alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kawanan Maling Acak-Acak Kios Ikan di Rest Area Jubung

Curi Ikan Arwana dan Louhan, Kerugian Rp 16 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKORAMBI.RADARJEMBER.ID – Abdul Hayi, 41, warga Jalan Gatot Subroto V/84, RT 002/RW 011, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, kehilangan tempat usahanya. Kios ikan hias miliknya yang berada di rest area Jubung, Kecamatan Sukorambi, berantakan karena disatroni kawanan pencuri, Sabtu (12/9).

Belum diketahui pasti pukul berapa kawanan maling itu masuk ke dalam kios. Korban baru tahu setelah datang ke tempat usahanya sekitar pukul 09.00. Saat itu korban datang untuk membuka kios tersebut.

Baru saja tiba, korban kaget saat melihat tempat usahanya sudah berantakan. “Bapak saya tadi telepon pas mau buka kaget. Karena lihat kios sudah berantakan. Saya jaga malam, bapak jaga pagi,” kata anak korban.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagian barang yang awalnya ada di dalam kios sudah ada diluar. Kawanan pencuri itu diduga masuk lewat dinding sebelah timur yang terbuat dari bambu. “Masuk dan keluarnya juga lewat tempat yang sama,” kata Abdul Hayi.

Maling itu ditengarai tak bekerja sendiri. Tapi kawanan. Karena untuk membawa barang yang diambil dari kios tidak cukup hanya satu orang. Saat itu, korban langsung melaporkan kejadian ini ke perangkat desa. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukorambi. “Beberapa akuarium juga berantakan. Sedangkan sebagian ikan hias hilang,” ucap Abdul Hayi.

Setelah dicek, barang yang hilang dari dalam kios yang dirintis sejak 2013 itu, di antaranya beberapa akuarium beserta ikan hiasnya. Bahkan, dua ekor ikan Arwana jenis red, seekor ikan Louhan, dan 14 filter akuarium berbagai tipe juga digondol kawanan bandit tersebut.

Tak hanya itu, dua wafe maker dan 10 lampu akuarium berbagai jenis dan ukuran juga raib. “Saya hanya berharap agar kejadian ini secepatnya terungkap. Mudah-mudahan peristiwa serupa di rest area ini tidak berkelanjutan, ” tutur korban.

- Advertisement -

SUKORAMBI.RADARJEMBER.ID – Abdul Hayi, 41, warga Jalan Gatot Subroto V/84, RT 002/RW 011, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, kehilangan tempat usahanya. Kios ikan hias miliknya yang berada di rest area Jubung, Kecamatan Sukorambi, berantakan karena disatroni kawanan pencuri, Sabtu (12/9).

Belum diketahui pasti pukul berapa kawanan maling itu masuk ke dalam kios. Korban baru tahu setelah datang ke tempat usahanya sekitar pukul 09.00. Saat itu korban datang untuk membuka kios tersebut.

Baru saja tiba, korban kaget saat melihat tempat usahanya sudah berantakan. “Bapak saya tadi telepon pas mau buka kaget. Karena lihat kios sudah berantakan. Saya jaga malam, bapak jaga pagi,” kata anak korban.

Sebagian barang yang awalnya ada di dalam kios sudah ada diluar. Kawanan pencuri itu diduga masuk lewat dinding sebelah timur yang terbuat dari bambu. “Masuk dan keluarnya juga lewat tempat yang sama,” kata Abdul Hayi.

Maling itu ditengarai tak bekerja sendiri. Tapi kawanan. Karena untuk membawa barang yang diambil dari kios tidak cukup hanya satu orang. Saat itu, korban langsung melaporkan kejadian ini ke perangkat desa. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukorambi. “Beberapa akuarium juga berantakan. Sedangkan sebagian ikan hias hilang,” ucap Abdul Hayi.

Setelah dicek, barang yang hilang dari dalam kios yang dirintis sejak 2013 itu, di antaranya beberapa akuarium beserta ikan hiasnya. Bahkan, dua ekor ikan Arwana jenis red, seekor ikan Louhan, dan 14 filter akuarium berbagai tipe juga digondol kawanan bandit tersebut.

Tak hanya itu, dua wafe maker dan 10 lampu akuarium berbagai jenis dan ukuran juga raib. “Saya hanya berharap agar kejadian ini secepatnya terungkap. Mudah-mudahan peristiwa serupa di rest area ini tidak berkelanjutan, ” tutur korban.

SUKORAMBI.RADARJEMBER.ID – Abdul Hayi, 41, warga Jalan Gatot Subroto V/84, RT 002/RW 011, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, kehilangan tempat usahanya. Kios ikan hias miliknya yang berada di rest area Jubung, Kecamatan Sukorambi, berantakan karena disatroni kawanan pencuri, Sabtu (12/9).

Belum diketahui pasti pukul berapa kawanan maling itu masuk ke dalam kios. Korban baru tahu setelah datang ke tempat usahanya sekitar pukul 09.00. Saat itu korban datang untuk membuka kios tersebut.

Baru saja tiba, korban kaget saat melihat tempat usahanya sudah berantakan. “Bapak saya tadi telepon pas mau buka kaget. Karena lihat kios sudah berantakan. Saya jaga malam, bapak jaga pagi,” kata anak korban.

Sebagian barang yang awalnya ada di dalam kios sudah ada diluar. Kawanan pencuri itu diduga masuk lewat dinding sebelah timur yang terbuat dari bambu. “Masuk dan keluarnya juga lewat tempat yang sama,” kata Abdul Hayi.

Maling itu ditengarai tak bekerja sendiri. Tapi kawanan. Karena untuk membawa barang yang diambil dari kios tidak cukup hanya satu orang. Saat itu, korban langsung melaporkan kejadian ini ke perangkat desa. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukorambi. “Beberapa akuarium juga berantakan. Sedangkan sebagian ikan hias hilang,” ucap Abdul Hayi.

Setelah dicek, barang yang hilang dari dalam kios yang dirintis sejak 2013 itu, di antaranya beberapa akuarium beserta ikan hiasnya. Bahkan, dua ekor ikan Arwana jenis red, seekor ikan Louhan, dan 14 filter akuarium berbagai tipe juga digondol kawanan bandit tersebut.

Tak hanya itu, dua wafe maker dan 10 lampu akuarium berbagai jenis dan ukuran juga raib. “Saya hanya berharap agar kejadian ini secepatnya terungkap. Mudah-mudahan peristiwa serupa di rest area ini tidak berkelanjutan, ” tutur korban.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/