alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Lintasan Atletik Porprov Jatim 2022 Tak Masuk dalam Rencana Perbaikan

Mobile_AP_Rectangle 1

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Cabang olahraga (cabor) atletik tidak bisa berbuat banyak ketika melihat perbaikan Stadion JSG Jember tahun ini. Sebab, stadion yang digadang-gadang jadi lokasi opening Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022 itu, dalam perbaikan 2021 tidak ada untuk lintasan atletik.

“Kalau untuk lintasan atletik atau lari tidak ada. Renovasi yang diperbaiki lapangan, kusen jendela dan pintu, termasuk keramik yang pecah,” ucap Husen, pelaksana lapangan perbaikan Stadion JSG.

Pelatih atletik dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember Wahman Sumanjaya mengatakan, untuk ajang pekan olahraga pada umumnya, atletik dan sepak bola memakai stadion utama. “Kalau atletik biasanya dilaksanakan di stadion utama,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, bila Jember menjadi tuan rumah, maka aneh bila atletik tidak dilaksanakan di Jember. Apalagi, atletik juga banyak nomor yang dipertandingkan. Sementara itu, perihal lintasan atletik atau lari memang terdapat standar yang harus diikuti. “Kalau aspal, ya, tidak bisa dipakai, karena tidak standar,” ucapnya.

Mengapa demikian? Sebab, menurut Wahman, berpengaruh terhadap kesehatan atlet lari. Sebab, lintasan aspal tidak ada penahan hentakan kaki. Sehingga, bila atlet berlari di aspal akan berpengaruh terhadap kerentanan cidera, seperti ke tulang kering. “Makanya kalau jogging itu butuh sepatu khusus, karena untuk mengurangi hentakan,” paparnya.

Standar dalam lintasan lari, dia memaparkan, adalah memakai gravel dan tartan atau disebut sintetis. Untuk harga tartan sendiri setidaknya Rp 9 miliar, namun untuk gravel jauh lebih murah. “Tahun 2011 saya pernah tanya ke PB PASI, tartan itu harganya Rp 9 miliar. Tidak tahu kalau sekarang berapa harganya,” jelasnya.

Karena itu, menurut dia, bila anggaran tipis dalam perbaikan olahraga, lebih baik pakai gravel. “Gravel itu sudah bagus, seperti Madiun, tuan rumah Porprov Jatim 2013 juga pakai gravel. Mungkin kisaran Rp 1 miliar kebutuhannya,” paparnya.

Wahman mengaku, Jember tidak memiliki lintasan lari yang standar. “Lintasan lari di Lapangan Brigif sebenarnya bagus dan gravel. Tapi yang buat tidak standar adalah jumlah lintasannya ada lima. Sedangkan standarnya adalah delapan,” terangnya.

- Advertisement -

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Cabang olahraga (cabor) atletik tidak bisa berbuat banyak ketika melihat perbaikan Stadion JSG Jember tahun ini. Sebab, stadion yang digadang-gadang jadi lokasi opening Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022 itu, dalam perbaikan 2021 tidak ada untuk lintasan atletik.

“Kalau untuk lintasan atletik atau lari tidak ada. Renovasi yang diperbaiki lapangan, kusen jendela dan pintu, termasuk keramik yang pecah,” ucap Husen, pelaksana lapangan perbaikan Stadion JSG.

Pelatih atletik dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember Wahman Sumanjaya mengatakan, untuk ajang pekan olahraga pada umumnya, atletik dan sepak bola memakai stadion utama. “Kalau atletik biasanya dilaksanakan di stadion utama,” ucapnya.

Oleh karena itu, bila Jember menjadi tuan rumah, maka aneh bila atletik tidak dilaksanakan di Jember. Apalagi, atletik juga banyak nomor yang dipertandingkan. Sementara itu, perihal lintasan atletik atau lari memang terdapat standar yang harus diikuti. “Kalau aspal, ya, tidak bisa dipakai, karena tidak standar,” ucapnya.

