alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Tanam 2.500 Bibit Pohon di Wilayah Rawan Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

SUCI.RADARJEMBER.ID – Ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya bencana alam, khususnya bencana banjir dan tanah longsor. Salah satunya dengan menanam pohon. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Mereka menggelar aksi peduli lingkungan dengan sebutan Jejak Tanam, Sabtu (12/12).

Melalui aksi mitigasi bencana alam ini, para anggota melakukan penanaman 2.500 bibit pohon. Tak hanya anggota GenBI, ribuan bibit pohon tersebut juga ditanam secara serentak bersama Dinas Kehutanan Jember, kepala Desa Suci, staf Desa Tanggap Bencana (Destana) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember dan puluhan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije). Kemudian diikuti juga oleh komunitas peduli lingkungan yaitu Mapala Balwana, Semut Gunung Indonesia dan Awan Adventure.

Menurut Ketua Panitia Jejak Tanam, Khabib Qhoiril Akbar, penanaman 2.500 bibit pohon ini dilakukan, mengingat terjadinya banjir yang menimpa Kecamatan Panti, khususnya Desa Suci pada tahun 2006 lalu. Apalagi memasuki musim hujan saat ini, yang hampir setiap hari mengguyur wilayah Kecamatan Panti.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Di sini kita lebih memberikan upaya mitigasi bencana, sebagai pencegahan, dan keberlanjutan lingkungan hidup. Sebenarnya ini juga keberlanjutan dari peringatan Hari Menanam Pohon Nasional yang diperingati pada 28 November,” ungkap Khabib.

Penanaman bibit-bibit pohon tersebut, lanjut dia, disebar di tujuh titik di area Desa Suci yang sering mengalami tanah longsor dan daerah yang berada di kemiringan. Sedangkan jenis bibit pohon yang ditanam oleh anggota GenBI tersebut merupakan jenis pohon besar yang memiliki resapan air dan tanah yang cukup tinggi. Di antaranya, bibit pohon durian, kamalina, pohon kayu putih, mahoni, asam, petai, dan bibit pohon balsa.

“Durian ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar nantinya, pohon kayu putih juga bisa menjadi aset wisata,” imbuh Khabib.

Sementara itu Kepala Desa Suci Ahmad Suyuti menanggapi gerakan ini dengan sangat positif. Sebagai kepala desa, dia merasa terbantu dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota GenBI. Sebab, hingga saat ini masih ada masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungannya, salah satunya dengan tidak menebang pohon secara liar.

- Advertisement -

SUCI.RADARJEMBER.ID – Ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya bencana alam, khususnya bencana banjir dan tanah longsor. Salah satunya dengan menanam pohon. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Mereka menggelar aksi peduli lingkungan dengan sebutan Jejak Tanam, Sabtu (12/12).

Melalui aksi mitigasi bencana alam ini, para anggota melakukan penanaman 2.500 bibit pohon. Tak hanya anggota GenBI, ribuan bibit pohon tersebut juga ditanam secara serentak bersama Dinas Kehutanan Jember, kepala Desa Suci, staf Desa Tanggap Bencana (Destana) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember dan puluhan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije). Kemudian diikuti juga oleh komunitas peduli lingkungan yaitu Mapala Balwana, Semut Gunung Indonesia dan Awan Adventure.

Menurut Ketua Panitia Jejak Tanam, Khabib Qhoiril Akbar, penanaman 2.500 bibit pohon ini dilakukan, mengingat terjadinya banjir yang menimpa Kecamatan Panti, khususnya Desa Suci pada tahun 2006 lalu. Apalagi memasuki musim hujan saat ini, yang hampir setiap hari mengguyur wilayah Kecamatan Panti.

“Di sini kita lebih memberikan upaya mitigasi bencana, sebagai pencegahan, dan keberlanjutan lingkungan hidup. Sebenarnya ini juga keberlanjutan dari peringatan Hari Menanam Pohon Nasional yang diperingati pada 28 November,” ungkap Khabib.

Penanaman bibit-bibit pohon tersebut, lanjut dia, disebar di tujuh titik di area Desa Suci yang sering mengalami tanah longsor dan daerah yang berada di kemiringan. Sedangkan jenis bibit pohon yang ditanam oleh anggota GenBI tersebut merupakan jenis pohon besar yang memiliki resapan air dan tanah yang cukup tinggi. Di antaranya, bibit pohon durian, kamalina, pohon kayu putih, mahoni, asam, petai, dan bibit pohon balsa.

“Durian ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar nantinya, pohon kayu putih juga bisa menjadi aset wisata,” imbuh Khabib.

Sementara itu Kepala Desa Suci Ahmad Suyuti menanggapi gerakan ini dengan sangat positif. Sebagai kepala desa, dia merasa terbantu dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota GenBI. Sebab, hingga saat ini masih ada masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungannya, salah satunya dengan tidak menebang pohon secara liar.

SUCI.RADARJEMBER.ID – Ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya bencana alam, khususnya bencana banjir dan tanah longsor. Salah satunya dengan menanam pohon. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Mereka menggelar aksi peduli lingkungan dengan sebutan Jejak Tanam, Sabtu (12/12).

Melalui aksi mitigasi bencana alam ini, para anggota melakukan penanaman 2.500 bibit pohon. Tak hanya anggota GenBI, ribuan bibit pohon tersebut juga ditanam secara serentak bersama Dinas Kehutanan Jember, kepala Desa Suci, staf Desa Tanggap Bencana (Destana) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember dan puluhan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije). Kemudian diikuti juga oleh komunitas peduli lingkungan yaitu Mapala Balwana, Semut Gunung Indonesia dan Awan Adventure.

Menurut Ketua Panitia Jejak Tanam, Khabib Qhoiril Akbar, penanaman 2.500 bibit pohon ini dilakukan, mengingat terjadinya banjir yang menimpa Kecamatan Panti, khususnya Desa Suci pada tahun 2006 lalu. Apalagi memasuki musim hujan saat ini, yang hampir setiap hari mengguyur wilayah Kecamatan Panti.

“Di sini kita lebih memberikan upaya mitigasi bencana, sebagai pencegahan, dan keberlanjutan lingkungan hidup. Sebenarnya ini juga keberlanjutan dari peringatan Hari Menanam Pohon Nasional yang diperingati pada 28 November,” ungkap Khabib.

Penanaman bibit-bibit pohon tersebut, lanjut dia, disebar di tujuh titik di area Desa Suci yang sering mengalami tanah longsor dan daerah yang berada di kemiringan. Sedangkan jenis bibit pohon yang ditanam oleh anggota GenBI tersebut merupakan jenis pohon besar yang memiliki resapan air dan tanah yang cukup tinggi. Di antaranya, bibit pohon durian, kamalina, pohon kayu putih, mahoni, asam, petai, dan bibit pohon balsa.

“Durian ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar nantinya, pohon kayu putih juga bisa menjadi aset wisata,” imbuh Khabib.

Sementara itu Kepala Desa Suci Ahmad Suyuti menanggapi gerakan ini dengan sangat positif. Sebagai kepala desa, dia merasa terbantu dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota GenBI. Sebab, hingga saat ini masih ada masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungannya, salah satunya dengan tidak menebang pohon secara liar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/