alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Berharap Ada Kebijakan Ekspor

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petang itu, Riyanto masih sibuk mengikat tali ke bambu yang menjadi tiang penyangga tanaman, atau lanjaran. Lahan seluas 180 meter persegi miliknya ini penuh dengan bambu dan tali berbahan plastik. Lanjaran tersebut dipasang sebagai tempat merambatnya tanaman kacang panjang. Pekerjaan itu dia selesaikan sendiri, tanpa menggunakan bantuan tenaga kerja yang lain.

“Maklum, pendapatan panen sebelumnya tak sesuai target. Sekarang terpaksa digarap sendiri, karena tidak bisa mempekerjakan orang lain. Lanjaran ini pun saya sendiri yang menancapkan,” katanya. Sebelumnya, Riyanto menanam kubis, tapi harganya jatuh.

Sejurus kemudian, dia duduk beristirahat. Semilir angin di persawahan Dusun Curahrejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, tersebut seolah menjadi sarana melepas penat. Riyanto menikmati betul suasana itu, seperti tak terjadi apa-apa. Padahal, dia baru saja merugi lantaran panen kubis sebelumnya bikin pria kelahiran 1987 itu nyaris bangkrut.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bayangkan saja, harga kubis saat itu masih Rp 500 per kilogram. Kan saya dilema. Daripada tidak mendapat apa-apa, terpaksa saya jual ke tengkulak,” ungkapnya. Sambil lalu dia terus bercerita bahwa keputusan itu memang harus diambil. Sebab, kalau sekarang, dengan harga tak sampai Rp 300 per kilogram, dirinya akan jauh lebih buntung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petang itu, Riyanto masih sibuk mengikat tali ke bambu yang menjadi tiang penyangga tanaman, atau lanjaran. Lahan seluas 180 meter persegi miliknya ini penuh dengan bambu dan tali berbahan plastik. Lanjaran tersebut dipasang sebagai tempat merambatnya tanaman kacang panjang. Pekerjaan itu dia selesaikan sendiri, tanpa menggunakan bantuan tenaga kerja yang lain.

“Maklum, pendapatan panen sebelumnya tak sesuai target. Sekarang terpaksa digarap sendiri, karena tidak bisa mempekerjakan orang lain. Lanjaran ini pun saya sendiri yang menancapkan,” katanya. Sebelumnya, Riyanto menanam kubis, tapi harganya jatuh.

Sejurus kemudian, dia duduk beristirahat. Semilir angin di persawahan Dusun Curahrejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, tersebut seolah menjadi sarana melepas penat. Riyanto menikmati betul suasana itu, seperti tak terjadi apa-apa. Padahal, dia baru saja merugi lantaran panen kubis sebelumnya bikin pria kelahiran 1987 itu nyaris bangkrut.

“Bayangkan saja, harga kubis saat itu masih Rp 500 per kilogram. Kan saya dilema. Daripada tidak mendapat apa-apa, terpaksa saya jual ke tengkulak,” ungkapnya. Sambil lalu dia terus bercerita bahwa keputusan itu memang harus diambil. Sebab, kalau sekarang, dengan harga tak sampai Rp 300 per kilogram, dirinya akan jauh lebih buntung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petang itu, Riyanto masih sibuk mengikat tali ke bambu yang menjadi tiang penyangga tanaman, atau lanjaran. Lahan seluas 180 meter persegi miliknya ini penuh dengan bambu dan tali berbahan plastik. Lanjaran tersebut dipasang sebagai tempat merambatnya tanaman kacang panjang. Pekerjaan itu dia selesaikan sendiri, tanpa menggunakan bantuan tenaga kerja yang lain.

“Maklum, pendapatan panen sebelumnya tak sesuai target. Sekarang terpaksa digarap sendiri, karena tidak bisa mempekerjakan orang lain. Lanjaran ini pun saya sendiri yang menancapkan,” katanya. Sebelumnya, Riyanto menanam kubis, tapi harganya jatuh.

Sejurus kemudian, dia duduk beristirahat. Semilir angin di persawahan Dusun Curahrejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, tersebut seolah menjadi sarana melepas penat. Riyanto menikmati betul suasana itu, seperti tak terjadi apa-apa. Padahal, dia baru saja merugi lantaran panen kubis sebelumnya bikin pria kelahiran 1987 itu nyaris bangkrut.

“Bayangkan saja, harga kubis saat itu masih Rp 500 per kilogram. Kan saya dilema. Daripada tidak mendapat apa-apa, terpaksa saya jual ke tengkulak,” ungkapnya. Sambil lalu dia terus bercerita bahwa keputusan itu memang harus diambil. Sebab, kalau sekarang, dengan harga tak sampai Rp 300 per kilogram, dirinya akan jauh lebih buntung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/