Mengapa demikian? Sebab, menurut Wahman, berpengaruh terhadap kesehatan atlet lari. Sebab, lintasan aspal tidak ada penahan hentakan kaki. Sehingga, bila atlet berlari di aspal akan berpengaruh terhadap kerentanan cidera, seperti ke tulang kering. “Makanya kalau jogging itu butuh sepatu khusus, karena untuk mengurangi hentakan,” paparnya.

Standar dalam lintasan lari, dia memaparkan, adalah memakai gravel dan tartan atau disebut sintetis. Untuk harga tartan sendiri setidaknya Rp 9 miliar, namun untuk gravel jauh lebih murah. “Tahun 2011 saya pernah tanya ke PB PASI, tartan itu harganya Rp 9 miliar. Tidak tahu kalau sekarang berapa harganya,” jelasnya.

Karena itu, menurut dia, bila anggaran tipis dalam perbaikan olahraga, lebih baik pakai gravel. “Gravel itu sudah bagus, seperti Madiun, tuan rumah Porprov Jatim 2013 juga pakai gravel. Mungkin kisaran Rp 1 miliar kebutuhannya,” paparnya.

Wahman mengaku, Jember tidak memiliki lintasan lari yang standar. “Lintasan lari di Lapangan Brigif sebenarnya bagus dan gravel. Tapi yang buat tidak standar adalah jumlah lintasannya ada lima. Sedangkan standarnya adalah delapan,” terangnya.

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Cabang olahraga (cabor) atletik tidak bisa berbuat banyak ketika melihat perbaikan Stadion JSG Jember tahun ini. Sebab, stadion yang digadang-gadang jadi lokasi opening Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022 itu, dalam perbaikan 2021 tidak ada untuk lintasan atletik.

“Kalau untuk lintasan atletik atau lari tidak ada. Renovasi yang diperbaiki lapangan, kusen jendela dan pintu, termasuk keramik yang pecah,” ucap Husen, pelaksana lapangan perbaikan Stadion JSG.

Pelatih atletik dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember Wahman Sumanjaya mengatakan, untuk ajang pekan olahraga pada umumnya, atletik dan sepak bola memakai stadion utama. “Kalau atletik biasanya dilaksanakan di stadion utama,” ucapnya.

Oleh karena itu, bila Jember menjadi tuan rumah, maka aneh bila atletik tidak dilaksanakan di Jember. Apalagi, atletik juga banyak nomor yang dipertandingkan. Sementara itu, perihal lintasan atletik atau lari memang terdapat standar yang harus diikuti. “Kalau aspal, ya, tidak bisa dipakai, karena tidak standar,” ucapnya.

Mengapa demikian? Sebab, menurut Wahman, berpengaruh terhadap kesehatan atlet lari. Sebab, lintasan aspal tidak ada penahan hentakan kaki. Sehingga, bila atlet berlari di aspal akan berpengaruh terhadap kerentanan cidera, seperti ke tulang kering. “Makanya kalau jogging itu butuh sepatu khusus, karena untuk mengurangi hentakan,” paparnya.

Standar dalam lintasan lari, dia memaparkan, adalah memakai gravel dan tartan atau disebut sintetis. Untuk harga tartan sendiri setidaknya Rp 9 miliar, namun untuk gravel jauh lebih murah. “Tahun 2011 saya pernah tanya ke PB PASI, tartan itu harganya Rp 9 miliar. Tidak tahu kalau sekarang berapa harganya,” jelasnya.

Karena itu, menurut dia, bila anggaran tipis dalam perbaikan olahraga, lebih baik pakai gravel. “Gravel itu sudah bagus, seperti Madiun, tuan rumah Porprov Jatim 2013 juga pakai gravel. Mungkin kisaran Rp 1 miliar kebutuhannya,” paparnya.

Wahman mengaku, Jember tidak memiliki lintasan lari yang standar. “Lintasan lari di Lapangan Brigif sebenarnya bagus dan gravel. Tapi yang buat tidak standar adalah jumlah lintasannya ada lima. Sedangkan standarnya adalah delapan,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/