alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Kurangi Risiko Jalan Rusak

Pemkab Tambal Jalan Berlubang di 10 Titik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pengguna jalan bisa bernapas lega. Sebab, jalan lubang yang kerap membuat kaget tersebut mulai diperbaiki. Penambalan pun tidak langsung dengan aspal, tapi dibersihkan dulu sisa materialnya. Sebab, kebanyakan jalan berlubang di Jember ditutup dengan tanah hingga batu bata untuk mengurangi efek jeglongan.

 

DIPERBAIKI: Salah satu lubang di Jalan Mastrip diperbaiki oleh URC DPU BMSDA, kemarin (13/4). Setidaknya dalam tahap awal ada 10 titik ruas jalan di Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari yang diperbaiki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, petugas penambal jalan tersebut tidak langsung melakukan pengaspalan. Namun, mereka terlebih dahulu mengecek sistem drainase. Beton bertulang penutup saluran drainase itu dibuka. Kemudian, petugas mengambil alat untuk membuat lubang pembuangan air dari jalan beraspal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, petugas lainnya juga sibuk membersihkan material tanah dan batu bata yang menutup lubang jalan. “Kalau langsung diaspal tidak bisa. Material tanah harus dikeruk dan dibuang dulu. Selanjutnya, diberi kerikil dan diaspal,” ucap Suratno, Pengamat Jalan Wilayah Kota Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Jember.

Lubang di Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, itu kedalamannya bervariasi. Jika kedalaman hanya dua sentimeter, maka penambalan langsung diaspal tanpa penambahan kerikil terlebih dahulu. Bila kedalamannya lebih dari itu, prosesnya lebih rumit. Sebab, harus melalui tahap pembersihan dan penambahan kerikil atau batu koral.

Plt DPU BMSDA Jember Rahman Anda mengatakan, total biaya untuk perbaikan jalan setidaknya mencapai Rp 700 miliar. Namun, untuk anggaran perbaikan jalan rusak tahun ini, sekitar Rp 380 miliar. “Total sekitar Rp 700 miliar tersebut adalah multiyears perbaikan jalan berlubang. Untuk tahun ini anggarannya Rp 380 miliar,” jelasnya.

Setelah dilakukan kajian, ada 1.080,7 kilometer dan 789 ruas jalan yang rusak. Perinciannya, jalan rusak berat kurang lebih 1.013,80 km dan 66,9 km rusak ringan. Sementara itu, penutupan jalan berlubang pada awal puasa ini adalah langkah awal yang dikerjakan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) dari DPU BMSDA.

Penutupan jalan berlubang itu berlangsung di 10 titik. Rahman berkata, aksi ini sebagai langkah awal perbaikan sebelum nantinya dilanjutkan dengan pembangunan dan peningkatan jalan.

Dikatakannya, jalan itu rusak berat atau tidak, juga ada klasifikasinya. Di antaranya kerusakan jalan mencapai 60 persen. Diameter lubang mencapai 1 meter lebih dan kedalaman setidaknya 10 sentimeter.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, penambalan jalan berlubang ini dilakukan setelah sepekan sebelumnya, Kabupaten Jember menyelesaikan pembahasan APBD 2021. Untuk tahapan perbaikan, diawali dengan penambalan. Anggaran yang digunakan masih menggunakan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) ABPD yang sebelumnya sudah mendapat izin dari Gubernur Jawa Timur. “Setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan,” paparnya.

Sebanyak 10 titik yang menjadi fokus tahap pertama penambalan jalan berlubang tersebut, di antaranya ada di Kecamatan Patrang. Yaitu ruas Jalan Manggar, Jalan dr Soebandi, Jalan Cenderawasih, dan Jalan Nusa Indah. Wilayah Kecamatan Sumbersari di antaranya Jalan Mastrip, Jalan Karimata, dan Jalan Bengawan Solo. Sedangkan untuk Kaliwates, di ruas Jalan Udang Windu, Jalan Arowana, dan Jalan Gatot Subroto.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pengguna jalan bisa bernapas lega. Sebab, jalan lubang yang kerap membuat kaget tersebut mulai diperbaiki. Penambalan pun tidak langsung dengan aspal, tapi dibersihkan dulu sisa materialnya. Sebab, kebanyakan jalan berlubang di Jember ditutup dengan tanah hingga batu bata untuk mengurangi efek jeglongan.

