM di Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo. Mengingat, Jember merupakan sentra Tapal Kuda. Dengan begitu, antara pelaku UMKM dan pemuda yang konsen di dunia industri kreatif bisa berkolaborasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember memiliki ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tentu saja, mereka punya segudang kreativitas dalam menghasilkan setiap produk. Namun, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan bahwa peluang usaha zaman sekarang sudah jauh lebih mudah jika dibandingkan sebelumnya.

“Dulu, tidak semua pelaku usaha bisa membranding setiap produknya,” ungkapnya. Hanya yang memiliki potensi besar saja yang berani. Selain itu, persaingan antar pelaku UMKM juga dinilai sangat ketat. Mau ke swalayan? Perlu produk dengan jumlah yang banyak. Mau pasang iklan? Tentu saja perlu biaya yang tak sedikit. Namun, berbeda dengan yang terjadi di zaman serba digital ini.

Emil menyebutkan saat ini hanya cukup di media sosial. Artinya, ruang publikasi sangat terbuka lebar. Saat ini, setiap pelaku usaha punya kesempatan. “Artinya, sejak era digital, ngomong usaha cuma butuh niat saja,” ungkap pria yang memiliki nama lengkap Emil Elestianto Dardak tersebut. Kalau bicara branding, lanjutnya, kita perlu dan pasti bisa bersaing dengan merk besar sekalipun.

Lebih lanjut, melihat sejumlah produk UMKM yang dikemas dalam bentuk fotografi dan editing gambar yang ciamik, mantan Bupati Trenggalek itu mengungkapkan bahwa milenial di Jember memiliki potensi untuk bisa bersaing. Jangan sampai, tegasnya, malah tak punya tempat di kabupaten sendiri.

“Bahkan kalau bisa, jasanya bisa dimanfaatkan di kabupaten tetangga,” lanjutnya. Misalnya, untuk pelaku UMKM di Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo. Mengingat, Jember merupakan sentra Tapal Kuda. Dengan begitu, antara pelaku UMKM dan pemuda yang konsen di dunia industri kreatif bisa berkolaborasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/