alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Telat Sekelebat, Maut Menjemput

Penjaga Perlintasan Kereta Selamatkan Satu Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untung saja Suto bertindak cekatan. Jika tidak, bisa jadi satu keluarga yang berada di dalam mobil Ayla menjadi korban kecelakaan. Sebab, di waktu bersamaan, ketika kendaraan warna hitam itu mogok di atas rel, ada kereta api yang bakal melintas. Terlambat hitungan menit saja, tabrakan antara kereta dan kendaraan penumpang ini akan menjadi petaka yang merenggut korban jiwa.

Pagi itu, wajah Suto tiba-tiba tegang. Saat akan menutup portal perlintasan kereta api di jalan arah Puncak Rembangan, Kelurahan Baratan, dirinya melihat sebuah mobil mogok persis di atas rel kereta. Padahal, sesuai jadwal, Kereta Api (KA) Sritanjung dari arah Banyuwangi bakal melintas di jalur tersebut. Kini, dia menjadi panik.

Pria 55 tahun itu kemudian berlari ke utara. Dia mencegat masinis dengan mengibarkan bendera merah. Bendera ini sebagai tanda ke masinis bahwa keadaan sedang bahaya. Meski upayanya itu tak mampu menghentikan laju kereta, namun masinis memahami kode tersebut sehingga kecepatan kereta mulai berkurang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena jarak yang cukup dekat, kecelakaan tak bisa dihindarkan. Mobil itu tertabrak lalu terseret sampai belasan meter dari lokasi kejadian. Beruntung, beberapa menit sebelum kereta menghantam mobil, sopir dan seluruh penumpangnya berhasil keluar. Mereka yang tercatat satu keluarga ini bisa menyelamatkan diri setelah warga dan tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi berteriak. Mereka memberi tahu bahwa kereta akan segera lewat.

“Saya merasa bersyukur karena sopir dan tiga penumpang yang ada di dalam mobil berhasil keluar. Tapi saya akan trauma seandainya mereka tak bisa keluar,” ucap Suto, penjaga palang pintu perlintasan kereta api swadaya tersebut.

Sebelum mobil tertabrak KA, Suto memang sempat berlari ke utara. Dia memberi tanda agar masinis mengurangi kecepatan kereta. Meski tak sampai mencegah kecelakaan, namun berkat usahanya itu, laju kereta melambat. Sehingga mobil yang tertabrak tak sampai terguling karena kereta sudah berjalan pelan. Bisa jadi, jika kecepatan kereta tinggi, mobil tersebut akan terpental.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untung saja Suto bertindak cekatan. Jika tidak, bisa jadi satu keluarga yang berada di dalam mobil Ayla menjadi korban kecelakaan. Sebab, di waktu bersamaan, ketika kendaraan warna hitam itu mogok di atas rel, ada kereta api yang bakal melintas. Terlambat hitungan menit saja, tabrakan antara kereta dan kendaraan penumpang ini akan menjadi petaka yang merenggut korban jiwa.

Pagi itu, wajah Suto tiba-tiba tegang. Saat akan menutup portal perlintasan kereta api di jalan arah Puncak Rembangan, Kelurahan Baratan, dirinya melihat sebuah mobil mogok persis di atas rel kereta. Padahal, sesuai jadwal, Kereta Api (KA) Sritanjung dari arah Banyuwangi bakal melintas di jalur tersebut. Kini, dia menjadi panik.

Pria 55 tahun itu kemudian berlari ke utara. Dia mencegat masinis dengan mengibarkan bendera merah. Bendera ini sebagai tanda ke masinis bahwa keadaan sedang bahaya. Meski upayanya itu tak mampu menghentikan laju kereta, namun masinis memahami kode tersebut sehingga kecepatan kereta mulai berkurang.

Karena jarak yang cukup dekat, kecelakaan tak bisa dihindarkan. Mobil itu tertabrak lalu terseret sampai belasan meter dari lokasi kejadian. Beruntung, beberapa menit sebelum kereta menghantam mobil, sopir dan seluruh penumpangnya berhasil keluar. Mereka yang tercatat satu keluarga ini bisa menyelamatkan diri setelah warga dan tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi berteriak. Mereka memberi tahu bahwa kereta akan segera lewat.

“Saya merasa bersyukur karena sopir dan tiga penumpang yang ada di dalam mobil berhasil keluar. Tapi saya akan trauma seandainya mereka tak bisa keluar,” ucap Suto, penjaga palang pintu perlintasan kereta api swadaya tersebut.

Sebelum mobil tertabrak KA, Suto memang sempat berlari ke utara. Dia memberi tanda agar masinis mengurangi kecepatan kereta. Meski tak sampai mencegah kecelakaan, namun berkat usahanya itu, laju kereta melambat. Sehingga mobil yang tertabrak tak sampai terguling karena kereta sudah berjalan pelan. Bisa jadi, jika kecepatan kereta tinggi, mobil tersebut akan terpental.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untung saja Suto bertindak cekatan. Jika tidak, bisa jadi satu keluarga yang berada di dalam mobil Ayla menjadi korban kecelakaan. Sebab, di waktu bersamaan, ketika kendaraan warna hitam itu mogok di atas rel, ada kereta api yang bakal melintas. Terlambat hitungan menit saja, tabrakan antara kereta dan kendaraan penumpang ini akan menjadi petaka yang merenggut korban jiwa.

Pagi itu, wajah Suto tiba-tiba tegang. Saat akan menutup portal perlintasan kereta api di jalan arah Puncak Rembangan, Kelurahan Baratan, dirinya melihat sebuah mobil mogok persis di atas rel kereta. Padahal, sesuai jadwal, Kereta Api (KA) Sritanjung dari arah Banyuwangi bakal melintas di jalur tersebut. Kini, dia menjadi panik.

Pria 55 tahun itu kemudian berlari ke utara. Dia mencegat masinis dengan mengibarkan bendera merah. Bendera ini sebagai tanda ke masinis bahwa keadaan sedang bahaya. Meski upayanya itu tak mampu menghentikan laju kereta, namun masinis memahami kode tersebut sehingga kecepatan kereta mulai berkurang.

Karena jarak yang cukup dekat, kecelakaan tak bisa dihindarkan. Mobil itu tertabrak lalu terseret sampai belasan meter dari lokasi kejadian. Beruntung, beberapa menit sebelum kereta menghantam mobil, sopir dan seluruh penumpangnya berhasil keluar. Mereka yang tercatat satu keluarga ini bisa menyelamatkan diri setelah warga dan tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi berteriak. Mereka memberi tahu bahwa kereta akan segera lewat.

“Saya merasa bersyukur karena sopir dan tiga penumpang yang ada di dalam mobil berhasil keluar. Tapi saya akan trauma seandainya mereka tak bisa keluar,” ucap Suto, penjaga palang pintu perlintasan kereta api swadaya tersebut.

Sebelum mobil tertabrak KA, Suto memang sempat berlari ke utara. Dia memberi tanda agar masinis mengurangi kecepatan kereta. Meski tak sampai mencegah kecelakaan, namun berkat usahanya itu, laju kereta melambat. Sehingga mobil yang tertabrak tak sampai terguling karena kereta sudah berjalan pelan. Bisa jadi, jika kecepatan kereta tinggi, mobil tersebut akan terpental.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/