alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Menuju Musim Hujan, Tak Kunjung Ada Solusi Terkait Sampah di Jember

Volume Sampah Sungai Kian Tak Terkendali

Mobile_AP_Rectangle 1

CURAHMALANG, RADARJEMBER.ID – Sampah-sampah yang kerap ditemukan berserakan di jalan-jalan hingga sungai seakan menjadi pemandangan biasa. Apalagi bagi beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan atau bantaran sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai seakan sulit dihindari.

Akibatnya, hampir tiap hari sampah-sampah itu ditemui menumpuk dan menyumbat di beberapa pintu air atau dam. Seperti pemandangan yang biasa terlihat di Dam Curahmalang, Kecamatan Rambipuji Jember. “Biasanya ada petugas dibantu warga yang mengangkat sampah-sampah itu. Tapi, tidak tiap hari,” terang Mufid, warga sekitar Dam Curahmalang Jember. Beberapa warga lainnya mengaku, pemandangan tumpukan sampah itu memang sudah biasa. Bahkan berlangsung cukup lama.

Kadang, sampah-sampah dibiarkan begitu saja. Tersangkut di dam. Warga menyebut, sampah-sampah yang kerap menyumbat itu merupakan sampah kiriman dari Sungai Dinoyo yang mengalir mulai Kecamatan Panti hingga ke daerah Rambipuji. “Kalau disiagakan alat berat membersihkan sampah di sekitar sungai ini, mungkin sampah-sampah itu bisa sedikit teratasi,” tambah warga lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua World Cleanup Day Internasional (WCDI) Jember Parmuji menyebut, sebenarnya sampah itu menjadi urusan bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu, utamanya masyarakat.

Menurutnya, selama ini banyak pula kesadaran masyarakat yang mulai bangkit dalam melakukan penanganan sampah. Misalnya menggagas bank sampah yang disediakan di masing-masing dusun. “Memang harus yang mengawali gerakan seperti itu. Kalau semuanya masih menunggu, ya, sulit,” terang Parmuji.

- Advertisement -

CURAHMALANG, RADARJEMBER.ID – Sampah-sampah yang kerap ditemukan berserakan di jalan-jalan hingga sungai seakan menjadi pemandangan biasa. Apalagi bagi beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan atau bantaran sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai seakan sulit dihindari.

Akibatnya, hampir tiap hari sampah-sampah itu ditemui menumpuk dan menyumbat di beberapa pintu air atau dam. Seperti pemandangan yang biasa terlihat di Dam Curahmalang, Kecamatan Rambipuji Jember. “Biasanya ada petugas dibantu warga yang mengangkat sampah-sampah itu. Tapi, tidak tiap hari,” terang Mufid, warga sekitar Dam Curahmalang Jember. Beberapa warga lainnya mengaku, pemandangan tumpukan sampah itu memang sudah biasa. Bahkan berlangsung cukup lama.

Kadang, sampah-sampah dibiarkan begitu saja. Tersangkut di dam. Warga menyebut, sampah-sampah yang kerap menyumbat itu merupakan sampah kiriman dari Sungai Dinoyo yang mengalir mulai Kecamatan Panti hingga ke daerah Rambipuji. “Kalau disiagakan alat berat membersihkan sampah di sekitar sungai ini, mungkin sampah-sampah itu bisa sedikit teratasi,” tambah warga lainnya.

Ketua World Cleanup Day Internasional (WCDI) Jember Parmuji menyebut, sebenarnya sampah itu menjadi urusan bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu, utamanya masyarakat.

Menurutnya, selama ini banyak pula kesadaran masyarakat yang mulai bangkit dalam melakukan penanganan sampah. Misalnya menggagas bank sampah yang disediakan di masing-masing dusun. “Memang harus yang mengawali gerakan seperti itu. Kalau semuanya masih menunggu, ya, sulit,” terang Parmuji.

CURAHMALANG, RADARJEMBER.ID – Sampah-sampah yang kerap ditemukan berserakan di jalan-jalan hingga sungai seakan menjadi pemandangan biasa. Apalagi bagi beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan atau bantaran sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai seakan sulit dihindari.

Akibatnya, hampir tiap hari sampah-sampah itu ditemui menumpuk dan menyumbat di beberapa pintu air atau dam. Seperti pemandangan yang biasa terlihat di Dam Curahmalang, Kecamatan Rambipuji Jember. “Biasanya ada petugas dibantu warga yang mengangkat sampah-sampah itu. Tapi, tidak tiap hari,” terang Mufid, warga sekitar Dam Curahmalang Jember. Beberapa warga lainnya mengaku, pemandangan tumpukan sampah itu memang sudah biasa. Bahkan berlangsung cukup lama.

Kadang, sampah-sampah dibiarkan begitu saja. Tersangkut di dam. Warga menyebut, sampah-sampah yang kerap menyumbat itu merupakan sampah kiriman dari Sungai Dinoyo yang mengalir mulai Kecamatan Panti hingga ke daerah Rambipuji. “Kalau disiagakan alat berat membersihkan sampah di sekitar sungai ini, mungkin sampah-sampah itu bisa sedikit teratasi,” tambah warga lainnya.

Ketua World Cleanup Day Internasional (WCDI) Jember Parmuji menyebut, sebenarnya sampah itu menjadi urusan bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu, utamanya masyarakat.

Menurutnya, selama ini banyak pula kesadaran masyarakat yang mulai bangkit dalam melakukan penanganan sampah. Misalnya menggagas bank sampah yang disediakan di masing-masing dusun. “Memang harus yang mengawali gerakan seperti itu. Kalau semuanya masih menunggu, ya, sulit,” terang Parmuji.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/