alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Berangkat, Tunggu Air Laut Pasang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nelayan Puger terus disulitkan saat hendak berangkat dan pulang melaut. Hal ini menyusul air laut yang tengah surut. Hal itu karena muara Sungai Bedadung, yang menjadi salah satu tempat lalu lalang perahu dan jukung saat berangkat melaut, menjadi dangkal. Kondisi yang sama juga dialami ketika nelayan pulang dari mencari ikan.

Alhasil, mereka yang hendak berangkat dengan jukung dan perahu harus parkir dulu di muara Sungai Bedadung. Sebab, jika memaksa berangkat, akan terjadi penumpukan di muara. Hal ini diungkapkan Gufron, salah seorang nelayan asal Puger Wetan, Kecamatan Puger. “Kalau mau berangkat harus menunggu air laut pasang, baru bisa jalan. Tetapi juga susah bagi pemilik perahu karena berangkatnya harus menunggu air laut benar-benar pasang,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nelayan Puger terus disulitkan saat hendak berangkat dan pulang melaut. Hal ini menyusul air laut yang tengah surut. Hal itu karena muara Sungai Bedadung, yang menjadi salah satu tempat lalu lalang perahu dan jukung saat berangkat melaut, menjadi dangkal. Kondisi yang sama juga dialami ketika nelayan pulang dari mencari ikan.

Alhasil, mereka yang hendak berangkat dengan jukung dan perahu harus parkir dulu di muara Sungai Bedadung. Sebab, jika memaksa berangkat, akan terjadi penumpukan di muara. Hal ini diungkapkan Gufron, salah seorang nelayan asal Puger Wetan, Kecamatan Puger. “Kalau mau berangkat harus menunggu air laut pasang, baru bisa jalan. Tetapi juga susah bagi pemilik perahu karena berangkatnya harus menunggu air laut benar-benar pasang,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nelayan Puger terus disulitkan saat hendak berangkat dan pulang melaut. Hal ini menyusul air laut yang tengah surut. Hal itu karena muara Sungai Bedadung, yang menjadi salah satu tempat lalu lalang perahu dan jukung saat berangkat melaut, menjadi dangkal. Kondisi yang sama juga dialami ketika nelayan pulang dari mencari ikan.

Alhasil, mereka yang hendak berangkat dengan jukung dan perahu harus parkir dulu di muara Sungai Bedadung. Sebab, jika memaksa berangkat, akan terjadi penumpukan di muara. Hal ini diungkapkan Gufron, salah seorang nelayan asal Puger Wetan, Kecamatan Puger. “Kalau mau berangkat harus menunggu air laut pasang, baru bisa jalan. Tetapi juga susah bagi pemilik perahu karena berangkatnya harus menunggu air laut benar-benar pasang,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/