alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Ikan Cupang yang Menantang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, terasa begitu panas. Tapi tidak untuk Fatoni, pelajar kelas IV SD ini. Seusai sekolah daring, dia menyeret ibunya untuk diantar ke Rest Area Jubung. Bukan untuk ngopi ataupun makan. Tapi, menuju lapak penjual kian hias.

Mata Fatoni langsung tertuju ke puluhan botol kaca bening yang di dalamnya berisi ikan cupang. “Ini Ma, bagus. Warna putih. Kalau biru-merah sudah punya,” katanya.

Kesenangan Fatoni memburu ikan cupang seusai sekolah daring, mengingatkan Dibyo. “Jadi ingat waktu kecil,” kata pria 60 tahun, warga Puri Cempaka ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dibyo mengenal ikan cupang saat duduk di bangku SMP. Kira-kira 45 tahun yang lalu. Sepulang sekolah, tentu saja langsung ke ikan cupang kesayangannya yang diletakkan di dalam botol. Tak lama, temannya juga membawa cupang plus toples kosong.

Tanpa basa-basi, toples itu menjadi area bertanding ikan cupang. “Makanya dinamakan ikan tarung. Karena dijadikan tarung sama anak-anak dulu,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, terasa begitu panas. Tapi tidak untuk Fatoni, pelajar kelas IV SD ini. Seusai sekolah daring, dia menyeret ibunya untuk diantar ke Rest Area Jubung. Bukan untuk ngopi ataupun makan. Tapi, menuju lapak penjual kian hias.

Mata Fatoni langsung tertuju ke puluhan botol kaca bening yang di dalamnya berisi ikan cupang. “Ini Ma, bagus. Warna putih. Kalau biru-merah sudah punya,” katanya.

Kesenangan Fatoni memburu ikan cupang seusai sekolah daring, mengingatkan Dibyo. “Jadi ingat waktu kecil,” kata pria 60 tahun, warga Puri Cempaka ini.

Dibyo mengenal ikan cupang saat duduk di bangku SMP. Kira-kira 45 tahun yang lalu. Sepulang sekolah, tentu saja langsung ke ikan cupang kesayangannya yang diletakkan di dalam botol. Tak lama, temannya juga membawa cupang plus toples kosong.

Tanpa basa-basi, toples itu menjadi area bertanding ikan cupang. “Makanya dinamakan ikan tarung. Karena dijadikan tarung sama anak-anak dulu,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, terasa begitu panas. Tapi tidak untuk Fatoni, pelajar kelas IV SD ini. Seusai sekolah daring, dia menyeret ibunya untuk diantar ke Rest Area Jubung. Bukan untuk ngopi ataupun makan. Tapi, menuju lapak penjual kian hias.

Mata Fatoni langsung tertuju ke puluhan botol kaca bening yang di dalamnya berisi ikan cupang. “Ini Ma, bagus. Warna putih. Kalau biru-merah sudah punya,” katanya.

Kesenangan Fatoni memburu ikan cupang seusai sekolah daring, mengingatkan Dibyo. “Jadi ingat waktu kecil,” kata pria 60 tahun, warga Puri Cempaka ini.

Dibyo mengenal ikan cupang saat duduk di bangku SMP. Kira-kira 45 tahun yang lalu. Sepulang sekolah, tentu saja langsung ke ikan cupang kesayangannya yang diletakkan di dalam botol. Tak lama, temannya juga membawa cupang plus toples kosong.

Tanpa basa-basi, toples itu menjadi area bertanding ikan cupang. “Makanya dinamakan ikan tarung. Karena dijadikan tarung sama anak-anak dulu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/