alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Jember Tidak Masuk Daftar Penerima Vaksin Booster, Ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember perlu berlari lebih kencang untuk mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi. Belum memenuhi target 70 persen vaksinasi dosis satu untuk masuk ke PPKM level 1, pemerintah Jember dihadapkan dengan kenyataan bahwa Jember tidak masuk dalam jajaran daerah di Jawa Timur yang bisa melaksanakan vaksinasi ketiga alias booster.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa vaksinasi booster nasional sudah berjalan. Namun, Jember masih belum mendapat kesempatan untuk menerimanya. “Harus 70 persen dulu,” tuturnya.

Targetnya, dia menambahkan bahwa pertengahan Januari atau paling lambat akhir Januari harus sudah dilakukan. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, capaian vaksinasi Jember dosis 1 masih mencapai sekitar 67 persen. Jadi, kurang sebanyak 3 persen atau sekitar 72.488 sasaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, PR berat ada pada capaian vaksinasi lansia di Jember yang harus mencapai 60 persen. Hingga kini, vaksinasi lansia di Jember masih mencapai 48,11 persen alias 134.684 sasaran.

Lantas, seberapa pentingkah vaksinasi booster tersebut dan bagaimana upaya yang harus dilakukan Pemkab Jember agar mencapai vaksin booster ? Mengingat, jangankan untuk vaksinasi dosis booster, vaksinasi satu dan dua saja masih susah mencari sasaran. “Dari awal, vaksinasi itu ditujukan untuk masyarakat rentan dan berisiko tinggi terhadap paparan Covid-19,” ungkap dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis penanganan pasien Covid-19 di Jember.

Itu mengapa, lanjutnya, tenaga kesehatan didahulukan. Berdasarkan data, vaksinasi booster nakes sudah menyasar 8.085 orang (114,40 persen). Dia menyebutkan bahwa vaksinasi tersedia juga harus dijalani untuk kelompok lain. Terutama bagi kelompok yang rentan terpapar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember perlu berlari lebih kencang untuk mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi. Belum memenuhi target 70 persen vaksinasi dosis satu untuk masuk ke PPKM level 1, pemerintah Jember dihadapkan dengan kenyataan bahwa Jember tidak masuk dalam jajaran daerah di Jawa Timur yang bisa melaksanakan vaksinasi ketiga alias booster.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa vaksinasi booster nasional sudah berjalan. Namun, Jember masih belum mendapat kesempatan untuk menerimanya. “Harus 70 persen dulu,” tuturnya.

Targetnya, dia menambahkan bahwa pertengahan Januari atau paling lambat akhir Januari harus sudah dilakukan. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, capaian vaksinasi Jember dosis 1 masih mencapai sekitar 67 persen. Jadi, kurang sebanyak 3 persen atau sekitar 72.488 sasaran.

Namun, PR berat ada pada capaian vaksinasi lansia di Jember yang harus mencapai 60 persen. Hingga kini, vaksinasi lansia di Jember masih mencapai 48,11 persen alias 134.684 sasaran.

Lantas, seberapa pentingkah vaksinasi booster tersebut dan bagaimana upaya yang harus dilakukan Pemkab Jember agar mencapai vaksin booster ? Mengingat, jangankan untuk vaksinasi dosis booster, vaksinasi satu dan dua saja masih susah mencari sasaran. “Dari awal, vaksinasi itu ditujukan untuk masyarakat rentan dan berisiko tinggi terhadap paparan Covid-19,” ungkap dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis penanganan pasien Covid-19 di Jember.

Itu mengapa, lanjutnya, tenaga kesehatan didahulukan. Berdasarkan data, vaksinasi booster nakes sudah menyasar 8.085 orang (114,40 persen). Dia menyebutkan bahwa vaksinasi tersedia juga harus dijalani untuk kelompok lain. Terutama bagi kelompok yang rentan terpapar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember perlu berlari lebih kencang untuk mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi. Belum memenuhi target 70 persen vaksinasi dosis satu untuk masuk ke PPKM level 1, pemerintah Jember dihadapkan dengan kenyataan bahwa Jember tidak masuk dalam jajaran daerah di Jawa Timur yang bisa melaksanakan vaksinasi ketiga alias booster.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa vaksinasi booster nasional sudah berjalan. Namun, Jember masih belum mendapat kesempatan untuk menerimanya. “Harus 70 persen dulu,” tuturnya.

Targetnya, dia menambahkan bahwa pertengahan Januari atau paling lambat akhir Januari harus sudah dilakukan. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, capaian vaksinasi Jember dosis 1 masih mencapai sekitar 67 persen. Jadi, kurang sebanyak 3 persen atau sekitar 72.488 sasaran.

Namun, PR berat ada pada capaian vaksinasi lansia di Jember yang harus mencapai 60 persen. Hingga kini, vaksinasi lansia di Jember masih mencapai 48,11 persen alias 134.684 sasaran.

Lantas, seberapa pentingkah vaksinasi booster tersebut dan bagaimana upaya yang harus dilakukan Pemkab Jember agar mencapai vaksin booster ? Mengingat, jangankan untuk vaksinasi dosis booster, vaksinasi satu dan dua saja masih susah mencari sasaran. “Dari awal, vaksinasi itu ditujukan untuk masyarakat rentan dan berisiko tinggi terhadap paparan Covid-19,” ungkap dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis penanganan pasien Covid-19 di Jember.

Itu mengapa, lanjutnya, tenaga kesehatan didahulukan. Berdasarkan data, vaksinasi booster nakes sudah menyasar 8.085 orang (114,40 persen). Dia menyebutkan bahwa vaksinasi tersedia juga harus dijalani untuk kelompok lain. Terutama bagi kelompok yang rentan terpapar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/