alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Sedikit Beda, Lomba MTQ di Ruang Terbuka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten tahun ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Saat membuka perlombaan, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan, sengaja membuat ajang itu digelar di Alun-alun Jember mulai 13 sampai 14 Agustus. Selain menggemakan lantunan indah ayat Al-Quran kepada masyarakat umum juga menjadi kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berdagang.
Sebanyak 983 peserta akan berlomba melantunkan bacaan Quran dengan qiraat. Jumlah itu cukup banyak. Menurut Bupati Hendy, kegiatan yang dilaksanakan di ruang terbuka itu akan menjadi dakwah bil hal atau secara nyata. “Jika dilakukan di masjid atau pesantren itu sudah biasa,” ucapnya, kemarin (13/8).
Bahkan ke depannya, dia berharap lomba MTQ bisa dilaksanakan kembali di tempat-tempat wisata. Seperti Rembangan dan Pantai Watu Ulo. Karena bisa menjadi nilai dakwah dan memenuhi tujuan yang diharapkan dari pelaksanaannya. Membumikan Al-Quran di Jember. Selain itu, juga lebih banyak mengkader para pecinta dan penghafal kitab suci umat islam itu. Ditambah dengan membuka peluang UMKM yang lebih banyak untuk berjualan di sekitarnya.
Dia menambahkan, membaca Al-Quran di masjid memang sangat efektif karena keheningan dan kesunyiannya. Berbeda jika di tempat terbuka yang dipenuhi keramaian orang berlalu lalang. Ini, kata dia, bisa menjadi bentuk tes kefokusan peserta untuk melatih kehitmatannya dalam berqiraat.
Pemkab Jember berkomitmen untuk mengawal para peserta MTQ. Bukan hanya di tingkat kabupaten, tapi hingga provinsi, nasional, dan internasional. Dia berharap agar lomba tersebut bisa dilakukan setiap tahun dan masuk dalam salah satu kalender utama kegiatan Pemkab. “Bentuk dukungan dari kami salah satunya berupa anggaran khusus untuk mereka (peserta MTQ yang akan berlomba sampai tingkat lebih tinggi),” ungkap suami Ketua TP PKK Kasih Fajarini.
Dengan optimistis, Bupati Hendy akan membuktikan bahwa Jember adalah tempatnya juara. Dengan keseriusan Pemkab untuk menularkan para pembaca dan penghafal Quran agar bisa eksis sampai manca negara. “Jember tempatnya para pembaca Al-Quran,” tuturnya
Apresiasinya diberikan kepada para peserta lomba MTQ yang sangat antusias mendaftarkan diri. Baik dari pesantren maupun sekolah umum. Di tahun depan, harapnnya peserta bisa mencapai dua ribu. Dia juga berpesan kepada para peserta agar bukan hanya berniat lomba, tetapi dalam lubuk hati yang paling dalam diniatkan untuk Allah.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: Mega Silvia

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten tahun ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Saat membuka perlombaan, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan, sengaja membuat ajang itu digelar di Alun-alun Jember mulai 13 sampai 14 Agustus. Selain menggemakan lantunan indah ayat Al-Quran kepada masyarakat umum juga menjadi kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berdagang.
Sebanyak 983 peserta akan berlomba melantunkan bacaan Quran dengan qiraat. Jumlah itu cukup banyak. Menurut Bupati Hendy, kegiatan yang dilaksanakan di ruang terbuka itu akan menjadi dakwah bil hal atau secara nyata. “Jika dilakukan di masjid atau pesantren itu sudah biasa,” ucapnya, kemarin (13/8).
Bahkan ke depannya, dia berharap lomba MTQ bisa dilaksanakan kembali di tempat-tempat wisata. Seperti Rembangan dan Pantai Watu Ulo. Karena bisa menjadi nilai dakwah dan memenuhi tujuan yang diharapkan dari pelaksanaannya. Membumikan Al-Quran di Jember. Selain itu, juga lebih banyak mengkader para pecinta dan penghafal kitab suci umat islam itu. Ditambah dengan membuka peluang UMKM yang lebih banyak untuk berjualan di sekitarnya.
Dia menambahkan, membaca Al-Quran di masjid memang sangat efektif karena keheningan dan kesunyiannya. Berbeda jika di tempat terbuka yang dipenuhi keramaian orang berlalu lalang. Ini, kata dia, bisa menjadi bentuk tes kefokusan peserta untuk melatih kehitmatannya dalam berqiraat.
Pemkab Jember berkomitmen untuk mengawal para peserta MTQ. Bukan hanya di tingkat kabupaten, tapi hingga provinsi, nasional, dan internasional. Dia berharap agar lomba tersebut bisa dilakukan setiap tahun dan masuk dalam salah satu kalender utama kegiatan Pemkab. “Bentuk dukungan dari kami salah satunya berupa anggaran khusus untuk mereka (peserta MTQ yang akan berlomba sampai tingkat lebih tinggi),” ungkap suami Ketua TP PKK Kasih Fajarini.
Dengan optimistis, Bupati Hendy akan membuktikan bahwa Jember adalah tempatnya juara. Dengan keseriusan Pemkab untuk menularkan para pembaca dan penghafal Quran agar bisa eksis sampai manca negara. “Jember tempatnya para pembaca Al-Quran,” tuturnya
Apresiasinya diberikan kepada para peserta lomba MTQ yang sangat antusias mendaftarkan diri. Baik dari pesantren maupun sekolah umum. Di tahun depan, harapnnya peserta bisa mencapai dua ribu. Dia juga berpesan kepada para peserta agar bukan hanya berniat lomba, tetapi dalam lubuk hati yang paling dalam diniatkan untuk Allah.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: Mega Silvia

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten tahun ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Saat membuka perlombaan, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan, sengaja membuat ajang itu digelar di Alun-alun Jember mulai 13 sampai 14 Agustus. Selain menggemakan lantunan indah ayat Al-Quran kepada masyarakat umum juga menjadi kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berdagang.
Sebanyak 983 peserta akan berlomba melantunkan bacaan Quran dengan qiraat. Jumlah itu cukup banyak. Menurut Bupati Hendy, kegiatan yang dilaksanakan di ruang terbuka itu akan menjadi dakwah bil hal atau secara nyata. “Jika dilakukan di masjid atau pesantren itu sudah biasa,” ucapnya, kemarin (13/8).
Bahkan ke depannya, dia berharap lomba MTQ bisa dilaksanakan kembali di tempat-tempat wisata. Seperti Rembangan dan Pantai Watu Ulo. Karena bisa menjadi nilai dakwah dan memenuhi tujuan yang diharapkan dari pelaksanaannya. Membumikan Al-Quran di Jember. Selain itu, juga lebih banyak mengkader para pecinta dan penghafal kitab suci umat islam itu. Ditambah dengan membuka peluang UMKM yang lebih banyak untuk berjualan di sekitarnya.
Dia menambahkan, membaca Al-Quran di masjid memang sangat efektif karena keheningan dan kesunyiannya. Berbeda jika di tempat terbuka yang dipenuhi keramaian orang berlalu lalang. Ini, kata dia, bisa menjadi bentuk tes kefokusan peserta untuk melatih kehitmatannya dalam berqiraat.
Pemkab Jember berkomitmen untuk mengawal para peserta MTQ. Bukan hanya di tingkat kabupaten, tapi hingga provinsi, nasional, dan internasional. Dia berharap agar lomba tersebut bisa dilakukan setiap tahun dan masuk dalam salah satu kalender utama kegiatan Pemkab. “Bentuk dukungan dari kami salah satunya berupa anggaran khusus untuk mereka (peserta MTQ yang akan berlomba sampai tingkat lebih tinggi),” ungkap suami Ketua TP PKK Kasih Fajarini.
Dengan optimistis, Bupati Hendy akan membuktikan bahwa Jember adalah tempatnya juara. Dengan keseriusan Pemkab untuk menularkan para pembaca dan penghafal Quran agar bisa eksis sampai manca negara. “Jember tempatnya para pembaca Al-Quran,” tuturnya
Apresiasinya diberikan kepada para peserta lomba MTQ yang sangat antusias mendaftarkan diri. Baik dari pesantren maupun sekolah umum. Di tahun depan, harapnnya peserta bisa mencapai dua ribu. Dia juga berpesan kepada para peserta agar bukan hanya berniat lomba, tetapi dalam lubuk hati yang paling dalam diniatkan untuk Allah.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: Mega Silvia

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/