alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Bendung Talang Mumbulsari, Dam Irigasi Warisan Belanda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bangunan peninggalan era kolonial Belanda masih banyak dijumpai di Kabupaten Jember. Namun, yang satu ini tidak sekadar bangunan yang menghadirkan kemegahan seperti rumah ataupun perkantoran. Melainkan bangunan yang menjadi investasi berharga untuk perkembangan pertanian di Jember. Bangunan itu bernama Bendung Talang.

Bendungan yang memiliki dua pintu air tersebut berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mayang. Sungai dari arah Silo, Garahan, Mayang, menuju ke Bendung Talang dan bermuara di Ambulu. “Muaranya ini di Ambulu,” kata Anang Budiono, Petugas Operasional Bendung (POB) Talang.

Melihat lebih dekat lagi, ada bagian sudut yang bertuliskan ejaan Belanda. Dan tertera angka 1920. Anang juga menunjukkan di bawah pilar bendung terdapat satu informasi bertuliskan ejaan Belanda, yaitu mengenai kapan Bendung Talang itu dibangun. “Itu ada tulisannya tahun berapa dibuat,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria 49 tahun itu mengatakan, di Jember ada dua macam bendung. Pertama bendung tetap dan bendung bergerak. Perbedaan antara bendung gerak dan tetap hanya terletak pada adanya pintu air atau tidak. “Kalau yang tetap, tidak ada pintu air. Saat debit air meningkat, air diempaskan begitu saja. Tapi, kalau bendung bergerak ada pintu airnya yang bisa dibuka dan ditutup seperti Bendung Talang,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bangunan peninggalan era kolonial Belanda masih banyak dijumpai di Kabupaten Jember. Namun, yang satu ini tidak sekadar bangunan yang menghadirkan kemegahan seperti rumah ataupun perkantoran. Melainkan bangunan yang menjadi investasi berharga untuk perkembangan pertanian di Jember. Bangunan itu bernama Bendung Talang.

Bendungan yang memiliki dua pintu air tersebut berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mayang. Sungai dari arah Silo, Garahan, Mayang, menuju ke Bendung Talang dan bermuara di Ambulu. “Muaranya ini di Ambulu,” kata Anang Budiono, Petugas Operasional Bendung (POB) Talang.

Melihat lebih dekat lagi, ada bagian sudut yang bertuliskan ejaan Belanda. Dan tertera angka 1920. Anang juga menunjukkan di bawah pilar bendung terdapat satu informasi bertuliskan ejaan Belanda, yaitu mengenai kapan Bendung Talang itu dibangun. “Itu ada tulisannya tahun berapa dibuat,” terangnya.

Pria 49 tahun itu mengatakan, di Jember ada dua macam bendung. Pertama bendung tetap dan bendung bergerak. Perbedaan antara bendung gerak dan tetap hanya terletak pada adanya pintu air atau tidak. “Kalau yang tetap, tidak ada pintu air. Saat debit air meningkat, air diempaskan begitu saja. Tapi, kalau bendung bergerak ada pintu airnya yang bisa dibuka dan ditutup seperti Bendung Talang,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bangunan peninggalan era kolonial Belanda masih banyak dijumpai di Kabupaten Jember. Namun, yang satu ini tidak sekadar bangunan yang menghadirkan kemegahan seperti rumah ataupun perkantoran. Melainkan bangunan yang menjadi investasi berharga untuk perkembangan pertanian di Jember. Bangunan itu bernama Bendung Talang.

Bendungan yang memiliki dua pintu air tersebut berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mayang. Sungai dari arah Silo, Garahan, Mayang, menuju ke Bendung Talang dan bermuara di Ambulu. “Muaranya ini di Ambulu,” kata Anang Budiono, Petugas Operasional Bendung (POB) Talang.

Melihat lebih dekat lagi, ada bagian sudut yang bertuliskan ejaan Belanda. Dan tertera angka 1920. Anang juga menunjukkan di bawah pilar bendung terdapat satu informasi bertuliskan ejaan Belanda, yaitu mengenai kapan Bendung Talang itu dibangun. “Itu ada tulisannya tahun berapa dibuat,” terangnya.

Pria 49 tahun itu mengatakan, di Jember ada dua macam bendung. Pertama bendung tetap dan bendung bergerak. Perbedaan antara bendung gerak dan tetap hanya terletak pada adanya pintu air atau tidak. “Kalau yang tetap, tidak ada pintu air. Saat debit air meningkat, air diempaskan begitu saja. Tapi, kalau bendung bergerak ada pintu airnya yang bisa dibuka dan ditutup seperti Bendung Talang,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/