alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jadikan Ampas sebagai Oleh-Oleh Khas Jember

Hasil Binaan Tim Pengabdian Unej

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDKabupaten Jember memiliki banyak industri rumah tangga yang memproduksi tahu. Salah satunya di lingkungan Sumbersalak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Usaha ini mendapat binaan dari tim pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Tim yang diketuai oleh Gatot Subroto SP MP ini berupaya mendampingi industri rumah tangga tahu  untuk melakukan diversifikasi produk olahan tahu. Yakni dengan menggandeng para ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi. Mereka berkreasi menciptakan camilan dari limbah padat (ampas) tahu.

“Program pendampingan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tahu dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar industri rumah tangga,” kata Gatot. Selama ini, ampas tahu banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, tim pengabdian mampu meningkatkan nilai jualnya menjadi bahan baku substitusi untuk membuat opak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya berfokus pada ampas tahu, tim pengabdian juga mendampingi masyarakat untuk membuat produk olahan dari tahu, seperti tahu walik dan kerupuk tahu. “Diversifikasi ini diharapkan dapat membantu industri tahu dalam meningkatkan masa simpan produk saat tahu tidak habis terjual,” terangnya.

Dalam mendampingi masyarakat, Gatot dibantu oleh dua  dosen. Yakni Tri Handoyo PhD,  Ibu Susan Barbara Patricia SM SHut MSc, serta mahasiswa-mahasiswi Universitas Jember. “Pendampingan ini telah dimulai sejak Juli 2019 sampai satu tahun ke depan,” tambah Tri Handoyo.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDKabupaten Jember memiliki banyak industri rumah tangga yang memproduksi tahu. Salah satunya di lingkungan Sumbersalak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Usaha ini mendapat binaan dari tim pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Tim yang diketuai oleh Gatot Subroto SP MP ini berupaya mendampingi industri rumah tangga tahu  untuk melakukan diversifikasi produk olahan tahu. Yakni dengan menggandeng para ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi. Mereka berkreasi menciptakan camilan dari limbah padat (ampas) tahu.

“Program pendampingan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tahu dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar industri rumah tangga,” kata Gatot. Selama ini, ampas tahu banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, tim pengabdian mampu meningkatkan nilai jualnya menjadi bahan baku substitusi untuk membuat opak.

Tak hanya berfokus pada ampas tahu, tim pengabdian juga mendampingi masyarakat untuk membuat produk olahan dari tahu, seperti tahu walik dan kerupuk tahu. “Diversifikasi ini diharapkan dapat membantu industri tahu dalam meningkatkan masa simpan produk saat tahu tidak habis terjual,” terangnya.

Dalam mendampingi masyarakat, Gatot dibantu oleh dua  dosen. Yakni Tri Handoyo PhD,  Ibu Susan Barbara Patricia SM SHut MSc, serta mahasiswa-mahasiswi Universitas Jember. “Pendampingan ini telah dimulai sejak Juli 2019 sampai satu tahun ke depan,” tambah Tri Handoyo.

JEMBER, RADARJEMBER.IDKabupaten Jember memiliki banyak industri rumah tangga yang memproduksi tahu. Salah satunya di lingkungan Sumbersalak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Usaha ini mendapat binaan dari tim pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Tim yang diketuai oleh Gatot Subroto SP MP ini berupaya mendampingi industri rumah tangga tahu  untuk melakukan diversifikasi produk olahan tahu. Yakni dengan menggandeng para ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi. Mereka berkreasi menciptakan camilan dari limbah padat (ampas) tahu.

“Program pendampingan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tahu dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar industri rumah tangga,” kata Gatot. Selama ini, ampas tahu banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, tim pengabdian mampu meningkatkan nilai jualnya menjadi bahan baku substitusi untuk membuat opak.

Tak hanya berfokus pada ampas tahu, tim pengabdian juga mendampingi masyarakat untuk membuat produk olahan dari tahu, seperti tahu walik dan kerupuk tahu. “Diversifikasi ini diharapkan dapat membantu industri tahu dalam meningkatkan masa simpan produk saat tahu tidak habis terjual,” terangnya.

Dalam mendampingi masyarakat, Gatot dibantu oleh dua  dosen. Yakni Tri Handoyo PhD,  Ibu Susan Barbara Patricia SM SHut MSc, serta mahasiswa-mahasiswi Universitas Jember. “Pendampingan ini telah dimulai sejak Juli 2019 sampai satu tahun ke depan,” tambah Tri Handoyo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/