alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Terobosan Ponpes Darus Sholah Jember, Ngaji Kitab Kuning secara Live

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berawal dari membina pengajian dari kampung ke kampung, Kiai Yusuf Muhammad, atau biasa dipanggil Gus Yus, mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sholah. Ponpes ini berdiri pada tahun 1987. lokasinya di Jalan Moh. Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, dengan luas sekitar 8 hektare. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh KHR As’ad Syamsul Arifin, Sukorejo, Sitobondo.

Baca Juga : Perlu Jaga Asupan Gizi saat Puasa

Ketua Pengurus Ponpes Darus Sholah M Agustia Maradika mengatakan, Gus Yus merupakan cucu dari Kiai Siddiq, Jember, salah satu tokoh yang banyak melahirkan pejuang-pejuang Islam. “Kiai Muhammad menikah dengan Nyai Zainab, putri Kiai Shiddiq, jadi Gus Yus ini masih keponakan Kiai Achmad Siddiq, tokoh besar NU itu,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah wafatnya sang pendiri pada 30 November 2004, akibat kecelakaan pesawat Lion Air di Surakarta, kepemimpinan pesantren ini dipegang istrinya, Nyai Rosyidah, sampai sekarang. “Bu Nyai semua yang pegang, mulai dari pengasuh sama ketua yayasan pesantren, namun dibantu sama putra-putranya,” tambahnya.

Hingga sekarang, Pesantren Darus Sholah sudah berusia 35 tahun. Tentu dengan pesatnya perkembangan, pesantren ini mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Beberapa program sekolah dan kegiatan pondok sudah memakai sistem modern. Seperti TK, SD, SMP plus, SMA unggulan, MA/MAK, dan lain-lain. Dengannya, Darus Sholah makin diminati masyarakat. “Alhamdulillah, santrinya sudah banyak, tidak seperti awal merintis,” ujar Dika.

Sementara, pesantren ini bukan hanya disinggahi oleh mereka yang menetap di pondok. Pesantren tetap menerima santri yang pulang pergi (PP) dari rumahnya untuk mengikuti kegiatan pondok. Hal ini karena banyak anak-anak di Tegal Besar dan sekitarnya yang juga menimba ilmu di pondok pesantren tersebut. “Kalau kegiatan pondok sekarang, kami sering live streaming agar yang di luar bisa nimbrung juga,” jelasnya.

Bangun Kebersamaan lewat Buka dan Sahur Bersama

Ponpes Darus Sholah ini nantinya akan meliburkan semua kegiatan santri pada tanggal 17 Ramadan atau sebentar lagi. Sebelum libur, para santri wajib mengikuti kegiatan keagamaan. Mulai dari Subuh hingga menjelang buka puasa. Dilanjutkan setelah salat Tarawih ada kajian kitab oleh para pengurus pesantren.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berawal dari membina pengajian dari kampung ke kampung, Kiai Yusuf Muhammad, atau biasa dipanggil Gus Yus, mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sholah. Ponpes ini berdiri pada tahun 1987. lokasinya di Jalan Moh. Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, dengan luas sekitar 8 hektare. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh KHR As’ad Syamsul Arifin, Sukorejo, Sitobondo.

Baca Juga : Perlu Jaga Asupan Gizi saat Puasa

Ketua Pengurus Ponpes Darus Sholah M Agustia Maradika mengatakan, Gus Yus merupakan cucu dari Kiai Siddiq, Jember, salah satu tokoh yang banyak melahirkan pejuang-pejuang Islam. “Kiai Muhammad menikah dengan Nyai Zainab, putri Kiai Shiddiq, jadi Gus Yus ini masih keponakan Kiai Achmad Siddiq, tokoh besar NU itu,” jelasnya.

Setelah wafatnya sang pendiri pada 30 November 2004, akibat kecelakaan pesawat Lion Air di Surakarta, kepemimpinan pesantren ini dipegang istrinya, Nyai Rosyidah, sampai sekarang. “Bu Nyai semua yang pegang, mulai dari pengasuh sama ketua yayasan pesantren, namun dibantu sama putra-putranya,” tambahnya.

