alexametrics
26.8 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

SMPN 10 Jember Siap Kirim Wakil Kompetisi Event Batik Radar Jember

Dalam Lomba Desain Batik Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai sekolah yang sempat ditetapkan menjadi sekolah batik oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, beberapa tahun lalu, SMPN 10 Jember kini kembali unjuk kemampuan di tingkatan kabupaten. Hal itu dibuktikan dengan partisipasi dalam lomba desain motif batik dan fashion batik yang digelar oleh Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember.

Ketua Tim Pengembangan Batik SMPN 10 Jember Endang Sri Rejeki menjelaskan beberapa motivasi dalam mengikuti lomba tersebut. Pertama, untuk memperingati Hari Batik Nasional (HBN) yang juga jatuh pada bulan Oktober ini.

Kemudian, sekolah juga telah mengajarkan ekstrakurikuler membatik yang diajarkan sejak kelas tujuh. “Anak-anak kelas tujuh juga sudah diajari membuat batik untuk almamater. Jadi, kami antusias mengikuti karena hal itu,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Siswa-siswi di sekolah ini memang tak hanya dikenal sebagai insan akademik, namun juga generasi yang aktif melestarikan warisan seni dan budaya Indonesia. Karya batik buatan siswa pun tak hanya digunakan untuk kebutuhan internal sekolah saja. Bahkan, tak jarang banyak guru dari sekolah lain, Dinas Pendidikan, hingga instansi perguruan tinggi sering memesan batik pada SMPN 10 Jember.

“Memang tidak kami informasikan ke masyarakat. Tapi, orang luar yang tahu sendiri dan datang ke sini. Misalkan saat acara MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran, Red), kami tunjukkan ke guru luar, mereka menyebar info,” imbuhnya.

Durasi pembuatan batik juga beragam, bergantung pada tingkat kesulitannya. Apalagi, pembuatan batik hanya dilakukan setelah proses belajar mengajar telah rampung. “Kami menerima pesanan, tapi prosesnya tidak secepat di pembuatan batik pada umumnya. Karena untuk membuat batik, kami sesuaikan dengan jadwal guru, yakni dibuat setelah pembelajaran selesai,” katanya.

Dalam perlombaan yang akan digelar pada akhir bulan ini, terdapat sembilan siswa SMPN 10 yang telah siap berpartisipasi menyemarakkan kegiatan kabupaten tersebut.

Endang menyebut, pihaknya berharap siswa yang mengikuti lomba nantinya mendapat banyak pengalaman. Terutama belajar sosialisasi di luar sekolah dalam bidang batik. “Harapannya, SMPN 10 Jember lebih dikenal masyarakat, tidak hanya unggul di bidang akademik. Kemudian, anak-anak bisa lebih percaya diri, dan belajar bersosialisasi di luar. Dengan begitu, kalau dapat juara bisa lebih semangat atau dikembangkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai sekolah yang sempat ditetapkan menjadi sekolah batik oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, beberapa tahun lalu, SMPN 10 Jember kini kembali unjuk kemampuan di tingkatan kabupaten. Hal itu dibuktikan dengan partisipasi dalam lomba desain motif batik dan fashion batik yang digelar oleh Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember.

Ketua Tim Pengembangan Batik SMPN 10 Jember Endang Sri Rejeki menjelaskan beberapa motivasi dalam mengikuti lomba tersebut. Pertama, untuk memperingati Hari Batik Nasional (HBN) yang juga jatuh pada bulan Oktober ini.

Kemudian, sekolah juga telah mengajarkan ekstrakurikuler membatik yang diajarkan sejak kelas tujuh. “Anak-anak kelas tujuh juga sudah diajari membuat batik untuk almamater. Jadi, kami antusias mengikuti karena hal itu,” tuturnya.

Siswa-siswi di sekolah ini memang tak hanya dikenal sebagai insan akademik, namun juga generasi yang aktif melestarikan warisan seni dan budaya Indonesia. Karya batik buatan siswa pun tak hanya digunakan untuk kebutuhan internal sekolah saja. Bahkan, tak jarang banyak guru dari sekolah lain, Dinas Pendidikan, hingga instansi perguruan tinggi sering memesan batik pada SMPN 10 Jember.

