alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Bisa Gunakan Green House

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah kaca atau green house menjadi salah satu bangunan yang berfungsi untuk budi daya tanaman hortikultura dengan sistem pertanian hidroponik. Di tengah anjloknya harga pangan tanaman hortikultura belakangan ini, pemanfaatan green house bisa menjadi salah satu solusi lantaran komoditas itu tak bisa tahan lama. Sebab, bangunan itu terbuat dari kaca atau plastik dan menutupi seluruh permukaan bangunan.

Menurut Dr Parawita Dewanti, dosen Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember, alternatif penanganan tanaman hortikultura bisa dengan pembangunan green house. “Fungsinya melindungi dari hujan dan angin kencang. Walau ditanam di lahan, kalau terlindungi akan mudah pengelolaannya. Pembangunan green house juga dapat disesuaikan dengan kemampuan biaya petani,” ungkapnya.

Sebab, kerusakan produk tanaman dapat jauh ditekan dengan rumah kaca tersebut. Pembangunan green house juga dapat memakai bambu atau kayu. Atapnya dapat memanfaatkan plastik ataupun kaca. “Pembuatan green house mengikuti biaya. Tergantung ketahanannya. Kalau memakai kaca, dapat digunakan sampai berpuluh-puluh tahun. Kalau memakai plastik, bertahan enam bulan,” beber Parawita.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemanfaatan rumah kaca tersebut sudah umum digunakan tak hanya di Jember. Lebih lanjut, Parawita menyebut, pemanfaatan green house sudah banyak digunakan di daerah Jawa Barat. Bahkan, sejak puluhan tahun lalu. Sebab, lokasi pembangunan green house itu gampang. Bisa di halaman atau pekarangan rumah. Kelebihannya, memiliki keunggulan dibandingkan dengan bercocok tanam di lahan pertanian secara langsung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah kaca atau green house menjadi salah satu bangunan yang berfungsi untuk budi daya tanaman hortikultura dengan sistem pertanian hidroponik. Di tengah anjloknya harga pangan tanaman hortikultura belakangan ini, pemanfaatan green house bisa menjadi salah satu solusi lantaran komoditas itu tak bisa tahan lama. Sebab, bangunan itu terbuat dari kaca atau plastik dan menutupi seluruh permukaan bangunan.

Menurut Dr Parawita Dewanti, dosen Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember, alternatif penanganan tanaman hortikultura bisa dengan pembangunan green house. “Fungsinya melindungi dari hujan dan angin kencang. Walau ditanam di lahan, kalau terlindungi akan mudah pengelolaannya. Pembangunan green house juga dapat disesuaikan dengan kemampuan biaya petani,” ungkapnya.

Sebab, kerusakan produk tanaman dapat jauh ditekan dengan rumah kaca tersebut. Pembangunan green house juga dapat memakai bambu atau kayu. Atapnya dapat memanfaatkan plastik ataupun kaca. “Pembuatan green house mengikuti biaya. Tergantung ketahanannya. Kalau memakai kaca, dapat digunakan sampai berpuluh-puluh tahun. Kalau memakai plastik, bertahan enam bulan,” beber Parawita.

Pemanfaatan rumah kaca tersebut sudah umum digunakan tak hanya di Jember. Lebih lanjut, Parawita menyebut, pemanfaatan green house sudah banyak digunakan di daerah Jawa Barat. Bahkan, sejak puluhan tahun lalu. Sebab, lokasi pembangunan green house itu gampang. Bisa di halaman atau pekarangan rumah. Kelebihannya, memiliki keunggulan dibandingkan dengan bercocok tanam di lahan pertanian secara langsung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah kaca atau green house menjadi salah satu bangunan yang berfungsi untuk budi daya tanaman hortikultura dengan sistem pertanian hidroponik. Di tengah anjloknya harga pangan tanaman hortikultura belakangan ini, pemanfaatan green house bisa menjadi salah satu solusi lantaran komoditas itu tak bisa tahan lama. Sebab, bangunan itu terbuat dari kaca atau plastik dan menutupi seluruh permukaan bangunan.

Menurut Dr Parawita Dewanti, dosen Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember, alternatif penanganan tanaman hortikultura bisa dengan pembangunan green house. “Fungsinya melindungi dari hujan dan angin kencang. Walau ditanam di lahan, kalau terlindungi akan mudah pengelolaannya. Pembangunan green house juga dapat disesuaikan dengan kemampuan biaya petani,” ungkapnya.

Sebab, kerusakan produk tanaman dapat jauh ditekan dengan rumah kaca tersebut. Pembangunan green house juga dapat memakai bambu atau kayu. Atapnya dapat memanfaatkan plastik ataupun kaca. “Pembuatan green house mengikuti biaya. Tergantung ketahanannya. Kalau memakai kaca, dapat digunakan sampai berpuluh-puluh tahun. Kalau memakai plastik, bertahan enam bulan,” beber Parawita.

Pemanfaatan rumah kaca tersebut sudah umum digunakan tak hanya di Jember. Lebih lanjut, Parawita menyebut, pemanfaatan green house sudah banyak digunakan di daerah Jawa Barat. Bahkan, sejak puluhan tahun lalu. Sebab, lokasi pembangunan green house itu gampang. Bisa di halaman atau pekarangan rumah. Kelebihannya, memiliki keunggulan dibandingkan dengan bercocok tanam di lahan pertanian secara langsung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/