Hingga sekarang, Pesantren Darus Sholah sudah berusia 35 tahun. Tentu dengan pesatnya perkembangan, pesantren ini mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Beberapa program sekolah dan kegiatan pondok sudah memakai sistem modern. Seperti TK, SD, SMP plus, SMA unggulan, MA/MAK, dan lain-lain. Dengannya, Darus Sholah makin diminati masyarakat. “Alhamdulillah, santrinya sudah banyak, tidak seperti awal merintis,” ujar Dika.

Sementara, pesantren ini bukan hanya disinggahi oleh mereka yang menetap di pondok. Pesantren tetap menerima santri yang pulang pergi (PP) dari rumahnya untuk mengikuti kegiatan pondok. Hal ini karena banyak anak-anak di Tegal Besar dan sekitarnya yang juga menimba ilmu di pondok pesantren tersebut. “Kalau kegiatan pondok sekarang, kami sering live streaming agar yang di luar bisa nimbrung juga,” jelasnya.

Bangun Kebersamaan lewat Buka dan Sahur Bersama

Ponpes Darus Sholah ini nantinya akan meliburkan semua kegiatan santri pada tanggal 17 Ramadan atau sebentar lagi. Sebelum libur, para santri wajib mengikuti kegiatan keagamaan. Mulai dari Subuh hingga menjelang buka puasa. Dilanjutkan setelah salat Tarawih ada kajian kitab oleh para pengurus pesantren.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berawal dari membina pengajian dari kampung ke kampung, Kiai Yusuf Muhammad, atau biasa dipanggil Gus Yus, mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sholah. Ponpes ini berdiri pada tahun 1987. lokasinya di Jalan Moh. Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, dengan luas sekitar 8 hektare. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh KHR As’ad Syamsul Arifin, Sukorejo, Sitobondo.

Baca Juga : Perlu Jaga Asupan Gizi saat Puasa

Ketua Pengurus Ponpes Darus Sholah M Agustia Maradika mengatakan, Gus Yus merupakan cucu dari Kiai Siddiq, Jember, salah satu tokoh yang banyak melahirkan pejuang-pejuang Islam. “Kiai Muhammad menikah dengan Nyai Zainab, putri Kiai Shiddiq, jadi Gus Yus ini masih keponakan Kiai Achmad Siddiq, tokoh besar NU itu,” jelasnya.

Setelah wafatnya sang pendiri pada 30 November 2004, akibat kecelakaan pesawat Lion Air di Surakarta, kepemimpinan pesantren ini dipegang istrinya, Nyai Rosyidah, sampai sekarang. “Bu Nyai semua yang pegang, mulai dari pengasuh sama ketua yayasan pesantren, namun dibantu sama putra-putranya,” tambahnya.

Hingga sekarang, Pesantren Darus Sholah sudah berusia 35 tahun. Tentu dengan pesatnya perkembangan, pesantren ini mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Beberapa program sekolah dan kegiatan pondok sudah memakai sistem modern. Seperti TK, SD, SMP plus, SMA unggulan, MA/MAK, dan lain-lain. Dengannya, Darus Sholah makin diminati masyarakat. “Alhamdulillah, santrinya sudah banyak, tidak seperti awal merintis,” ujar Dika.

Sementara, pesantren ini bukan hanya disinggahi oleh mereka yang menetap di pondok. Pesantren tetap menerima santri yang pulang pergi (PP) dari rumahnya untuk mengikuti kegiatan pondok. Hal ini karena banyak anak-anak di Tegal Besar dan sekitarnya yang juga menimba ilmu di pondok pesantren tersebut. “Kalau kegiatan pondok sekarang, kami sering live streaming agar yang di luar bisa nimbrung juga,” jelasnya.

Bangun Kebersamaan lewat Buka dan Sahur Bersama

Ponpes Darus Sholah ini nantinya akan meliburkan semua kegiatan santri pada tanggal 17 Ramadan atau sebentar lagi. Sebelum libur, para santri wajib mengikuti kegiatan keagamaan. Mulai dari Subuh hingga menjelang buka puasa. Dilanjutkan setelah salat Tarawih ada kajian kitab oleh para pengurus pesantren.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/