 

DIPERBAIKI: Salah satu lubang di Jalan Mastrip diperbaiki oleh URC DPU BMSDA, kemarin (13/4). Setidaknya dalam tahap awal ada 10 titik ruas jalan di Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari yang diperbaiki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, petugas penambal jalan tersebut tidak langsung melakukan pengaspalan. Namun, mereka terlebih dahulu mengecek sistem drainase. Beton bertulang penutup saluran drainase itu dibuka. Kemudian, petugas mengambil alat untuk membuat lubang pembuangan air dari jalan beraspal.

Sementara itu, petugas lainnya juga sibuk membersihkan material tanah dan batu bata yang menutup lubang jalan. “Kalau langsung diaspal tidak bisa. Material tanah harus dikeruk dan dibuang dulu. Selanjutnya, diberi kerikil dan diaspal,” ucap Suratno, Pengamat Jalan Wilayah Kota Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Jember.

Lubang di Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, itu kedalamannya bervariasi. Jika kedalaman hanya dua sentimeter, maka penambalan langsung diaspal tanpa penambahan kerikil terlebih dahulu. Bila kedalamannya lebih dari itu, prosesnya lebih rumit. Sebab, harus melalui tahap pembersihan dan penambahan kerikil atau batu koral.

Plt DPU BMSDA Jember Rahman Anda mengatakan, total biaya untuk perbaikan jalan setidaknya mencapai Rp 700 miliar. Namun, untuk anggaran perbaikan jalan rusak tahun ini, sekitar Rp 380 miliar. “Total sekitar Rp 700 miliar tersebut adalah multiyears perbaikan jalan berlubang. Untuk tahun ini anggarannya Rp 380 miliar,” jelasnya.

Setelah dilakukan kajian, ada 1.080,7 kilometer dan 789 ruas jalan yang rusak. Perinciannya, jalan rusak berat kurang lebih 1.013,80 km dan 66,9 km rusak ringan. Sementara itu, penutupan jalan berlubang pada awal puasa ini adalah langkah awal yang dikerjakan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) dari DPU BMSDA.

Penutupan jalan berlubang itu berlangsung di 10 titik. Rahman berkata, aksi ini sebagai langkah awal perbaikan sebelum nantinya dilanjutkan dengan pembangunan dan peningkatan jalan.

Dikatakannya, jalan itu rusak berat atau tidak, juga ada klasifikasinya. Di antaranya kerusakan jalan mencapai 60 persen. Diameter lubang mencapai 1 meter lebih dan kedalaman setidaknya 10 sentimeter.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, penambalan jalan berlubang ini dilakukan setelah sepekan sebelumnya, Kabupaten Jember menyelesaikan pembahasan APBD 2021. Untuk tahapan perbaikan, diawali dengan penambalan. Anggaran yang digunakan masih menggunakan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) ABPD yang sebelumnya sudah mendapat izin dari Gubernur Jawa Timur. “Setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan,” paparnya.

Sebanyak 10 titik yang menjadi fokus tahap pertama penambalan jalan berlubang tersebut, di antaranya ada di Kecamatan Patrang. Yaitu ruas Jalan Manggar, Jalan dr Soebandi, Jalan Cenderawasih, dan Jalan Nusa Indah. Wilayah Kecamatan Sumbersari di antaranya Jalan Mastrip, Jalan Karimata, dan Jalan Bengawan Solo. Sedangkan untuk Kaliwates, di ruas Jalan Udang Windu, Jalan Arowana, dan Jalan Gatot Subroto.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pengguna jalan bisa bernapas lega. Sebab, jalan lubang yang kerap membuat kaget tersebut mulai diperbaiki. Penambalan pun tidak langsung dengan aspal, tapi dibersihkan dulu sisa materialnya. Sebab, kebanyakan jalan berlubang di Jember ditutup dengan tanah hingga batu bata untuk mengurangi efek jeglongan.

