alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Mutasi Kasek Akan Berlantut ke Tingkat MIN

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mutasi kepala madrasah negeri pada sejumlah satuan pendidikan di lingkungan Kemenag Jember, beberapa pekan lalu, sepertinya masih akan berlanjut. Setelah selesai di tingkat madrasah aliyah negeri (MAN) dan madrasah tsanawiyah negeri (MTsN), direncanakan pula akan berlanjut hingga tingkat madrasah ibtidaiyah negeri atau MIN.

Hal itu ditegaskan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember Edy Sucipto. Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember beberapa hari lalu, Edy mengatakan, perotasian itu diakuinya menjadi kebutuhan dalam jabatan sebagai kepala madrasah negeri.

“Karena ada sejumlah madrasah yang kepala madrasahnya sudah meninggal. Ada pula kepala madrasah yang baru promosi,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mutasi kepala madrasah negeri pada sejumlah satuan pendidikan di lingkungan Kemenag Jember, beberapa pekan lalu, sepertinya masih akan berlanjut. Setelah selesai di tingkat madrasah aliyah negeri (MAN) dan madrasah tsanawiyah negeri (MTsN), direncanakan pula akan berlanjut hingga tingkat madrasah ibtidaiyah negeri atau MIN.

Hal itu ditegaskan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember Edy Sucipto. Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember beberapa hari lalu, Edy mengatakan, perotasian itu diakuinya menjadi kebutuhan dalam jabatan sebagai kepala madrasah negeri.

“Karena ada sejumlah madrasah yang kepala madrasahnya sudah meninggal. Ada pula kepala madrasah yang baru promosi,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mutasi kepala madrasah negeri pada sejumlah satuan pendidikan di lingkungan Kemenag Jember, beberapa pekan lalu, sepertinya masih akan berlanjut. Setelah selesai di tingkat madrasah aliyah negeri (MAN) dan madrasah tsanawiyah negeri (MTsN), direncanakan pula akan berlanjut hingga tingkat madrasah ibtidaiyah negeri atau MIN.

Hal itu ditegaskan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember Edy Sucipto. Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember beberapa hari lalu, Edy mengatakan, perotasian itu diakuinya menjadi kebutuhan dalam jabatan sebagai kepala madrasah negeri.

“Karena ada sejumlah madrasah yang kepala madrasahnya sudah meninggal. Ada pula kepala madrasah yang baru promosi,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/