alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Strategi Satu Pintu untuk Distribusi Bantuan Erupsi Semeru

"Di Jember maupun di tempat lain, posko menjadi pengendali untuk memastikan siapa yang sudah dapat bantuan dan siapa yang belum. Pentingnya penyaluran satu pintu ada di situ." Tabroni - Ketua Komisi A DPRD Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan kepada warga yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang terus mengalir. Mulai dari perorangan, lembaga kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan, lembaga swasta, partai politik, hingga instansi pemerintahan. Pagi kemarin (12/12), relawan yang tergabung dalam Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Jember juga menjamah lokasi bencana yang memakan puluhan korban jiwa tersebut.

Dalam pengumpulan pundi-pundi bantuan, banyak cara yang dilakukan. Mulai dari rapat terbatas, obrolan warung kopi, melalui pesan WhatsApp, bahkan tak sedikit yang turun jalan. Tujuannya sama, untuk membantu warga terdampak yang sedang susah. “Kami berangkat ke Lumajang bersama teman-teman agar kami tahu bahwa bantuan benar-benar sampai,” kata Zainuri, Ketua PSM Jember.

Sekretaris PSM Jember Anik Artiasih menambahkan, bantuan itu diberikan melalui posko bencana secara langsung. Hal itu penting dilakukan agar pendistribusian bantuan tepat sasaran. “Kami khawatir kalau masih dititipkan ke yang lain tidak sampai. Alhamdulillah, tadi sudah diserahkan semuanya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Proses penyaluran bantuan memang banyak cara. Salah satunya ada yang langsung diberikan kepada warga terdampak. Nah, cara-cara pendistribusian ini, menurut Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, perlu diatur mekanismenya. “Bukan hanya bantuan untuk korban bencana Semeru, penertiban penyaluran bantuan juga penting dilakukan di semua tempat, termasuk di Jember,” ucapnya.

Penelusuran Jawa Pos Radar, bantuan di Semeru maupun di Jember saat banjir beberapa waktu lalu banyak yang disalurkan langsung kepada warga. Hal ini membuat pembagian bantuan terkadang tidak merata. Untuk itu, ke depannya perlu diatur lagi. Bantuan selayaknya disalurkan melalui posko agar pembagiannya lebih efektif.

Tabroni menyebut, proses pengumpulan dana bersifat sukarela dan dilakukan banyak orang, termasuk relawan. Hal ini sulit diatur. Meski demikian, pengaturan pada penyalurannya bisa dilakukan. “Proses pengumpulan dana ini bersifat sukarela dan atas nama kemanusiaan. Maka di situ tidak bisa diatur atau dibatasi. Akan tetapi, mekanisme penyalurannya layak diatur sedemikian baik. Misalnya, relawan penyalur bantuan wajib melalui posko,” sarannya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan kepada warga yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang terus mengalir. Mulai dari perorangan, lembaga kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan, lembaga swasta, partai politik, hingga instansi pemerintahan. Pagi kemarin (12/12), relawan yang tergabung dalam Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Jember juga menjamah lokasi bencana yang memakan puluhan korban jiwa tersebut.

Dalam pengumpulan pundi-pundi bantuan, banyak cara yang dilakukan. Mulai dari rapat terbatas, obrolan warung kopi, melalui pesan WhatsApp, bahkan tak sedikit yang turun jalan. Tujuannya sama, untuk membantu warga terdampak yang sedang susah. “Kami berangkat ke Lumajang bersama teman-teman agar kami tahu bahwa bantuan benar-benar sampai,” kata Zainuri, Ketua PSM Jember.

Sekretaris PSM Jember Anik Artiasih menambahkan, bantuan itu diberikan melalui posko bencana secara langsung. Hal itu penting dilakukan agar pendistribusian bantuan tepat sasaran. “Kami khawatir kalau masih dititipkan ke yang lain tidak sampai. Alhamdulillah, tadi sudah diserahkan semuanya,” tuturnya.

Proses penyaluran bantuan memang banyak cara. Salah satunya ada yang langsung diberikan kepada warga terdampak. Nah, cara-cara pendistribusian ini, menurut Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, perlu diatur mekanismenya. “Bukan hanya bantuan untuk korban bencana Semeru, penertiban penyaluran bantuan juga penting dilakukan di semua tempat, termasuk di Jember,” ucapnya.

Penelusuran Jawa Pos Radar, bantuan di Semeru maupun di Jember saat banjir beberapa waktu lalu banyak yang disalurkan langsung kepada warga. Hal ini membuat pembagian bantuan terkadang tidak merata. Untuk itu, ke depannya perlu diatur lagi. Bantuan selayaknya disalurkan melalui posko agar pembagiannya lebih efektif.

Tabroni menyebut, proses pengumpulan dana bersifat sukarela dan dilakukan banyak orang, termasuk relawan. Hal ini sulit diatur. Meski demikian, pengaturan pada penyalurannya bisa dilakukan. “Proses pengumpulan dana ini bersifat sukarela dan atas nama kemanusiaan. Maka di situ tidak bisa diatur atau dibatasi. Akan tetapi, mekanisme penyalurannya layak diatur sedemikian baik. Misalnya, relawan penyalur bantuan wajib melalui posko,” sarannya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan kepada warga yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang terus mengalir. Mulai dari perorangan, lembaga kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan, lembaga swasta, partai politik, hingga instansi pemerintahan. Pagi kemarin (12/12), relawan yang tergabung dalam Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Jember juga menjamah lokasi bencana yang memakan puluhan korban jiwa tersebut.

Dalam pengumpulan pundi-pundi bantuan, banyak cara yang dilakukan. Mulai dari rapat terbatas, obrolan warung kopi, melalui pesan WhatsApp, bahkan tak sedikit yang turun jalan. Tujuannya sama, untuk membantu warga terdampak yang sedang susah. “Kami berangkat ke Lumajang bersama teman-teman agar kami tahu bahwa bantuan benar-benar sampai,” kata Zainuri, Ketua PSM Jember.

Sekretaris PSM Jember Anik Artiasih menambahkan, bantuan itu diberikan melalui posko bencana secara langsung. Hal itu penting dilakukan agar pendistribusian bantuan tepat sasaran. “Kami khawatir kalau masih dititipkan ke yang lain tidak sampai. Alhamdulillah, tadi sudah diserahkan semuanya,” tuturnya.

Proses penyaluran bantuan memang banyak cara. Salah satunya ada yang langsung diberikan kepada warga terdampak. Nah, cara-cara pendistribusian ini, menurut Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, perlu diatur mekanismenya. “Bukan hanya bantuan untuk korban bencana Semeru, penertiban penyaluran bantuan juga penting dilakukan di semua tempat, termasuk di Jember,” ucapnya.

Penelusuran Jawa Pos Radar, bantuan di Semeru maupun di Jember saat banjir beberapa waktu lalu banyak yang disalurkan langsung kepada warga. Hal ini membuat pembagian bantuan terkadang tidak merata. Untuk itu, ke depannya perlu diatur lagi. Bantuan selayaknya disalurkan melalui posko agar pembagiannya lebih efektif.

Tabroni menyebut, proses pengumpulan dana bersifat sukarela dan dilakukan banyak orang, termasuk relawan. Hal ini sulit diatur. Meski demikian, pengaturan pada penyalurannya bisa dilakukan. “Proses pengumpulan dana ini bersifat sukarela dan atas nama kemanusiaan. Maka di situ tidak bisa diatur atau dibatasi. Akan tetapi, mekanisme penyalurannya layak diatur sedemikian baik. Misalnya, relawan penyalur bantuan wajib melalui posko,” sarannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/