alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ajukan Cadangan Beras 99 Ton

Antisipasi Dampak Bencana Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Jember tak perlu panik terhadap stok pangan di tengah wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Meski pemerintah pusat memperpanjang status darurat hingga 29 Mei, sejauh ini stok bahan pokok terutama beras di Jember mencukupi hingga akhir 2020 nanti. Tak hanya itu, Pemkab Jember juga sudah bersiaga dengan mengajukan cadangan beras ke Bulog sebagai antisipasi terhadap dampak bencana korona.

Nantinya, bila kondisi benar-benar darurat, cadangan beras ini bakal disalurkan langsung ke masyarakat yang terdampak wabah. Ini sesuai dengan imbauan Kementerian Sosial (Kemensos) agar bantuan pemerintah daerah yang menyalurkan bantuan berasnya berasal dari Bulog. Pemkab disebut juga baru ini mengajukan cadangan beras darurat bencana tersebut. Tahun sebelumnya, pemerintah daerah tak mengajukannya ke Bulog.

Wakil Kepala Bulog Subdivre Jember Makki Febrianto mengatakan, di tengah pandemi korona seperti ini, Pemkab Jember sudah mengajukan bantuan beras kepada Bulog. Pengajuan ini sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah di tengah ancaman wabah, sehingga tak sampai terjadi kelangkaan bahan pangan di pasaran. “Jumlah yang diajukan sebanyak 99 ton. Jatah itu adalah untuk kedaruratan bencana,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketersediaan bahan pangan memang menjadi salah satu yang dikhawatirkan oleh publik saat pandemi korona berlangsung. Masyarakat khawatir bila kondisi darurat korona ini tak segera berakhir, bakal terjadi kelangkaan akibat panic buying hingga ada yang main borong bahan pangan di pasaran. Namun terkait hal itu, Bulog Jember memastikan, kelangkaan bahan pangan, utamanya beras, tidak akan terjadi. “Hingga kini masih aman. Stok beras di kami ada 47 ribu ton,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Jember tak perlu panik terhadap stok pangan di tengah wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Meski pemerintah pusat memperpanjang status darurat hingga 29 Mei, sejauh ini stok bahan pokok terutama beras di Jember mencukupi hingga akhir 2020 nanti. Tak hanya itu, Pemkab Jember juga sudah bersiaga dengan mengajukan cadangan beras ke Bulog sebagai antisipasi terhadap dampak bencana korona.

Nantinya, bila kondisi benar-benar darurat, cadangan beras ini bakal disalurkan langsung ke masyarakat yang terdampak wabah. Ini sesuai dengan imbauan Kementerian Sosial (Kemensos) agar bantuan pemerintah daerah yang menyalurkan bantuan berasnya berasal dari Bulog. Pemkab disebut juga baru ini mengajukan cadangan beras darurat bencana tersebut. Tahun sebelumnya, pemerintah daerah tak mengajukannya ke Bulog.

Wakil Kepala Bulog Subdivre Jember Makki Febrianto mengatakan, di tengah pandemi korona seperti ini, Pemkab Jember sudah mengajukan bantuan beras kepada Bulog. Pengajuan ini sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah di tengah ancaman wabah, sehingga tak sampai terjadi kelangkaan bahan pangan di pasaran. “Jumlah yang diajukan sebanyak 99 ton. Jatah itu adalah untuk kedaruratan bencana,” katanya.

Ketersediaan bahan pangan memang menjadi salah satu yang dikhawatirkan oleh publik saat pandemi korona berlangsung. Masyarakat khawatir bila kondisi darurat korona ini tak segera berakhir, bakal terjadi kelangkaan akibat panic buying hingga ada yang main borong bahan pangan di pasaran. Namun terkait hal itu, Bulog Jember memastikan, kelangkaan bahan pangan, utamanya beras, tidak akan terjadi. “Hingga kini masih aman. Stok beras di kami ada 47 ribu ton,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Jember tak perlu panik terhadap stok pangan di tengah wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Meski pemerintah pusat memperpanjang status darurat hingga 29 Mei, sejauh ini stok bahan pokok terutama beras di Jember mencukupi hingga akhir 2020 nanti. Tak hanya itu, Pemkab Jember juga sudah bersiaga dengan mengajukan cadangan beras ke Bulog sebagai antisipasi terhadap dampak bencana korona.

Nantinya, bila kondisi benar-benar darurat, cadangan beras ini bakal disalurkan langsung ke masyarakat yang terdampak wabah. Ini sesuai dengan imbauan Kementerian Sosial (Kemensos) agar bantuan pemerintah daerah yang menyalurkan bantuan berasnya berasal dari Bulog. Pemkab disebut juga baru ini mengajukan cadangan beras darurat bencana tersebut. Tahun sebelumnya, pemerintah daerah tak mengajukannya ke Bulog.

Wakil Kepala Bulog Subdivre Jember Makki Febrianto mengatakan, di tengah pandemi korona seperti ini, Pemkab Jember sudah mengajukan bantuan beras kepada Bulog. Pengajuan ini sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah di tengah ancaman wabah, sehingga tak sampai terjadi kelangkaan bahan pangan di pasaran. “Jumlah yang diajukan sebanyak 99 ton. Jatah itu adalah untuk kedaruratan bencana,” katanya.

Ketersediaan bahan pangan memang menjadi salah satu yang dikhawatirkan oleh publik saat pandemi korona berlangsung. Masyarakat khawatir bila kondisi darurat korona ini tak segera berakhir, bakal terjadi kelangkaan akibat panic buying hingga ada yang main borong bahan pangan di pasaran. Namun terkait hal itu, Bulog Jember memastikan, kelangkaan bahan pangan, utamanya beras, tidak akan terjadi. “Hingga kini masih aman. Stok beras di kami ada 47 ribu ton,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/