alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Padi di Lumajang terpaksa Dipanen

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Petani di Dusun Umbulrejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, terpaksa memanen tanaman padi mereka lebih awal. Petani khawatir jika tak segera dipanen, padi mereka justru rusak akibat terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru yang kembali terjadi, kemarin (12/12).

“Ini terpaksa kami lakukan. Karena hampir setiap hari pascaterjadinya erupsi, Gunung Semeru terus mengeluarkan awan panas. Meski sebenarnya padi ini belum siap panen,” kata Jono, petani setempat. Tanaman lain seperti cabai dan tomat juga terkena dampak.

Sementara itu, di Dusun Curahkobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, lokasi yang paling terdampak erupsi, kondisinya jauh lebih parah. Puluhan hektare tanaman padi, cabai, dan jagung rusak dan tak bisa diselamatkan. Tanaman pangan dan hortikultura yang masih muda tersebut menjadi kering dan rontok akibat terkena abu panas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, tak hanya tanaman pangan dan hortikultura yang rusak, tanaman kebun juga bernasib serupa. Ada ratusan pohon sengon dan bambu yang ikut kering akibat terdampak erupsi Gunung Semeru.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Petani di Dusun Umbulrejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, terpaksa memanen tanaman padi mereka lebih awal. Petani khawatir jika tak segera dipanen, padi mereka justru rusak akibat terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru yang kembali terjadi, kemarin (12/12).

“Ini terpaksa kami lakukan. Karena hampir setiap hari pascaterjadinya erupsi, Gunung Semeru terus mengeluarkan awan panas. Meski sebenarnya padi ini belum siap panen,” kata Jono, petani setempat. Tanaman lain seperti cabai dan tomat juga terkena dampak.

Sementara itu, di Dusun Curahkobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, lokasi yang paling terdampak erupsi, kondisinya jauh lebih parah. Puluhan hektare tanaman padi, cabai, dan jagung rusak dan tak bisa diselamatkan. Tanaman pangan dan hortikultura yang masih muda tersebut menjadi kering dan rontok akibat terkena abu panas.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, tak hanya tanaman pangan dan hortikultura yang rusak, tanaman kebun juga bernasib serupa. Ada ratusan pohon sengon dan bambu yang ikut kering akibat terdampak erupsi Gunung Semeru.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Petani di Dusun Umbulrejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, terpaksa memanen tanaman padi mereka lebih awal. Petani khawatir jika tak segera dipanen, padi mereka justru rusak akibat terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru yang kembali terjadi, kemarin (12/12).

“Ini terpaksa kami lakukan. Karena hampir setiap hari pascaterjadinya erupsi, Gunung Semeru terus mengeluarkan awan panas. Meski sebenarnya padi ini belum siap panen,” kata Jono, petani setempat. Tanaman lain seperti cabai dan tomat juga terkena dampak.

Sementara itu, di Dusun Curahkobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, lokasi yang paling terdampak erupsi, kondisinya jauh lebih parah. Puluhan hektare tanaman padi, cabai, dan jagung rusak dan tak bisa diselamatkan. Tanaman pangan dan hortikultura yang masih muda tersebut menjadi kering dan rontok akibat terkena abu panas.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, tak hanya tanaman pangan dan hortikultura yang rusak, tanaman kebun juga bernasib serupa. Ada ratusan pohon sengon dan bambu yang ikut kering akibat terdampak erupsi Gunung Semeru.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/