alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Dua SD Negeri Ditutup

Minim Siswa, Lokasi di Pelosok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember kembali menutup dua sekolah dasar. Ini menambah daftar sekolah yang telah dihentikan operasionalnya. Sebelumnya, Dispendik menutup SD Negeri Suci 04 Kecamatan Panti, dan SD Negeri Bagon 02 Kecamatan Puger. Kini, dua lembaga yang ditutup tersebut adalah SD Negeri Sidomulyo 08 Kecamatan Silo dan SD Negeri Curahtakir 05 Kecamatan Tempurejo.

Rata-rata faktor penyebab penutupan sekolah itu karena siswanya cukup minim. SD Negeri Sidomulyo 08 misalnya. Gedung sekolah yang berada di perbatasan Banyuwangi-Jember tersebut sudah tidak lagi menerima siswa baru pada tahun ajaran 2020. Sebelumnya, sekolah meluluskan empat peserta didik, dan saat ini tinggal menyelesaikan siswa kelas VI yang jumlahnya hanya tujuh murid. Kabar penutupan sekolah ini juga sudah disampaikan sejak satu semester lalu.

Sebenarnya, penutupan ini cukup disayangkan. Sebab, masih ada anak yang mau sekolah di lembaga itu. Dengan penutupan SDN Sidomulyo 08 ini, maka anak yang rumahnya di sekitar sekolah harus menempuh pendidikan di lokasi yang lebih jauh dari tempat tinggalnya. “Untuk ruang kelas dan ruang guru yang ditempati merupakan rumah yang menjadi aset Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” kata Zaenullah, Kepala SD Negeri Sidomulyo 08, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, meski telah ditutup, namun peralatan belajar seperti bangku, meja, serta fasilitas lainnya untuk sementara waktu masih dibiarkan di rumah dinas tersebut. “Sejauh ini, saya masih menunggu surat keputusan (SK) penutupan dari Dinas Pendidikan Jember. Setelah sekolah ditutup, saya akan pindah ke mana juga masih menunggu SK,” tutur Zaenullah.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami SD Negeri Curahtakir 05 yang hanya memiliki empat peserta didik di tahun ini. Akibat penutupan dua lembaga tersebut, seluruh tenaga pendidik ditransfer ke sekolah lain. Dua guru SD Negeri Curahtakir 05 didistribusikan ke SD Negeri Curahtakir 03. Sementara dua guru SD Sidomulyo 08, satu pengajar telah pensiun, dan satu guru menjadi Plt Kepala SD Negeri Sidomulyo 04.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember kembali menutup dua sekolah dasar. Ini menambah daftar sekolah yang telah dihentikan operasionalnya. Sebelumnya, Dispendik menutup SD Negeri Suci 04 Kecamatan Panti, dan SD Negeri Bagon 02 Kecamatan Puger. Kini, dua lembaga yang ditutup tersebut adalah SD Negeri Sidomulyo 08 Kecamatan Silo dan SD Negeri Curahtakir 05 Kecamatan Tempurejo.

Rata-rata faktor penyebab penutupan sekolah itu karena siswanya cukup minim. SD Negeri Sidomulyo 08 misalnya. Gedung sekolah yang berada di perbatasan Banyuwangi-Jember tersebut sudah tidak lagi menerima siswa baru pada tahun ajaran 2020. Sebelumnya, sekolah meluluskan empat peserta didik, dan saat ini tinggal menyelesaikan siswa kelas VI yang jumlahnya hanya tujuh murid. Kabar penutupan sekolah ini juga sudah disampaikan sejak satu semester lalu.

Sebenarnya, penutupan ini cukup disayangkan. Sebab, masih ada anak yang mau sekolah di lembaga itu. Dengan penutupan SDN Sidomulyo 08 ini, maka anak yang rumahnya di sekitar sekolah harus menempuh pendidikan di lokasi yang lebih jauh dari tempat tinggalnya. “Untuk ruang kelas dan ruang guru yang ditempati merupakan rumah yang menjadi aset Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” kata Zaenullah, Kepala SD Negeri Sidomulyo 08, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Menurutnya, meski telah ditutup, namun peralatan belajar seperti bangku, meja, serta fasilitas lainnya untuk sementara waktu masih dibiarkan di rumah dinas tersebut. “Sejauh ini, saya masih menunggu surat keputusan (SK) penutupan dari Dinas Pendidikan Jember. Setelah sekolah ditutup, saya akan pindah ke mana juga masih menunggu SK,” tutur Zaenullah.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami SD Negeri Curahtakir 05 yang hanya memiliki empat peserta didik di tahun ini. Akibat penutupan dua lembaga tersebut, seluruh tenaga pendidik ditransfer ke sekolah lain. Dua guru SD Negeri Curahtakir 05 didistribusikan ke SD Negeri Curahtakir 03. Sementara dua guru SD Sidomulyo 08, satu pengajar telah pensiun, dan satu guru menjadi Plt Kepala SD Negeri Sidomulyo 04.

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember kembali menutup dua sekolah dasar. Ini menambah daftar sekolah yang telah dihentikan operasionalnya. Sebelumnya, Dispendik menutup SD Negeri Suci 04 Kecamatan Panti, dan SD Negeri Bagon 02 Kecamatan Puger. Kini, dua lembaga yang ditutup tersebut adalah SD Negeri Sidomulyo 08 Kecamatan Silo dan SD Negeri Curahtakir 05 Kecamatan Tempurejo.

Rata-rata faktor penyebab penutupan sekolah itu karena siswanya cukup minim. SD Negeri Sidomulyo 08 misalnya. Gedung sekolah yang berada di perbatasan Banyuwangi-Jember tersebut sudah tidak lagi menerima siswa baru pada tahun ajaran 2020. Sebelumnya, sekolah meluluskan empat peserta didik, dan saat ini tinggal menyelesaikan siswa kelas VI yang jumlahnya hanya tujuh murid. Kabar penutupan sekolah ini juga sudah disampaikan sejak satu semester lalu.

Sebenarnya, penutupan ini cukup disayangkan. Sebab, masih ada anak yang mau sekolah di lembaga itu. Dengan penutupan SDN Sidomulyo 08 ini, maka anak yang rumahnya di sekitar sekolah harus menempuh pendidikan di lokasi yang lebih jauh dari tempat tinggalnya. “Untuk ruang kelas dan ruang guru yang ditempati merupakan rumah yang menjadi aset Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” kata Zaenullah, Kepala SD Negeri Sidomulyo 08, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Menurutnya, meski telah ditutup, namun peralatan belajar seperti bangku, meja, serta fasilitas lainnya untuk sementara waktu masih dibiarkan di rumah dinas tersebut. “Sejauh ini, saya masih menunggu surat keputusan (SK) penutupan dari Dinas Pendidikan Jember. Setelah sekolah ditutup, saya akan pindah ke mana juga masih menunggu SK,” tutur Zaenullah.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami SD Negeri Curahtakir 05 yang hanya memiliki empat peserta didik di tahun ini. Akibat penutupan dua lembaga tersebut, seluruh tenaga pendidik ditransfer ke sekolah lain. Dua guru SD Negeri Curahtakir 05 didistribusikan ke SD Negeri Curahtakir 03. Sementara dua guru SD Sidomulyo 08, satu pengajar telah pensiun, dan satu guru menjadi Plt Kepala SD Negeri Sidomulyo 04.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/