 

DIPERBAIKI: Salah satu lubang di Jalan Mastrip diperbaiki oleh URC DPU BMSDA, kemarin (13/4). Setidaknya dalam tahap awal ada 10 titik ruas jalan di Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari yang diperbaiki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, petugas penambal jalan tersebut tidak langsung melakukan pengaspalan. Namun, mereka terlebih dahulu mengecek sistem drainase. Beton bertulang penutup saluran drainase itu dibuka. Kemudian, petugas mengambil alat untuk membuat lubang pembuangan air dari jalan beraspal.

Sementara itu, petugas lainnya juga sibuk membersihkan material tanah dan batu bata yang menutup lubang jalan. “Kalau langsung diaspal tidak bisa. Material tanah harus dikeruk dan dibuang dulu. Selanjutnya, diberi kerikil dan diaspal,” ucap Suratno, Pengamat Jalan Wilayah Kota Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Jember.

Lubang di Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, itu kedalamannya bervariasi. Jika kedalaman hanya dua sentimeter, maka penambalan langsung diaspal tanpa penambahan kerikil terlebih dahulu. Bila kedalamannya lebih dari itu, prosesnya lebih rumit. Sebab, harus melalui tahap pembersihan dan penambahan kerikil atau batu koral.

Plt DPU BMSDA Jember Rahman Anda mengatakan, total biaya untuk perbaikan jalan setidaknya mencapai Rp 700 miliar. Namun, untuk anggaran perbaikan jalan rusak tahun ini, sekitar Rp 380 miliar. “Total sekitar Rp 700 miliar tersebut adalah multiyears perbaikan jalan berlubang. Untuk tahun ini anggarannya Rp 380 miliar,” jelasnya.

Setelah dilakukan kajian, ada 1.080,7 kilometer dan 789 ruas jalan yang rusak. Perinciannya, jalan rusak berat kurang lebih 1.013,80 km dan 66,9 km rusak ringan. Sementara itu, penutupan jalan berlubang pada awal puasa ini adalah langkah awal yang dikerjakan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) dari DPU BMSDA.

Penutupan jalan berlubang itu berlangsung di 10 titik. Rahman berkata, aksi ini sebagai langkah awal perbaikan sebelum nantinya dilanjutkan dengan pembangunan dan peningkatan jalan.

Dikatakannya, jalan itu rusak berat atau tidak, juga ada klasifikasinya. Di antaranya kerusakan jalan mencapai 60 persen. Diameter lubang mencapai 1 meter lebih dan kedalaman setidaknya 10 sentimeter.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, penambalan jalan berlubang ini dilakukan setelah sepekan sebelumnya, Kabupaten Jember menyelesaikan pembahasan APBD 2021. Untuk tahapan perbaikan, diawali dengan penambalan. Anggaran yang digunakan masih menggunakan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) ABPD yang sebelumnya sudah mendapat izin dari Gubernur Jawa Timur. “Setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan,” paparnya.

Sebanyak 10 titik yang menjadi fokus tahap pertama penambalan jalan berlubang tersebut, di antaranya ada di Kecamatan Patrang. Yaitu ruas Jalan Manggar, Jalan dr Soebandi, Jalan Cenderawasih, dan Jalan Nusa Indah. Wilayah Kecamatan Sumbersari di antaranya Jalan Mastrip, Jalan Karimata, dan Jalan Bengawan Solo. Sedangkan untuk Kaliwates, di ruas Jalan Udang Windu, Jalan Arowana, dan Jalan Gatot Subroto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/