alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Guru SD-SMP Gelar Simulasi UBKD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari 60 perwakilan guru SD dan SMP mendapat pelatihan dan simulasi teknis Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD). Mereka adalah guru yang bakal menjadi unsur perangkat komputer di UBKD, yang simulasinya akan dilaksanakan pada November mendatang.

Koordinator Tim Proktor Kabupaten Jember Subianto memaparkan, agenda ini sengaja digelar agar nantinya para guru bisa mengarahkan siswanya menjalani UBKD. Simulasi yang diperuntukkan bagi para guru ini adalah kali kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan satu bulan yang lalu.

Pada simulasi sebelumnya, Subianto menjelaskan bahwa para peserta mengalami kendala pada jejaring akun yang diakomodasi oleh pusat. Akibatnya, simulasi sempat molor hingga sore. “Peserta yang akan melakukan simulasi itu terdata di pusat adalah 30 ribu. Tapi, yang mengikuti 50 ribu. Sehingga molor beberapa saat,” tambah pria yang juga guru di SMPN 2 Jember itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Subianto menilai, simulasi yang dilakukan selama setengah hari dalam tiga kali urutan masih belum efektif. Pasalnya, pelatihan virtual ini juga harus memakan waktu yang lama untuk memberikan pemahaman kepada guru yang akan bertugas sebagai bagian perangkat komputer (proktor). Namun, pihaknya cukup menyadari bahwa hal ini dilakukan lantaran kondisi pandemi yang masih mengkhawatirkan.

Di sisi lain, simulasi ini sempat menuai kejanggalan. Sebab, tak ada juknis (petunjuk teknis) khusus pelaksanaan simulasi yang turun dari pusat. Imbasnya, pihak kepala dinas melakukan sampling untuk para peserta yang mengikuti simulasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari 60 perwakilan guru SD dan SMP mendapat pelatihan dan simulasi teknis Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD). Mereka adalah guru yang bakal menjadi unsur perangkat komputer di UBKD, yang simulasinya akan dilaksanakan pada November mendatang.

Koordinator Tim Proktor Kabupaten Jember Subianto memaparkan, agenda ini sengaja digelar agar nantinya para guru bisa mengarahkan siswanya menjalani UBKD. Simulasi yang diperuntukkan bagi para guru ini adalah kali kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan satu bulan yang lalu.

Pada simulasi sebelumnya, Subianto menjelaskan bahwa para peserta mengalami kendala pada jejaring akun yang diakomodasi oleh pusat. Akibatnya, simulasi sempat molor hingga sore. “Peserta yang akan melakukan simulasi itu terdata di pusat adalah 30 ribu. Tapi, yang mengikuti 50 ribu. Sehingga molor beberapa saat,” tambah pria yang juga guru di SMPN 2 Jember itu.

Subianto menilai, simulasi yang dilakukan selama setengah hari dalam tiga kali urutan masih belum efektif. Pasalnya, pelatihan virtual ini juga harus memakan waktu yang lama untuk memberikan pemahaman kepada guru yang akan bertugas sebagai bagian perangkat komputer (proktor). Namun, pihaknya cukup menyadari bahwa hal ini dilakukan lantaran kondisi pandemi yang masih mengkhawatirkan.

Di sisi lain, simulasi ini sempat menuai kejanggalan. Sebab, tak ada juknis (petunjuk teknis) khusus pelaksanaan simulasi yang turun dari pusat. Imbasnya, pihak kepala dinas melakukan sampling untuk para peserta yang mengikuti simulasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari 60 perwakilan guru SD dan SMP mendapat pelatihan dan simulasi teknis Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD). Mereka adalah guru yang bakal menjadi unsur perangkat komputer di UBKD, yang simulasinya akan dilaksanakan pada November mendatang.

Koordinator Tim Proktor Kabupaten Jember Subianto memaparkan, agenda ini sengaja digelar agar nantinya para guru bisa mengarahkan siswanya menjalani UBKD. Simulasi yang diperuntukkan bagi para guru ini adalah kali kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan satu bulan yang lalu.

Pada simulasi sebelumnya, Subianto menjelaskan bahwa para peserta mengalami kendala pada jejaring akun yang diakomodasi oleh pusat. Akibatnya, simulasi sempat molor hingga sore. “Peserta yang akan melakukan simulasi itu terdata di pusat adalah 30 ribu. Tapi, yang mengikuti 50 ribu. Sehingga molor beberapa saat,” tambah pria yang juga guru di SMPN 2 Jember itu.

Subianto menilai, simulasi yang dilakukan selama setengah hari dalam tiga kali urutan masih belum efektif. Pasalnya, pelatihan virtual ini juga harus memakan waktu yang lama untuk memberikan pemahaman kepada guru yang akan bertugas sebagai bagian perangkat komputer (proktor). Namun, pihaknya cukup menyadari bahwa hal ini dilakukan lantaran kondisi pandemi yang masih mengkhawatirkan.

Di sisi lain, simulasi ini sempat menuai kejanggalan. Sebab, tak ada juknis (petunjuk teknis) khusus pelaksanaan simulasi yang turun dari pusat. Imbasnya, pihak kepala dinas melakukan sampling untuk para peserta yang mengikuti simulasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/