alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tiang FKIP Unej: Belajar Memanusiakan Liyan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARIRADARJEMBER.ID – Hujan disertai guntur menyelimuti langit Jember, Kamis (10/11) malam. Suasana itu seolah mendukung aktivitas sejumlah mahasiswa yang sedang berlatih teater di salah satu gedung kesenian Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej).

“Aduh, sakit Lin, perutku sakit,” ucap Ayu Komang Kholilatul Amah saat memerankan seorang ibu hamil. Sembari memegangi perut yang tengah hamil sembilan bulan tersebut, tangan yang lain tampak menggenggam erat pergelangan tangan Aulina Roudlotul Jannah, yang saat itu berperan sebagai sang adik.

Diceritakan dalam sebuah latihan keaktoran kala itu, Komang sedang mengandung anak pertamanya. Namun, karena sebuah pertengkaran rumah tangga yang pelik, sang suami memilih untuk minggat. “Tolong hubungi Mas Surya, Lin. Bilang kalau aku harus segera ke rumah sakit,” kata Komang, sambil merintih kesakitan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wajahnya tampak pucat. Sesekali dia juga mengembuskan napas panjang. “Iya, Mbak. Ini sudah saya telepon, tapi tidak diangkat. Pesan chat yang kukirim sejak tadi sore juga tidak dibalas,” timpal Aulina. Ia semakin panik melihat Komang yang terus merintih. “Ayo Mbak, ke rumah sakit sekarang. Saya takut kalau terjadi apa-apa,” ajaknya.

Aulina menetaskan air mata. Dia takut nyawa kakak atau si jabang bayi tak bisa terselamatkan jika tak segera mendapatkan pertolongan. “Ndak apa-apa, Lin, kamu terus hubungi Mas Surya saja. Aku masih bisa menahan ini. Toh, hujan juga sedang deras-derasnya,” lanjut perempuan yang sehari-hari tinggal kos di Jalan Bengawan Solo, Lingkungan Tegalboto Kidul, Kecamatan Sumbersari, tersebut.

“Kat!” pekik Dwi Aprilia, Ketua Umum Teater Tiang FKIP Unej. Dia menghentikan latihan seni peran saat itu. Kedua aktor pun beranjak dari panggung dan beristirahat. Wanita yang akrab disapa April itu menjelaskan, latihan tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung sebuah pementasan teater.

- Advertisement -

SUMBERSARIRADARJEMBER.ID – Hujan disertai guntur menyelimuti langit Jember, Kamis (10/11) malam. Suasana itu seolah mendukung aktivitas sejumlah mahasiswa yang sedang berlatih teater di salah satu gedung kesenian Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej).

“Aduh, sakit Lin, perutku sakit,” ucap Ayu Komang Kholilatul Amah saat memerankan seorang ibu hamil. Sembari memegangi perut yang tengah hamil sembilan bulan tersebut, tangan yang lain tampak menggenggam erat pergelangan tangan Aulina Roudlotul Jannah, yang saat itu berperan sebagai sang adik.

Diceritakan dalam sebuah latihan keaktoran kala itu, Komang sedang mengandung anak pertamanya. Namun, karena sebuah pertengkaran rumah tangga yang pelik, sang suami memilih untuk minggat. “Tolong hubungi Mas Surya, Lin. Bilang kalau aku harus segera ke rumah sakit,” kata Komang, sambil merintih kesakitan.

Wajahnya tampak pucat. Sesekali dia juga mengembuskan napas panjang. “Iya, Mbak. Ini sudah saya telepon, tapi tidak diangkat. Pesan chat yang kukirim sejak tadi sore juga tidak dibalas,” timpal Aulina. Ia semakin panik melihat Komang yang terus merintih. “Ayo Mbak, ke rumah sakit sekarang. Saya takut kalau terjadi apa-apa,” ajaknya.

Aulina menetaskan air mata. Dia takut nyawa kakak atau si jabang bayi tak bisa terselamatkan jika tak segera mendapatkan pertolongan. “Ndak apa-apa, Lin, kamu terus hubungi Mas Surya saja. Aku masih bisa menahan ini. Toh, hujan juga sedang deras-derasnya,” lanjut perempuan yang sehari-hari tinggal kos di Jalan Bengawan Solo, Lingkungan Tegalboto Kidul, Kecamatan Sumbersari, tersebut.

“Kat!” pekik Dwi Aprilia, Ketua Umum Teater Tiang FKIP Unej. Dia menghentikan latihan seni peran saat itu. Kedua aktor pun beranjak dari panggung dan beristirahat. Wanita yang akrab disapa April itu menjelaskan, latihan tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung sebuah pementasan teater.

SUMBERSARIRADARJEMBER.ID – Hujan disertai guntur menyelimuti langit Jember, Kamis (10/11) malam. Suasana itu seolah mendukung aktivitas sejumlah mahasiswa yang sedang berlatih teater di salah satu gedung kesenian Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej).

“Aduh, sakit Lin, perutku sakit,” ucap Ayu Komang Kholilatul Amah saat memerankan seorang ibu hamil. Sembari memegangi perut yang tengah hamil sembilan bulan tersebut, tangan yang lain tampak menggenggam erat pergelangan tangan Aulina Roudlotul Jannah, yang saat itu berperan sebagai sang adik.

Diceritakan dalam sebuah latihan keaktoran kala itu, Komang sedang mengandung anak pertamanya. Namun, karena sebuah pertengkaran rumah tangga yang pelik, sang suami memilih untuk minggat. “Tolong hubungi Mas Surya, Lin. Bilang kalau aku harus segera ke rumah sakit,” kata Komang, sambil merintih kesakitan.

Wajahnya tampak pucat. Sesekali dia juga mengembuskan napas panjang. “Iya, Mbak. Ini sudah saya telepon, tapi tidak diangkat. Pesan chat yang kukirim sejak tadi sore juga tidak dibalas,” timpal Aulina. Ia semakin panik melihat Komang yang terus merintih. “Ayo Mbak, ke rumah sakit sekarang. Saya takut kalau terjadi apa-apa,” ajaknya.

Aulina menetaskan air mata. Dia takut nyawa kakak atau si jabang bayi tak bisa terselamatkan jika tak segera mendapatkan pertolongan. “Ndak apa-apa, Lin, kamu terus hubungi Mas Surya saja. Aku masih bisa menahan ini. Toh, hujan juga sedang deras-derasnya,” lanjut perempuan yang sehari-hari tinggal kos di Jalan Bengawan Solo, Lingkungan Tegalboto Kidul, Kecamatan Sumbersari, tersebut.

“Kat!” pekik Dwi Aprilia, Ketua Umum Teater Tiang FKIP Unej. Dia menghentikan latihan seni peran saat itu. Kedua aktor pun beranjak dari panggung dan beristirahat. Wanita yang akrab disapa April itu menjelaskan, latihan tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung sebuah pementasan teater.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/