alexametrics
32 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Jember Antisipasi Gangguan Jaringan Internet dan PLN saat Tes CPNS

Tes CPNS Jangan sampai Bermasalah

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Penyelenggaraan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilangsungkan Selasa (14/9) hari ini sampai 19 September nanti telah melalui persiapan yang optimal. Kendati begitu, DPRD meminta agar Pemkab Jember tetap mewaspadai adanya gangguan teknis maupun lahirnya klaster baru Covid-19 karena tes CPNS.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, segala teknis persiapan memang telah dilakukan. Tetapi, berjaga-jaga untuk mengantisipasi gangguan harus tetap dilakukan. “Jaringan internet dan PLN harus tetap dijaga. Jangan sampai peserta tes terkendala karena itu,” kata Itqon.

Mobile_AP_Rectangle 2

Demi memperkecil kemungkinan terjadinya kendala, maka lembaga provider dan lembaga pemasok listrik selayaknya siaga. “Bagaimanapun, sarana ini penting untuk menunjang kesuksesan CPNS,” ujarnya.

Masalah selanjutnya yang mungkin terjadi yakni tidak berfungsinya komputer karena jumlahnya lumayan banyak, mencapai 200 unit. “Kalau ada komputer yang ngadat atau tidak connect, ini perlu diwaspadai,” tuturnya.

Hal yang tidak kalah penting, lanjut Itqon, menjaga kemungkinan petugas penyelenggaranya yang human error. Bisa jadi, ada peserta yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tetapi bisa masuk ke dalam ruangan tes. Misalnya, dalam aturan wajib mengenakan tiga lapis masker, tetapi ada yang hanya mengenakan satu masker saja.

Untuk itu, petugas penyelenggara harus berlapis, mengingat pandemi Jember masih level satu dan belum berakhir. “Jangan sampai karena human error bisa melahirkan klaster CPNS. Ini tidak kita harapkan, sehingga di lokasi perlu petugas berlapis. Apalagi dalam sehari akan ada tiga sesi,” jelasnya.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Penyelenggaraan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilangsungkan Selasa (14/9) hari ini sampai 19 September nanti telah melalui persiapan yang optimal. Kendati begitu, DPRD meminta agar Pemkab Jember tetap mewaspadai adanya gangguan teknis maupun lahirnya klaster baru Covid-19 karena tes CPNS.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, segala teknis persiapan memang telah dilakukan. Tetapi, berjaga-jaga untuk mengantisipasi gangguan harus tetap dilakukan. “Jaringan internet dan PLN harus tetap dijaga. Jangan sampai peserta tes terkendala karena itu,” kata Itqon.

Demi memperkecil kemungkinan terjadinya kendala, maka lembaga provider dan lembaga pemasok listrik selayaknya siaga. “Bagaimanapun, sarana ini penting untuk menunjang kesuksesan CPNS,” ujarnya.

Masalah selanjutnya yang mungkin terjadi yakni tidak berfungsinya komputer karena jumlahnya lumayan banyak, mencapai 200 unit. “Kalau ada komputer yang ngadat atau tidak connect, ini perlu diwaspadai,” tuturnya.

Hal yang tidak kalah penting, lanjut Itqon, menjaga kemungkinan petugas penyelenggaranya yang human error. Bisa jadi, ada peserta yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tetapi bisa masuk ke dalam ruangan tes. Misalnya, dalam aturan wajib mengenakan tiga lapis masker, tetapi ada yang hanya mengenakan satu masker saja.

Untuk itu, petugas penyelenggara harus berlapis, mengingat pandemi Jember masih level satu dan belum berakhir. “Jangan sampai karena human error bisa melahirkan klaster CPNS. Ini tidak kita harapkan, sehingga di lokasi perlu petugas berlapis. Apalagi dalam sehari akan ada tiga sesi,” jelasnya.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Penyelenggaraan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilangsungkan Selasa (14/9) hari ini sampai 19 September nanti telah melalui persiapan yang optimal. Kendati begitu, DPRD meminta agar Pemkab Jember tetap mewaspadai adanya gangguan teknis maupun lahirnya klaster baru Covid-19 karena tes CPNS.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, segala teknis persiapan memang telah dilakukan. Tetapi, berjaga-jaga untuk mengantisipasi gangguan harus tetap dilakukan. “Jaringan internet dan PLN harus tetap dijaga. Jangan sampai peserta tes terkendala karena itu,” kata Itqon.

Demi memperkecil kemungkinan terjadinya kendala, maka lembaga provider dan lembaga pemasok listrik selayaknya siaga. “Bagaimanapun, sarana ini penting untuk menunjang kesuksesan CPNS,” ujarnya.

Masalah selanjutnya yang mungkin terjadi yakni tidak berfungsinya komputer karena jumlahnya lumayan banyak, mencapai 200 unit. “Kalau ada komputer yang ngadat atau tidak connect, ini perlu diwaspadai,” tuturnya.

Hal yang tidak kalah penting, lanjut Itqon, menjaga kemungkinan petugas penyelenggaranya yang human error. Bisa jadi, ada peserta yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tetapi bisa masuk ke dalam ruangan tes. Misalnya, dalam aturan wajib mengenakan tiga lapis masker, tetapi ada yang hanya mengenakan satu masker saja.

Untuk itu, petugas penyelenggara harus berlapis, mengingat pandemi Jember masih level satu dan belum berakhir. “Jangan sampai karena human error bisa melahirkan klaster CPNS. Ini tidak kita harapkan, sehingga di lokasi perlu petugas berlapis. Apalagi dalam sehari akan ada tiga sesi,” jelasnya.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca