alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Langka, Ganti Masker dengan Tisu

Diberikan kepada Pasien Rawat Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) cukup mengkhawatirkan. Salah satu cara untuk mencegahnya yakni dengan menggunakan masker. Hanya saja, saat ini masker cukup sulit didapatkan. Untuk menyiasati agar kelangkaan itu tidak menjadi masalah, RS dr Soebandi Jember mengganti masker tersebut dengan tisu.

Penerapan masker tisu ini dilakukan oleh rumah sakit, karena setiap harinya membutuhkan 10 boks atau sekitar 500-1.000 masker. Sementara, di rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga pasien yang menjalani rawat inap, juga tetap membutuhkan masker. Oleh karenanya, bagi pasien yang rawat jalan, pihak rumah sakit menyiapkan tisu sebagai pengganti masker. Tak hanya itu, bagi keluarga pasien yang mengantar juga disediakan masker tisu tersebut.

Direktur Utama RS dr Soebandi Jember Hendro Soelistijono mengatakan, stok masker di pasaran sudah langka. Kalau kemudian tidak dilakukan pengiritan, dikhawatirkan stok masker akan habis. “Kalau setiap hari pengadaan masker sampai 1.000 sudah termasuk pengantar yang keluar masuk rumah sakit. Meski punya uang, tapi mau beli di mana sebanyak itu? Masker sekarang sulit didapat,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk itulah, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember ini menyebut, penerapan penggunaan masker tisu itu sebagai solusi. Dengan begitu, penggunaan masker siap pakai sudah menurun hingga separuhnya, atau sekitar lima boks saja setiap hari. “Kalau pasiennya masih sehat, lebih baik tidak diantar,” imbaunya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) cukup mengkhawatirkan. Salah satu cara untuk mencegahnya yakni dengan menggunakan masker. Hanya saja, saat ini masker cukup sulit didapatkan. Untuk menyiasati agar kelangkaan itu tidak menjadi masalah, RS dr Soebandi Jember mengganti masker tersebut dengan tisu.

Penerapan masker tisu ini dilakukan oleh rumah sakit, karena setiap harinya membutuhkan 10 boks atau sekitar 500-1.000 masker. Sementara, di rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga pasien yang menjalani rawat inap, juga tetap membutuhkan masker. Oleh karenanya, bagi pasien yang rawat jalan, pihak rumah sakit menyiapkan tisu sebagai pengganti masker. Tak hanya itu, bagi keluarga pasien yang mengantar juga disediakan masker tisu tersebut.

Direktur Utama RS dr Soebandi Jember Hendro Soelistijono mengatakan, stok masker di pasaran sudah langka. Kalau kemudian tidak dilakukan pengiritan, dikhawatirkan stok masker akan habis. “Kalau setiap hari pengadaan masker sampai 1.000 sudah termasuk pengantar yang keluar masuk rumah sakit. Meski punya uang, tapi mau beli di mana sebanyak itu? Masker sekarang sulit didapat,” ungkapnya.

Untuk itulah, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember ini menyebut, penerapan penggunaan masker tisu itu sebagai solusi. Dengan begitu, penggunaan masker siap pakai sudah menurun hingga separuhnya, atau sekitar lima boks saja setiap hari. “Kalau pasiennya masih sehat, lebih baik tidak diantar,” imbaunya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) cukup mengkhawatirkan. Salah satu cara untuk mencegahnya yakni dengan menggunakan masker. Hanya saja, saat ini masker cukup sulit didapatkan. Untuk menyiasati agar kelangkaan itu tidak menjadi masalah, RS dr Soebandi Jember mengganti masker tersebut dengan tisu.

Penerapan masker tisu ini dilakukan oleh rumah sakit, karena setiap harinya membutuhkan 10 boks atau sekitar 500-1.000 masker. Sementara, di rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga pasien yang menjalani rawat inap, juga tetap membutuhkan masker. Oleh karenanya, bagi pasien yang rawat jalan, pihak rumah sakit menyiapkan tisu sebagai pengganti masker. Tak hanya itu, bagi keluarga pasien yang mengantar juga disediakan masker tisu tersebut.

Direktur Utama RS dr Soebandi Jember Hendro Soelistijono mengatakan, stok masker di pasaran sudah langka. Kalau kemudian tidak dilakukan pengiritan, dikhawatirkan stok masker akan habis. “Kalau setiap hari pengadaan masker sampai 1.000 sudah termasuk pengantar yang keluar masuk rumah sakit. Meski punya uang, tapi mau beli di mana sebanyak itu? Masker sekarang sulit didapat,” ungkapnya.

Untuk itulah, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember ini menyebut, penerapan penggunaan masker tisu itu sebagai solusi. Dengan begitu, penggunaan masker siap pakai sudah menurun hingga separuhnya, atau sekitar lima boks saja setiap hari. “Kalau pasiennya masih sehat, lebih baik tidak diantar,” imbaunya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/