alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pemkab Jember terkait Pengangguran, Tak Bisa Hanya Andalkan Pemprov

"Pascapelatihan itu, peserta tetap dipantau. Kami bantu mengoneksikan ke perusahaan atau pabrik yang membuka lowongan. Ini agar mereka terserap ke sana," Bachtiar S - Kasi Pengembangan dan Pemasaran BLK Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Jika dikalkulasikan, total keseluruhan paket pelatihan Pemrov Jatim tahun 2021 ini bisa menjangkau sekitar 1.376 lebih pendaftar. Angka ini masih terlampau jauh dari angka pengangguran 67 ribu jiwa atau 5,2 persen dari jumlah penduduk di Jember tersebut.

Hal itu membuktikan bahwa angka pengangguran kerja ini sebenarnya tak cukup jika sekadar tertangani oleh program pelatihan pemerintah provinsi. Namun, juga harus didukung oleh pemerintah kabupaten. Apalagi jika yang berjalan hanya provinsi saja dan kabupaten tidak, maka sama saja angka pengangguran yang tinggi tidak akan mampu ditekan secara signifikan.

Sebenarnya, kondisi tenaga kerja dan angka pengangguran itu juga menjadi tugas Pemkab Jember melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember. Namun, hingga kemarin (12/9), Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Edy Santoso masih enggan menanggapi upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember. Baik melalui sambungan telepon maupun saat ditemui langsung di kantornya, Rabu siang (8/9) lalu. Kala itu, Bambang tidak ada di tempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Maulana

Fotografer : Ilustrasi Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Jika dikalkulasikan, total keseluruhan paket pelatihan Pemrov Jatim tahun 2021 ini bisa menjangkau sekitar 1.376 lebih pendaftar. Angka ini masih terlampau jauh dari angka pengangguran 67 ribu jiwa atau 5,2 persen dari jumlah penduduk di Jember tersebut.

Hal itu membuktikan bahwa angka pengangguran kerja ini sebenarnya tak cukup jika sekadar tertangani oleh program pelatihan pemerintah provinsi. Namun, juga harus didukung oleh pemerintah kabupaten. Apalagi jika yang berjalan hanya provinsi saja dan kabupaten tidak, maka sama saja angka pengangguran yang tinggi tidak akan mampu ditekan secara signifikan.

Sebenarnya, kondisi tenaga kerja dan angka pengangguran itu juga menjadi tugas Pemkab Jember melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember. Namun, hingga kemarin (12/9), Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Edy Santoso masih enggan menanggapi upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember. Baik melalui sambungan telepon maupun saat ditemui langsung di kantornya, Rabu siang (8/9) lalu. Kala itu, Bambang tidak ada di tempat.

Reporter : Maulana

Fotografer : Ilustrasi Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih

Jika dikalkulasikan, total keseluruhan paket pelatihan Pemrov Jatim tahun 2021 ini bisa menjangkau sekitar 1.376 lebih pendaftar. Angka ini masih terlampau jauh dari angka pengangguran 67 ribu jiwa atau 5,2 persen dari jumlah penduduk di Jember tersebut.

Hal itu membuktikan bahwa angka pengangguran kerja ini sebenarnya tak cukup jika sekadar tertangani oleh program pelatihan pemerintah provinsi. Namun, juga harus didukung oleh pemerintah kabupaten. Apalagi jika yang berjalan hanya provinsi saja dan kabupaten tidak, maka sama saja angka pengangguran yang tinggi tidak akan mampu ditekan secara signifikan.

Sebenarnya, kondisi tenaga kerja dan angka pengangguran itu juga menjadi tugas Pemkab Jember melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember. Namun, hingga kemarin (12/9), Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Edy Santoso masih enggan menanggapi upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember. Baik melalui sambungan telepon maupun saat ditemui langsung di kantornya, Rabu siang (8/9) lalu. Kala itu, Bambang tidak ada di tempat.

Reporter : Maulana

Fotografer : Ilustrasi Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/