alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Dishub Jember bersama Mediagram Jember Bahas Kelalaian Pengendara

Jumlah Pengendara Meningkat, Kepatuhan Stagnan Edukasi Lalu Lintas Perlu Dimasifkan

Mobile_AP_Rectangle 1

Pendataan yang dilakukan oleh kedinasan dirasa belum menyeluruh. Hal ini juga disebabkan minimnya pelaporan dari masyarakat. Misalnya, jika dibandingkan dengan data yang diperbarui dari grup Facebook, intensitas kecelakaan yang terjadi sangat tingi. Lalu, jika direkapitulasi jumlahnya lebih tinggi dibanding data kepolisian atau kedinasan. “Karena masyarakat masih minim melapor. Tapi secara umum, kecelakaan itu bisa disebabkan human error, lingkungan, atau masalah lain. Banyak faktor lainnya,” imbuh Siswanto.

Apalagi jika dibandingkan dengan intensitas kecelakaan yang terjadi di perdesaan. Kesadaran melapor di desa malah lebih sedikit dibandingkan dengan masyarakat kota. Dan hingga saat ini masih belum ada analisis keselamatan berkendara di perdesaan. “Hanya penanganan saja yang ada. Kalau analisis terkait itu masih belum ada. Kami juga belum melakukan itu,” ungkapnya.

Untuk menanggulangi adanya kecelakaan lalu lintas yang lebih masif, ke depan pihaknya akan menggelar edukasi berlalu lintas yang menyasar semua pengguna jalan. Selain itu, memproyeksikan adanya analisis keselamatan berkendara. (ani/c2/rus)

- Advertisement -

Pendataan yang dilakukan oleh kedinasan dirasa belum menyeluruh. Hal ini juga disebabkan minimnya pelaporan dari masyarakat. Misalnya, jika dibandingkan dengan data yang diperbarui dari grup Facebook, intensitas kecelakaan yang terjadi sangat tingi. Lalu, jika direkapitulasi jumlahnya lebih tinggi dibanding data kepolisian atau kedinasan. “Karena masyarakat masih minim melapor. Tapi secara umum, kecelakaan itu bisa disebabkan human error, lingkungan, atau masalah lain. Banyak faktor lainnya,” imbuh Siswanto.

Apalagi jika dibandingkan dengan intensitas kecelakaan yang terjadi di perdesaan. Kesadaran melapor di desa malah lebih sedikit dibandingkan dengan masyarakat kota. Dan hingga saat ini masih belum ada analisis keselamatan berkendara di perdesaan. “Hanya penanganan saja yang ada. Kalau analisis terkait itu masih belum ada. Kami juga belum melakukan itu,” ungkapnya.

Untuk menanggulangi adanya kecelakaan lalu lintas yang lebih masif, ke depan pihaknya akan menggelar edukasi berlalu lintas yang menyasar semua pengguna jalan. Selain itu, memproyeksikan adanya analisis keselamatan berkendara. (ani/c2/rus)

Pendataan yang dilakukan oleh kedinasan dirasa belum menyeluruh. Hal ini juga disebabkan minimnya pelaporan dari masyarakat. Misalnya, jika dibandingkan dengan data yang diperbarui dari grup Facebook, intensitas kecelakaan yang terjadi sangat tingi. Lalu, jika direkapitulasi jumlahnya lebih tinggi dibanding data kepolisian atau kedinasan. “Karena masyarakat masih minim melapor. Tapi secara umum, kecelakaan itu bisa disebabkan human error, lingkungan, atau masalah lain. Banyak faktor lainnya,” imbuh Siswanto.

Apalagi jika dibandingkan dengan intensitas kecelakaan yang terjadi di perdesaan. Kesadaran melapor di desa malah lebih sedikit dibandingkan dengan masyarakat kota. Dan hingga saat ini masih belum ada analisis keselamatan berkendara di perdesaan. “Hanya penanganan saja yang ada. Kalau analisis terkait itu masih belum ada. Kami juga belum melakukan itu,” ungkapnya.

Untuk menanggulangi adanya kecelakaan lalu lintas yang lebih masif, ke depan pihaknya akan menggelar edukasi berlalu lintas yang menyasar semua pengguna jalan. Selain itu, memproyeksikan adanya analisis keselamatan berkendara. (ani/c2/rus)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/