alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ada Komunitas Penampungan Anjing

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Fun Dog Jember merupakan salah satu komunitas para pemilik anjing terbesar di Jember. Komunitas ini berdiri dua tahun belakangan. Hingga saat ini, Fun Dog mampu mengumpulkan 100 pemilik anjing. Setidaknya terdapat lebih dari 10 jenis anjing yang dimiliki komunitas yang didirikan oleh Lisa dan Anastasia, serta dua rekan lainnya tersebut.

Komunitas ini berawal dari hobi Lisa dan Anastasia yang gemar bermain dengan anjing. Selain itu, juga munculnya kegelisahan mereka melihat banyaknya anjing yang tidak diurus secara layak dan dibiarkan berkeliaran di tempat umum. “Banyak anjing berkeliaran di tempat umum karena dibuang, dikucilkan. Mereka hidup tidak layak,” ungkap Anastasia.

Ia pun mulai mengumpulkan anjing- anjing liar yang memang kondisinya genting agar lekas mendapat pertolongan. Pihaknya langsung merawat anjing di tempat yang lebih aman dan layak. Selanjutnya, Lisa dan kawan-kawan mencarikan pengadopsi untuk anjing yang sudah dipungut itu. “Kami carikan adopter yang bisa memperlakukan dan menghidupi anjing dengan layak,” kata Anastasia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Komunitas ini pun berkembang lebih jauh dengan berdirinya yayasan yang membidangi pemeliharaan anjing. Namun, semua aktivitas operasionalnya masih bersifat mandiri. Sehingga pemungutan anjingnya juga masih terbatas. “Kami berharap nanti punya salter sendiri,” imbuh Anastasia.

Komunitas ini tidak hanya berisi orang-orang yang gemar memelihara anjing. Namun juga melakukan edukasi pada sekolah-sekolah agar dapat memperlakukan anjing dengan baik. “Kami ke sekolah, ke alaun-alun. Pokoknya tahu caranya memperlakuan anjing, maka kamu tidak akan dicokot,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Fun Dog Jember merupakan salah satu komunitas para pemilik anjing terbesar di Jember. Komunitas ini berdiri dua tahun belakangan. Hingga saat ini, Fun Dog mampu mengumpulkan 100 pemilik anjing. Setidaknya terdapat lebih dari 10 jenis anjing yang dimiliki komunitas yang didirikan oleh Lisa dan Anastasia, serta dua rekan lainnya tersebut.

Komunitas ini berawal dari hobi Lisa dan Anastasia yang gemar bermain dengan anjing. Selain itu, juga munculnya kegelisahan mereka melihat banyaknya anjing yang tidak diurus secara layak dan dibiarkan berkeliaran di tempat umum. “Banyak anjing berkeliaran di tempat umum karena dibuang, dikucilkan. Mereka hidup tidak layak,” ungkap Anastasia.

Ia pun mulai mengumpulkan anjing- anjing liar yang memang kondisinya genting agar lekas mendapat pertolongan. Pihaknya langsung merawat anjing di tempat yang lebih aman dan layak. Selanjutnya, Lisa dan kawan-kawan mencarikan pengadopsi untuk anjing yang sudah dipungut itu. “Kami carikan adopter yang bisa memperlakukan dan menghidupi anjing dengan layak,” kata Anastasia.

Komunitas ini pun berkembang lebih jauh dengan berdirinya yayasan yang membidangi pemeliharaan anjing. Namun, semua aktivitas operasionalnya masih bersifat mandiri. Sehingga pemungutan anjingnya juga masih terbatas. “Kami berharap nanti punya salter sendiri,” imbuh Anastasia.

Komunitas ini tidak hanya berisi orang-orang yang gemar memelihara anjing. Namun juga melakukan edukasi pada sekolah-sekolah agar dapat memperlakukan anjing dengan baik. “Kami ke sekolah, ke alaun-alun. Pokoknya tahu caranya memperlakuan anjing, maka kamu tidak akan dicokot,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Fun Dog Jember merupakan salah satu komunitas para pemilik anjing terbesar di Jember. Komunitas ini berdiri dua tahun belakangan. Hingga saat ini, Fun Dog mampu mengumpulkan 100 pemilik anjing. Setidaknya terdapat lebih dari 10 jenis anjing yang dimiliki komunitas yang didirikan oleh Lisa dan Anastasia, serta dua rekan lainnya tersebut.

Komunitas ini berawal dari hobi Lisa dan Anastasia yang gemar bermain dengan anjing. Selain itu, juga munculnya kegelisahan mereka melihat banyaknya anjing yang tidak diurus secara layak dan dibiarkan berkeliaran di tempat umum. “Banyak anjing berkeliaran di tempat umum karena dibuang, dikucilkan. Mereka hidup tidak layak,” ungkap Anastasia.

Ia pun mulai mengumpulkan anjing- anjing liar yang memang kondisinya genting agar lekas mendapat pertolongan. Pihaknya langsung merawat anjing di tempat yang lebih aman dan layak. Selanjutnya, Lisa dan kawan-kawan mencarikan pengadopsi untuk anjing yang sudah dipungut itu. “Kami carikan adopter yang bisa memperlakukan dan menghidupi anjing dengan layak,” kata Anastasia.

Komunitas ini pun berkembang lebih jauh dengan berdirinya yayasan yang membidangi pemeliharaan anjing. Namun, semua aktivitas operasionalnya masih bersifat mandiri. Sehingga pemungutan anjingnya juga masih terbatas. “Kami berharap nanti punya salter sendiri,” imbuh Anastasia.

Komunitas ini tidak hanya berisi orang-orang yang gemar memelihara anjing. Namun juga melakukan edukasi pada sekolah-sekolah agar dapat memperlakukan anjing dengan baik. “Kami ke sekolah, ke alaun-alun. Pokoknya tahu caranya memperlakuan anjing, maka kamu tidak akan dicokot,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/