alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Baru Diaspal Kok Sudah Bergelombang. Garahan Nih Bos

Truk Pasir Jadi Penyebab, Pemerintah Hanya Menghimbau

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proyek pembangunan jalan aspal menjadi prioritas program pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Jember M Balya Firjaun tahun 2021 dan 2022 ini. Keluhan terhadap jalan rusak sudah cukup banyak di Jember, sementara perjuangan warga Jember untuk ikut merawat jalan yang sudah diaspal hanya sebagian saja.

Seperti diketahui, upaya perawatan jalan aspal dilakukan warga di Dusun Ranggi, Desa Garahan, Kecamatan Silo Jember. Upaya itu dilakukan dengan cara menolak truk bermuatan berat melintasi jalan dusun mereka. Namun demikian, upaya itu tidak ditindaklanjuti secara tegas, sehingga masih ada kendaraan pengangkut pasir yang melintas di jalan setempat. “Pemerintah sudah menyampaikan muatan maksimal delapan ton. Sedangkan yang terjadi lebih dari itu. Ini bagaimana?” kata Habib, salah seorang warga Garahan Jember.

BUTUH KETEGASAN: Banner penolakan terhadap truk pasir warga masih terpajang di jalan Desa Garahan, Kecamatan Silo.

Jamak diketahui, lalu lalang kendaraan truk muatan pasir tersebut karena di desa tetangga ada tambang pasir yang tidak berizin. Urusan tambang pasir di lahan milik warga juga tidak ada tindakan tegas. Selain itu, kendaraan berat yang melebihi muatan delapan ton, menurut warga juga tidak ada tindakan. “Kami ini sudah lama merasakan jalan rusak. Sekarang jalan yang sudah diaspal harus tahan lama. Caranya jangan ada kendaraan berat yang lewat. Apalagi sampai melebihi kekuatan jalan desa,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akibat lalu lalang truk bermuatan berat, Habib menyebut, sebagian jalan aspal di Desa Garahan sudah mulai ada yang bergelombang. “Kalau ini dibiarkan, kami yakin tidak sampai setahun aspal akan mrotol. Kami minta pemerintah tegas,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proyek pembangunan jalan aspal menjadi prioritas program pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Jember M Balya Firjaun tahun 2021 dan 2022 ini. Keluhan terhadap jalan rusak sudah cukup banyak di Jember, sementara perjuangan warga Jember untuk ikut merawat jalan yang sudah diaspal hanya sebagian saja.

Seperti diketahui, upaya perawatan jalan aspal dilakukan warga di Dusun Ranggi, Desa Garahan, Kecamatan Silo Jember. Upaya itu dilakukan dengan cara menolak truk bermuatan berat melintasi jalan dusun mereka. Namun demikian, upaya itu tidak ditindaklanjuti secara tegas, sehingga masih ada kendaraan pengangkut pasir yang melintas di jalan setempat. “Pemerintah sudah menyampaikan muatan maksimal delapan ton. Sedangkan yang terjadi lebih dari itu. Ini bagaimana?” kata Habib, salah seorang warga Garahan Jember.

BUTUH KETEGASAN: Banner penolakan terhadap truk pasir warga masih terpajang di jalan Desa Garahan, Kecamatan Silo.

Jamak diketahui, lalu lalang kendaraan truk muatan pasir tersebut karena di desa tetangga ada tambang pasir yang tidak berizin. Urusan tambang pasir di lahan milik warga juga tidak ada tindakan tegas. Selain itu, kendaraan berat yang melebihi muatan delapan ton, menurut warga juga tidak ada tindakan. “Kami ini sudah lama merasakan jalan rusak. Sekarang jalan yang sudah diaspal harus tahan lama. Caranya jangan ada kendaraan berat yang lewat. Apalagi sampai melebihi kekuatan jalan desa,” tuturnya.

Akibat lalu lalang truk bermuatan berat, Habib menyebut, sebagian jalan aspal di Desa Garahan sudah mulai ada yang bergelombang. “Kalau ini dibiarkan, kami yakin tidak sampai setahun aspal akan mrotol. Kami minta pemerintah tegas,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proyek pembangunan jalan aspal menjadi prioritas program pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Jember M Balya Firjaun tahun 2021 dan 2022 ini. Keluhan terhadap jalan rusak sudah cukup banyak di Jember, sementara perjuangan warga Jember untuk ikut merawat jalan yang sudah diaspal hanya sebagian saja.

Seperti diketahui, upaya perawatan jalan aspal dilakukan warga di Dusun Ranggi, Desa Garahan, Kecamatan Silo Jember. Upaya itu dilakukan dengan cara menolak truk bermuatan berat melintasi jalan dusun mereka. Namun demikian, upaya itu tidak ditindaklanjuti secara tegas, sehingga masih ada kendaraan pengangkut pasir yang melintas di jalan setempat. “Pemerintah sudah menyampaikan muatan maksimal delapan ton. Sedangkan yang terjadi lebih dari itu. Ini bagaimana?” kata Habib, salah seorang warga Garahan Jember.

BUTUH KETEGASAN: Banner penolakan terhadap truk pasir warga masih terpajang di jalan Desa Garahan, Kecamatan Silo.

Jamak diketahui, lalu lalang kendaraan truk muatan pasir tersebut karena di desa tetangga ada tambang pasir yang tidak berizin. Urusan tambang pasir di lahan milik warga juga tidak ada tindakan tegas. Selain itu, kendaraan berat yang melebihi muatan delapan ton, menurut warga juga tidak ada tindakan. “Kami ini sudah lama merasakan jalan rusak. Sekarang jalan yang sudah diaspal harus tahan lama. Caranya jangan ada kendaraan berat yang lewat. Apalagi sampai melebihi kekuatan jalan desa,” tuturnya.

Akibat lalu lalang truk bermuatan berat, Habib menyebut, sebagian jalan aspal di Desa Garahan sudah mulai ada yang bergelombang. “Kalau ini dibiarkan, kami yakin tidak sampai setahun aspal akan mrotol. Kami minta pemerintah tegas,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca