alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Camat Semboro Jember Hampir Ditipu Sejumlah Uang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaku kejahatan yang mengatasnamakan Radar Jember terus mencari celah dalam melancarkan aksi penipuannya. Rata-rata sasarannya adalah pejabat atau orang-orang baru. Kasus yang cukup hangat yaitu menyasar camat di kawasan pinggiran. Pelaku mengaku sebagai jurnalis dan meminta kiriman sejumlah uang kepada calon korban.

Salah satu camat yang disasar pelaku adalah Camat Semboro Octo Haryanto. Pria ini tiba-tiba dihubungi oleh orang tak dikenal yang mengaku Rizal sebagai wartawan Radar Jember. Rizal yang tidak diketahui wajahnya berniat untuk melakukan 378 alias penipuan.

Modus yang dipakai pelaku mirip dengan yang dilakukan pelaku kejahatan sebelum-sebelumnya. Yaitu menyebutkan bahwa ada seorang temannya yang sedang sakit di rumah sakit. Kali ini, pelaku menyebut temannya bernama Hendri sakit dan akan melakukan operasi tumor. Ujungnya, pelaku misterius itu meminta bantuan agar calon korbannya mengirim sejumlah uang ke nomor rekening yang disebut milik istri temannya yang sedang sakit tersebut. “Tolong jenengan bantu gotong royong,” demikian sepenggal kalimat yang dikirim pelaku kepada Camat Semboro Octo Haryanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aksi pelaku ini kontan membuat Camat Semboro bertanya-tanya. Beruntung, pria itu tak sampai memenuhi apa yang diminta pelaku. Pesan singkat yang dikirim pelaku kepadanya langsung diterima Jawa Pos Radar Jember. Dari sinilah dia menyadari bahwa hal itu adalah upaya pelaku kejahatan yang ingin melakukan penipuan.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Jember Lintang Anis Bena Kinanti menyampaikan, apa pun yang mengatasnamakan Radar Jember agar diwaspadai. Apalagi ketika meminta imbalan tertentu. Baik berupa uang, jasa, maupun dalam bentuk barang. “Radar Jember tidak pernah meminta-minta seperti itu. Hati-hati dan jika perlu laporkan ke polisi,” katanya.

Menurut dia, setiap wartawan Radar Jember dibekali dengan identitas yang jelas. Nama mereka juga tercantum dalam boks redaksi. Dalam setiap bekerja, jurnalis Radar Jember juga menggunakan cara-cara kerja yang profesional sesuai kode etik jurnalistik. “Kalau ada yang meminta-minta, apalagi sampai menakut-nakuti atau mengancam dengan mengatasnamakan Radar Jember, kami harap jangan percaya. Kroscek kebenarannya,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaku kejahatan yang mengatasnamakan Radar Jember terus mencari celah dalam melancarkan aksi penipuannya. Rata-rata sasarannya adalah pejabat atau orang-orang baru. Kasus yang cukup hangat yaitu menyasar camat di kawasan pinggiran. Pelaku mengaku sebagai jurnalis dan meminta kiriman sejumlah uang kepada calon korban.

Salah satu camat yang disasar pelaku adalah Camat Semboro Octo Haryanto. Pria ini tiba-tiba dihubungi oleh orang tak dikenal yang mengaku Rizal sebagai wartawan Radar Jember. Rizal yang tidak diketahui wajahnya berniat untuk melakukan 378 alias penipuan.

Modus yang dipakai pelaku mirip dengan yang dilakukan pelaku kejahatan sebelum-sebelumnya. Yaitu menyebutkan bahwa ada seorang temannya yang sedang sakit di rumah sakit. Kali ini, pelaku menyebut temannya bernama Hendri sakit dan akan melakukan operasi tumor. Ujungnya, pelaku misterius itu meminta bantuan agar calon korbannya mengirim sejumlah uang ke nomor rekening yang disebut milik istri temannya yang sedang sakit tersebut. “Tolong jenengan bantu gotong royong,” demikian sepenggal kalimat yang dikirim pelaku kepada Camat Semboro Octo Haryanto.

Aksi pelaku ini kontan membuat Camat Semboro bertanya-tanya. Beruntung, pria itu tak sampai memenuhi apa yang diminta pelaku. Pesan singkat yang dikirim pelaku kepadanya langsung diterima Jawa Pos Radar Jember. Dari sinilah dia menyadari bahwa hal itu adalah upaya pelaku kejahatan yang ingin melakukan penipuan.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Jember Lintang Anis Bena Kinanti menyampaikan, apa pun yang mengatasnamakan Radar Jember agar diwaspadai. Apalagi ketika meminta imbalan tertentu. Baik berupa uang, jasa, maupun dalam bentuk barang. “Radar Jember tidak pernah meminta-minta seperti itu. Hati-hati dan jika perlu laporkan ke polisi,” katanya.

Menurut dia, setiap wartawan Radar Jember dibekali dengan identitas yang jelas. Nama mereka juga tercantum dalam boks redaksi. Dalam setiap bekerja, jurnalis Radar Jember juga menggunakan cara-cara kerja yang profesional sesuai kode etik jurnalistik. “Kalau ada yang meminta-minta, apalagi sampai menakut-nakuti atau mengancam dengan mengatasnamakan Radar Jember, kami harap jangan percaya. Kroscek kebenarannya,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaku kejahatan yang mengatasnamakan Radar Jember terus mencari celah dalam melancarkan aksi penipuannya. Rata-rata sasarannya adalah pejabat atau orang-orang baru. Kasus yang cukup hangat yaitu menyasar camat di kawasan pinggiran. Pelaku mengaku sebagai jurnalis dan meminta kiriman sejumlah uang kepada calon korban.

Salah satu camat yang disasar pelaku adalah Camat Semboro Octo Haryanto. Pria ini tiba-tiba dihubungi oleh orang tak dikenal yang mengaku Rizal sebagai wartawan Radar Jember. Rizal yang tidak diketahui wajahnya berniat untuk melakukan 378 alias penipuan.

Modus yang dipakai pelaku mirip dengan yang dilakukan pelaku kejahatan sebelum-sebelumnya. Yaitu menyebutkan bahwa ada seorang temannya yang sedang sakit di rumah sakit. Kali ini, pelaku menyebut temannya bernama Hendri sakit dan akan melakukan operasi tumor. Ujungnya, pelaku misterius itu meminta bantuan agar calon korbannya mengirim sejumlah uang ke nomor rekening yang disebut milik istri temannya yang sedang sakit tersebut. “Tolong jenengan bantu gotong royong,” demikian sepenggal kalimat yang dikirim pelaku kepada Camat Semboro Octo Haryanto.

Aksi pelaku ini kontan membuat Camat Semboro bertanya-tanya. Beruntung, pria itu tak sampai memenuhi apa yang diminta pelaku. Pesan singkat yang dikirim pelaku kepadanya langsung diterima Jawa Pos Radar Jember. Dari sinilah dia menyadari bahwa hal itu adalah upaya pelaku kejahatan yang ingin melakukan penipuan.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Jember Lintang Anis Bena Kinanti menyampaikan, apa pun yang mengatasnamakan Radar Jember agar diwaspadai. Apalagi ketika meminta imbalan tertentu. Baik berupa uang, jasa, maupun dalam bentuk barang. “Radar Jember tidak pernah meminta-minta seperti itu. Hati-hati dan jika perlu laporkan ke polisi,” katanya.

Menurut dia, setiap wartawan Radar Jember dibekali dengan identitas yang jelas. Nama mereka juga tercantum dalam boks redaksi. Dalam setiap bekerja, jurnalis Radar Jember juga menggunakan cara-cara kerja yang profesional sesuai kode etik jurnalistik. “Kalau ada yang meminta-minta, apalagi sampai menakut-nakuti atau mengancam dengan mengatasnamakan Radar Jember, kami harap jangan percaya. Kroscek kebenarannya,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/