alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Nyaris Hompimpa Pilih Pejabat

Usulkan Voting Tentukan Camat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme di tubuh Pemkab Jember benar-benar memunculkan keruwetan baru. Bahkan, di tingkat kecamatan nyaris melahirkan pemilihan camat, sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya. Hal ini terjadi di Kecamatan Mumbulsari, kemarin (13/1). Gara-garanya, di kecamatan tersebut ada dua orang pejabat yang sama-sama memegang surat keputusan (SK). Kondisi ini layaknya dalam satu sekoci ada dua nakhoda.

Camat Mumbulsari lama adalah Haidori. Dia merupakan pejabat dengan SK yang diterbitkan oleh Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief. Sementara itu, yang baru adalah Plt Camat Joko Soponyono. Pria ini juga punya dasar SK dari Bupati Jember Faida. Dengan adanya dua pejabat ini, para pegawai pun dibikin bingung.

Kepada wartawan, Camat Haidori menceritakan, Plt Camat Joko Soponyono datang di kantor kecamatan saat dirinya memimpin rapat. Haidori pun mempersilakan Joko duduk layaknya seorang tamu. Ternyata pada saat itu, Joko menyampaikan maksud kedatangannya. “Beliau menyampaikan mendapat amanah bupati menjadi Plt Camat,” kata Haidori.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mendengar apa yang disampaikan Joko, Haidori pun langsung merespons, jika dirinya juga punya SK camat dari Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief tertanggal 13 November 2020. Dia pun tetap berpegang pada SK-nya karena belum pernah menerima pemberitahuan pemberhentian.

Atas adanya camat dan plt camat ini, para pegawai yang sedang rapat pun menjadi bingung. Di tengah kondisi itu, ada pegawai yang sempat usul akan dilakukan pemilihan secara voting. Usulan itu dilakukan karena di kecamatan setempat ada dua pejabat camat. “Tidak sampai ada voting. Kami kan camat ditunjuk atasan. Bukan seperti pemilihan kepala desa,” katanya kepada wartawan.

Kaitan dengan siapa camat yang sah, Haidori dan Joko Soponyono bersepakat menunggu kabar pasti dari Pemkab Jember. Namun demikian, apabila ada kepentingan warga yang membutuhkan teken camat, maka Haidori yang akan melayaninya. “Saya tetap ngantor seperti biasa melayani masyarakat,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme di tubuh Pemkab Jember benar-benar memunculkan keruwetan baru. Bahkan, di tingkat kecamatan nyaris melahirkan pemilihan camat, sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya. Hal ini terjadi di Kecamatan Mumbulsari, kemarin (13/1). Gara-garanya, di kecamatan tersebut ada dua orang pejabat yang sama-sama memegang surat keputusan (SK). Kondisi ini layaknya dalam satu sekoci ada dua nakhoda.

Camat Mumbulsari lama adalah Haidori. Dia merupakan pejabat dengan SK yang diterbitkan oleh Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief. Sementara itu, yang baru adalah Plt Camat Joko Soponyono. Pria ini juga punya dasar SK dari Bupati Jember Faida. Dengan adanya dua pejabat ini, para pegawai pun dibikin bingung.

Kepada wartawan, Camat Haidori menceritakan, Plt Camat Joko Soponyono datang di kantor kecamatan saat dirinya memimpin rapat. Haidori pun mempersilakan Joko duduk layaknya seorang tamu. Ternyata pada saat itu, Joko menyampaikan maksud kedatangannya. “Beliau menyampaikan mendapat amanah bupati menjadi Plt Camat,” kata Haidori.

Mendengar apa yang disampaikan Joko, Haidori pun langsung merespons, jika dirinya juga punya SK camat dari Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief tertanggal 13 November 2020. Dia pun tetap berpegang pada SK-nya karena belum pernah menerima pemberitahuan pemberhentian.

Atas adanya camat dan plt camat ini, para pegawai yang sedang rapat pun menjadi bingung. Di tengah kondisi itu, ada pegawai yang sempat usul akan dilakukan pemilihan secara voting. Usulan itu dilakukan karena di kecamatan setempat ada dua pejabat camat. “Tidak sampai ada voting. Kami kan camat ditunjuk atasan. Bukan seperti pemilihan kepala desa,” katanya kepada wartawan.

Kaitan dengan siapa camat yang sah, Haidori dan Joko Soponyono bersepakat menunggu kabar pasti dari Pemkab Jember. Namun demikian, apabila ada kepentingan warga yang membutuhkan teken camat, maka Haidori yang akan melayaninya. “Saya tetap ngantor seperti biasa melayani masyarakat,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme di tubuh Pemkab Jember benar-benar memunculkan keruwetan baru. Bahkan, di tingkat kecamatan nyaris melahirkan pemilihan camat, sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya. Hal ini terjadi di Kecamatan Mumbulsari, kemarin (13/1). Gara-garanya, di kecamatan tersebut ada dua orang pejabat yang sama-sama memegang surat keputusan (SK). Kondisi ini layaknya dalam satu sekoci ada dua nakhoda.

Camat Mumbulsari lama adalah Haidori. Dia merupakan pejabat dengan SK yang diterbitkan oleh Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief. Sementara itu, yang baru adalah Plt Camat Joko Soponyono. Pria ini juga punya dasar SK dari Bupati Jember Faida. Dengan adanya dua pejabat ini, para pegawai pun dibikin bingung.

Kepada wartawan, Camat Haidori menceritakan, Plt Camat Joko Soponyono datang di kantor kecamatan saat dirinya memimpin rapat. Haidori pun mempersilakan Joko duduk layaknya seorang tamu. Ternyata pada saat itu, Joko menyampaikan maksud kedatangannya. “Beliau menyampaikan mendapat amanah bupati menjadi Plt Camat,” kata Haidori.

Mendengar apa yang disampaikan Joko, Haidori pun langsung merespons, jika dirinya juga punya SK camat dari Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief tertanggal 13 November 2020. Dia pun tetap berpegang pada SK-nya karena belum pernah menerima pemberitahuan pemberhentian.

Atas adanya camat dan plt camat ini, para pegawai yang sedang rapat pun menjadi bingung. Di tengah kondisi itu, ada pegawai yang sempat usul akan dilakukan pemilihan secara voting. Usulan itu dilakukan karena di kecamatan setempat ada dua pejabat camat. “Tidak sampai ada voting. Kami kan camat ditunjuk atasan. Bukan seperti pemilihan kepala desa,” katanya kepada wartawan.

Kaitan dengan siapa camat yang sah, Haidori dan Joko Soponyono bersepakat menunggu kabar pasti dari Pemkab Jember. Namun demikian, apabila ada kepentingan warga yang membutuhkan teken camat, maka Haidori yang akan melayaninya. “Saya tetap ngantor seperti biasa melayani masyarakat,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/