alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tadah Lebih dari Seratus Motor Curian, Hanya Diakui Puluhan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERBARU, RADARJEMBER.ID – Pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan tersangka Sadi, 44, warga Dusun Pakisan, Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, mulai menampakkan data baru. Setelah melakukan pengembangan terhadap tersangka utama, Zaenullah, 41, warga Dusun Krajan, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, yang sekarang meringkuk di sel tahanan Mapolres Kediri, diketahui ada lebih dari seratus motor yang dijual ke tersangka Sadi. Ini bertolak belakang dari pengakuannya yang mengatakan hanya membeli 22 unit kendaraan bermotor.

Untuk membenarkan keterangan dari pengakuan tersangka, Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman bersama Kanit Reskrim Aiptu Y Susanto sempat bertolak ke Polres Kediri untuk melakukan klarifikasi. Ternyata, dari hasil pengakuan tersangka Zaenullah, ada seratus unit kendaraan yang dijual kepada Sadi.

Namun, pengakuan Sadi kepada petugas hanya membeli motor hasil curian dari Zaenul sebanyak 22 unit sepeda motor. Sementara itu, polisi baru menyita satu barang bukti motor hasil curian jenis Yamaha N-Max DK 5640 AAF warna hitam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diketahui Sadi merupakan spesialis penadah motor hasil curian mulai dari wilayah hukum Polres Jember, Lumajang, Malang, Surabaya, Gresik, Kediri, Banyuwangi, hingga Bondowoso. Facthur mengungkapkan, penangkapan Sadi dilakukan setelah tersangka Pramuda Ananta, 35, warga Jalan Kedung Tongas, Sukolilo, Surabaya, bersama Zaenul tertangkap lebih awal. “Setelah dilakukan pengembangan, ternyata Sadi ini terlibat, sehingga kami melakukan penangkapan,” papar Facthur.

Zaenullah ditangkap di Sumberbaru setelah tersangka Pramuda Ananta asal Surabaya tertangkap lebih awal. Sehingga tersangka Zaenullah ini sekarang mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri. “Kedatangan kami ke Polres Kediri untuk berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kediri. Kami ingin mengklarifikasi jumlah kendaraan sepeda motor yang dijual kepada tersangka Sadi. Karena untuk sementara tersangka hanya mengaku membeli motor kepada tersangka ada 22 unit,” ujarnya.

- Advertisement -

SUMBERBARU, RADARJEMBER.ID – Pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan tersangka Sadi, 44, warga Dusun Pakisan, Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, mulai menampakkan data baru. Setelah melakukan pengembangan terhadap tersangka utama, Zaenullah, 41, warga Dusun Krajan, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, yang sekarang meringkuk di sel tahanan Mapolres Kediri, diketahui ada lebih dari seratus motor yang dijual ke tersangka Sadi. Ini bertolak belakang dari pengakuannya yang mengatakan hanya membeli 22 unit kendaraan bermotor.

Untuk membenarkan keterangan dari pengakuan tersangka, Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman bersama Kanit Reskrim Aiptu Y Susanto sempat bertolak ke Polres Kediri untuk melakukan klarifikasi. Ternyata, dari hasil pengakuan tersangka Zaenullah, ada seratus unit kendaraan yang dijual kepada Sadi.

Namun, pengakuan Sadi kepada petugas hanya membeli motor hasil curian dari Zaenul sebanyak 22 unit sepeda motor. Sementara itu, polisi baru menyita satu barang bukti motor hasil curian jenis Yamaha N-Max DK 5640 AAF warna hitam.

Diketahui Sadi merupakan spesialis penadah motor hasil curian mulai dari wilayah hukum Polres Jember, Lumajang, Malang, Surabaya, Gresik, Kediri, Banyuwangi, hingga Bondowoso. Facthur mengungkapkan, penangkapan Sadi dilakukan setelah tersangka Pramuda Ananta, 35, warga Jalan Kedung Tongas, Sukolilo, Surabaya, bersama Zaenul tertangkap lebih awal. “Setelah dilakukan pengembangan, ternyata Sadi ini terlibat, sehingga kami melakukan penangkapan,” papar Facthur.

Zaenullah ditangkap di Sumberbaru setelah tersangka Pramuda Ananta asal Surabaya tertangkap lebih awal. Sehingga tersangka Zaenullah ini sekarang mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri. “Kedatangan kami ke Polres Kediri untuk berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kediri. Kami ingin mengklarifikasi jumlah kendaraan sepeda motor yang dijual kepada tersangka Sadi. Karena untuk sementara tersangka hanya mengaku membeli motor kepada tersangka ada 22 unit,” ujarnya.

SUMBERBARU, RADARJEMBER.ID – Pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan tersangka Sadi, 44, warga Dusun Pakisan, Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, mulai menampakkan data baru. Setelah melakukan pengembangan terhadap tersangka utama, Zaenullah, 41, warga Dusun Krajan, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, yang sekarang meringkuk di sel tahanan Mapolres Kediri, diketahui ada lebih dari seratus motor yang dijual ke tersangka Sadi. Ini bertolak belakang dari pengakuannya yang mengatakan hanya membeli 22 unit kendaraan bermotor.

Untuk membenarkan keterangan dari pengakuan tersangka, Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman bersama Kanit Reskrim Aiptu Y Susanto sempat bertolak ke Polres Kediri untuk melakukan klarifikasi. Ternyata, dari hasil pengakuan tersangka Zaenullah, ada seratus unit kendaraan yang dijual kepada Sadi.

Namun, pengakuan Sadi kepada petugas hanya membeli motor hasil curian dari Zaenul sebanyak 22 unit sepeda motor. Sementara itu, polisi baru menyita satu barang bukti motor hasil curian jenis Yamaha N-Max DK 5640 AAF warna hitam.

Diketahui Sadi merupakan spesialis penadah motor hasil curian mulai dari wilayah hukum Polres Jember, Lumajang, Malang, Surabaya, Gresik, Kediri, Banyuwangi, hingga Bondowoso. Facthur mengungkapkan, penangkapan Sadi dilakukan setelah tersangka Pramuda Ananta, 35, warga Jalan Kedung Tongas, Sukolilo, Surabaya, bersama Zaenul tertangkap lebih awal. “Setelah dilakukan pengembangan, ternyata Sadi ini terlibat, sehingga kami melakukan penangkapan,” papar Facthur.

Zaenullah ditangkap di Sumberbaru setelah tersangka Pramuda Ananta asal Surabaya tertangkap lebih awal. Sehingga tersangka Zaenullah ini sekarang mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri. “Kedatangan kami ke Polres Kediri untuk berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kediri. Kami ingin mengklarifikasi jumlah kendaraan sepeda motor yang dijual kepada tersangka Sadi. Karena untuk sementara tersangka hanya mengaku membeli motor kepada tersangka ada 22 unit,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/