alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Mengenal Brahmi, Replika Aksara Terakhir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak banyak orang tertarik dengan pembahasan aksara. Kajian tentang perkembangan aksara masih minim. Karenanya, beberapa pegiat sastra terus menggerakkan literasi aksara kepada masyarakat melalui pengenalan aksara yang belum banyak diketahui. Salah satunya adalah aksara Brahmi.

Kajian mengenai aksara Brahmi ini telah dijalankan sejak 2019 oleh pengelola Museum Huruf. Lalu, aksara Brahmi resmi di-launching pada Agustus 2020 lalu. Huruf Brahmi merupakan huruf India kuno yang mengakar dan dikembangkan dari lembah Sungai Indus di India. Hingga saat ini belum ada kajian terbaru mengenai huruf Brahmi.

Bahasa Brahmi pun masih erat hubungannya dengan bahasa Mesir kuno. Sebab, pelaku sejarahnya sama, yakni masyarakat Tamil. “Masih questionable penerjemahannya bagaimana,” ungkap pengelola Museum Huruf, Erik Wijayanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seiring perkembangan sejarah, Erik mengungkapkan bahwa terdapat sebagian besar skrip yang berasal dari Brahmi. Beberapa skrip tersebut telah diadaptasi agar sesuai dengan fonetik bahasa yang berbeda. Asal-usul berbagai sistem penulisan yang saat ini dilakukan di berbagai daerah di Nusantara, termasuk bahasa Jawa, juga dapat ditelusuri kembali melalui bahasa Brahmi. “Jika dirunut sejarahnya, peradaban Nusantara tidak lepas dengan masyarakat Tamil yang menjelajah di Nusantara,” tutur Erik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak banyak orang tertarik dengan pembahasan aksara. Kajian tentang perkembangan aksara masih minim. Karenanya, beberapa pegiat sastra terus menggerakkan literasi aksara kepada masyarakat melalui pengenalan aksara yang belum banyak diketahui. Salah satunya adalah aksara Brahmi.

Kajian mengenai aksara Brahmi ini telah dijalankan sejak 2019 oleh pengelola Museum Huruf. Lalu, aksara Brahmi resmi di-launching pada Agustus 2020 lalu. Huruf Brahmi merupakan huruf India kuno yang mengakar dan dikembangkan dari lembah Sungai Indus di India. Hingga saat ini belum ada kajian terbaru mengenai huruf Brahmi.

Bahasa Brahmi pun masih erat hubungannya dengan bahasa Mesir kuno. Sebab, pelaku sejarahnya sama, yakni masyarakat Tamil. “Masih questionable penerjemahannya bagaimana,” ungkap pengelola Museum Huruf, Erik Wijayanto.

Seiring perkembangan sejarah, Erik mengungkapkan bahwa terdapat sebagian besar skrip yang berasal dari Brahmi. Beberapa skrip tersebut telah diadaptasi agar sesuai dengan fonetik bahasa yang berbeda. Asal-usul berbagai sistem penulisan yang saat ini dilakukan di berbagai daerah di Nusantara, termasuk bahasa Jawa, juga dapat ditelusuri kembali melalui bahasa Brahmi. “Jika dirunut sejarahnya, peradaban Nusantara tidak lepas dengan masyarakat Tamil yang menjelajah di Nusantara,” tutur Erik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak banyak orang tertarik dengan pembahasan aksara. Kajian tentang perkembangan aksara masih minim. Karenanya, beberapa pegiat sastra terus menggerakkan literasi aksara kepada masyarakat melalui pengenalan aksara yang belum banyak diketahui. Salah satunya adalah aksara Brahmi.

Kajian mengenai aksara Brahmi ini telah dijalankan sejak 2019 oleh pengelola Museum Huruf. Lalu, aksara Brahmi resmi di-launching pada Agustus 2020 lalu. Huruf Brahmi merupakan huruf India kuno yang mengakar dan dikembangkan dari lembah Sungai Indus di India. Hingga saat ini belum ada kajian terbaru mengenai huruf Brahmi.

Bahasa Brahmi pun masih erat hubungannya dengan bahasa Mesir kuno. Sebab, pelaku sejarahnya sama, yakni masyarakat Tamil. “Masih questionable penerjemahannya bagaimana,” ungkap pengelola Museum Huruf, Erik Wijayanto.

Seiring perkembangan sejarah, Erik mengungkapkan bahwa terdapat sebagian besar skrip yang berasal dari Brahmi. Beberapa skrip tersebut telah diadaptasi agar sesuai dengan fonetik bahasa yang berbeda. Asal-usul berbagai sistem penulisan yang saat ini dilakukan di berbagai daerah di Nusantara, termasuk bahasa Jawa, juga dapat ditelusuri kembali melalui bahasa Brahmi. “Jika dirunut sejarahnya, peradaban Nusantara tidak lepas dengan masyarakat Tamil yang menjelajah di Nusantara,” tutur Erik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/