“Memang tidak kami informasikan ke masyarakat. Tapi, orang luar yang tahu sendiri dan datang ke sini. Misalkan saat acara MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran, Red), kami tunjukkan ke guru luar, mereka menyebar info,” imbuhnya.

Durasi pembuatan batik juga beragam, bergantung pada tingkat kesulitannya. Apalagi, pembuatan batik hanya dilakukan setelah proses belajar mengajar telah rampung. “Kami menerima pesanan, tapi prosesnya tidak secepat di pembuatan batik pada umumnya. Karena untuk membuat batik, kami sesuaikan dengan jadwal guru, yakni dibuat setelah pembelajaran selesai,” katanya.

Dalam perlombaan yang akan digelar pada akhir bulan ini, terdapat sembilan siswa SMPN 10 yang telah siap berpartisipasi menyemarakkan kegiatan kabupaten tersebut.

Endang menyebut, pihaknya berharap siswa yang mengikuti lomba nantinya mendapat banyak pengalaman. Terutama belajar sosialisasi di luar sekolah dalam bidang batik. “Harapannya, SMPN 10 Jember lebih dikenal masyarakat, tidak hanya unggul di bidang akademik. Kemudian, anak-anak bisa lebih percaya diri, dan belajar bersosialisasi di luar. Dengan begitu, kalau dapat juara bisa lebih semangat atau dikembangkan,” pungkasnya.

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai sekolah yang sempat ditetapkan menjadi sekolah batik oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, beberapa tahun lalu, SMPN 10 Jember kini kembali unjuk kemampuan di tingkatan kabupaten. Hal itu dibuktikan dengan partisipasi dalam lomba desain motif batik dan fashion batik yang digelar oleh Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember.

Ketua Tim Pengembangan Batik SMPN 10 Jember Endang Sri Rejeki menjelaskan beberapa motivasi dalam mengikuti lomba tersebut. Pertama, untuk memperingati Hari Batik Nasional (HBN) yang juga jatuh pada bulan Oktober ini.

Kemudian, sekolah juga telah mengajarkan ekstrakurikuler membatik yang diajarkan sejak kelas tujuh. “Anak-anak kelas tujuh juga sudah diajari membuat batik untuk almamater. Jadi, kami antusias mengikuti karena hal itu,” tuturnya.

Siswa-siswi di sekolah ini memang tak hanya dikenal sebagai insan akademik, namun juga generasi yang aktif melestarikan warisan seni dan budaya Indonesia. Karya batik buatan siswa pun tak hanya digunakan untuk kebutuhan internal sekolah saja. Bahkan, tak jarang banyak guru dari sekolah lain, Dinas Pendidikan, hingga instansi perguruan tinggi sering memesan batik pada SMPN 10 Jember.

“Memang tidak kami informasikan ke masyarakat. Tapi, orang luar yang tahu sendiri dan datang ke sini. Misalkan saat acara MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran, Red), kami tunjukkan ke guru luar, mereka menyebar info,” imbuhnya.

Durasi pembuatan batik juga beragam, bergantung pada tingkat kesulitannya. Apalagi, pembuatan batik hanya dilakukan setelah proses belajar mengajar telah rampung. “Kami menerima pesanan, tapi prosesnya tidak secepat di pembuatan batik pada umumnya. Karena untuk membuat batik, kami sesuaikan dengan jadwal guru, yakni dibuat setelah pembelajaran selesai,” katanya.

Dalam perlombaan yang akan digelar pada akhir bulan ini, terdapat sembilan siswa SMPN 10 yang telah siap berpartisipasi menyemarakkan kegiatan kabupaten tersebut.

Endang menyebut, pihaknya berharap siswa yang mengikuti lomba nantinya mendapat banyak pengalaman. Terutama belajar sosialisasi di luar sekolah dalam bidang batik. “Harapannya, SMPN 10 Jember lebih dikenal masyarakat, tidak hanya unggul di bidang akademik. Kemudian, anak-anak bisa lebih percaya diri, dan belajar bersosialisasi di luar. Dengan begitu, kalau dapat juara bisa lebih semangat atau dikembangkan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca