alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kejar Target Vaksinasi hingga ke Lapas, Tapi Malah begini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Tingginya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan dosis vaksin rupanya belum sesuai dengan ketersediaan vaksin yang ada. Akibatnya, ada beberapa golongan masyarakat yang belum kebagian jatah vaksin.

Terbatasnya dosis vaksin itu juga dirasakan oleh para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Tercatat, dari sekitar 934 WBP yang terdiri atas narapidana (napi) dan tahanan, yang telah mendapatkan vaksin baru sekitar 400-an orang atau tak sampai 50 persen.

“Ke depan kami terus bersinergi dengan PMI Jember agar vaksinasi segera terpenuhi untuk seluruh warga binaan di lapas ini,” kata Agus Yanto, Plh Kalapas Kelas II A Jember, saat ditemui, kemarin (13/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

Vaksinasi untuk warga binaan di Lapas Jember ini merupakan tahap ketiga dari vaksinasi dosis pertama. Dari jumlah napi yang telah divaksin itu, separuh napi lainnya masih menantikan jatah vaksin untuk tahap berikutnya. Pihaknya berharap, ketersediaan vaksin selanjutnya bisa menyasar ke semua warga binaan di lapas.

Di lokasi yang sama, Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki mengatakan, ketersediaan vaksin yang terakhir diterima dari PMI Jawa Timur berjumlah 5.000 dosis. Dari jumlah itu, kemudian dibagi rata. Mulai dari pesantren, masyarakat perdesaan, termasuk warga binaan di lapas dengan menyediakan 150 dosis vaksin jenis Sinovac.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Tingginya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan dosis vaksin rupanya belum sesuai dengan ketersediaan vaksin yang ada. Akibatnya, ada beberapa golongan masyarakat yang belum kebagian jatah vaksin.

Terbatasnya dosis vaksin itu juga dirasakan oleh para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Tercatat, dari sekitar 934 WBP yang terdiri atas narapidana (napi) dan tahanan, yang telah mendapatkan vaksin baru sekitar 400-an orang atau tak sampai 50 persen.

“Ke depan kami terus bersinergi dengan PMI Jember agar vaksinasi segera terpenuhi untuk seluruh warga binaan di lapas ini,” kata Agus Yanto, Plh Kalapas Kelas II A Jember, saat ditemui, kemarin (13/10).

Vaksinasi untuk warga binaan di Lapas Jember ini merupakan tahap ketiga dari vaksinasi dosis pertama. Dari jumlah napi yang telah divaksin itu, separuh napi lainnya masih menantikan jatah vaksin untuk tahap berikutnya. Pihaknya berharap, ketersediaan vaksin selanjutnya bisa menyasar ke semua warga binaan di lapas.

Di lokasi yang sama, Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki mengatakan, ketersediaan vaksin yang terakhir diterima dari PMI Jawa Timur berjumlah 5.000 dosis. Dari jumlah itu, kemudian dibagi rata. Mulai dari pesantren, masyarakat perdesaan, termasuk warga binaan di lapas dengan menyediakan 150 dosis vaksin jenis Sinovac.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Tingginya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan dosis vaksin rupanya belum sesuai dengan ketersediaan vaksin yang ada. Akibatnya, ada beberapa golongan masyarakat yang belum kebagian jatah vaksin.

Terbatasnya dosis vaksin itu juga dirasakan oleh para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Tercatat, dari sekitar 934 WBP yang terdiri atas narapidana (napi) dan tahanan, yang telah mendapatkan vaksin baru sekitar 400-an orang atau tak sampai 50 persen.

“Ke depan kami terus bersinergi dengan PMI Jember agar vaksinasi segera terpenuhi untuk seluruh warga binaan di lapas ini,” kata Agus Yanto, Plh Kalapas Kelas II A Jember, saat ditemui, kemarin (13/10).

Vaksinasi untuk warga binaan di Lapas Jember ini merupakan tahap ketiga dari vaksinasi dosis pertama. Dari jumlah napi yang telah divaksin itu, separuh napi lainnya masih menantikan jatah vaksin untuk tahap berikutnya. Pihaknya berharap, ketersediaan vaksin selanjutnya bisa menyasar ke semua warga binaan di lapas.

Di lokasi yang sama, Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki mengatakan, ketersediaan vaksin yang terakhir diterima dari PMI Jawa Timur berjumlah 5.000 dosis. Dari jumlah itu, kemudian dibagi rata. Mulai dari pesantren, masyarakat perdesaan, termasuk warga binaan di lapas dengan menyediakan 150 dosis vaksin jenis Sinovac.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/