alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Kepala Dinas Jember Sampaikan 7 Titik Banjir kepada Bupati

Lanjut Koordinasi Penanggulangan Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERBARU, RADARJEMBER.ID – SEUSAI mengunjungi lokasi banjir, Bupati Jember Hendy Siswanto langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah kepala dinas di Balai Desa Sumberagung, kemarin (12/11) siang. Dia menjelaskan bahwa ada sekitar tujuh titik banjir yang saat ini perlu segera diselesaikan. Bencana itu harus ditangani sebaik mungkin.

Namun, untuk melakukan itu, bergantung pada kemauan setiap petugas. Hendy menyebutkan bahwa adanya banjir terjadi akibat perubahan ekosistem. Di antaranya, akibat banyaknya pohon yang ditebangi. Selain itu, banyak garis sempadan sungai yang seharusnya tak boleh dipakai tapi malah dipakai. “Bencana ini terbesar, tak tertutup kemungkinan tahun depan lebih ngeri,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya perlu segera menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak. Dia mengimbau para anggota destana untuk senantiasa mengingatkan warga supaya berhati-hati jika terjadi cuaca ekstrem. Petugas pertanian mengingatkan warga terkait dengan tanamnya seperti apa. “Secara keseluruhan, tanggung jawab memang kepada pemerintah daerah, tetapi kita tak boleh tinggal diam. Baik pihak pertanian, bina marga, maupun cipta karya,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, pihaknya juga bakal mengingatkan petugas dinas provinsi untuk membersihkan dan mengeruk sungai. Seperti diketahui, banyak tanah yang mengendap jika sungai lama tak dikeruk. “Apalagi kalau tahunan,” imbuhnya.

- Advertisement -

SUMBERBARU, RADARJEMBER.ID – SEUSAI mengunjungi lokasi banjir, Bupati Jember Hendy Siswanto langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah kepala dinas di Balai Desa Sumberagung, kemarin (12/11) siang. Dia menjelaskan bahwa ada sekitar tujuh titik banjir yang saat ini perlu segera diselesaikan. Bencana itu harus ditangani sebaik mungkin.

Namun, untuk melakukan itu, bergantung pada kemauan setiap petugas. Hendy menyebutkan bahwa adanya banjir terjadi akibat perubahan ekosistem. Di antaranya, akibat banyaknya pohon yang ditebangi. Selain itu, banyak garis sempadan sungai yang seharusnya tak boleh dipakai tapi malah dipakai. “Bencana ini terbesar, tak tertutup kemungkinan tahun depan lebih ngeri,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya perlu segera menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak. Dia mengimbau para anggota destana untuk senantiasa mengingatkan warga supaya berhati-hati jika terjadi cuaca ekstrem. Petugas pertanian mengingatkan warga terkait dengan tanamnya seperti apa. “Secara keseluruhan, tanggung jawab memang kepada pemerintah daerah, tetapi kita tak boleh tinggal diam. Baik pihak pertanian, bina marga, maupun cipta karya,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal mengingatkan petugas dinas provinsi untuk membersihkan dan mengeruk sungai. Seperti diketahui, banyak tanah yang mengendap jika sungai lama tak dikeruk. “Apalagi kalau tahunan,” imbuhnya.

SUMBERBARU, RADARJEMBER.ID – SEUSAI mengunjungi lokasi banjir, Bupati Jember Hendy Siswanto langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah kepala dinas di Balai Desa Sumberagung, kemarin (12/11) siang. Dia menjelaskan bahwa ada sekitar tujuh titik banjir yang saat ini perlu segera diselesaikan. Bencana itu harus ditangani sebaik mungkin.

Namun, untuk melakukan itu, bergantung pada kemauan setiap petugas. Hendy menyebutkan bahwa adanya banjir terjadi akibat perubahan ekosistem. Di antaranya, akibat banyaknya pohon yang ditebangi. Selain itu, banyak garis sempadan sungai yang seharusnya tak boleh dipakai tapi malah dipakai. “Bencana ini terbesar, tak tertutup kemungkinan tahun depan lebih ngeri,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya perlu segera menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak. Dia mengimbau para anggota destana untuk senantiasa mengingatkan warga supaya berhati-hati jika terjadi cuaca ekstrem. Petugas pertanian mengingatkan warga terkait dengan tanamnya seperti apa. “Secara keseluruhan, tanggung jawab memang kepada pemerintah daerah, tetapi kita tak boleh tinggal diam. Baik pihak pertanian, bina marga, maupun cipta karya,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal mengingatkan petugas dinas provinsi untuk membersihkan dan mengeruk sungai. Seperti diketahui, banyak tanah yang mengendap jika sungai lama tak dikeruk. “Apalagi kalau tahunan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/