alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Berangsur Naik, tapi Tetap Rugi

Harga Cabai di Petani Masih Rendah

Mobile_AP_Rectangle 1

JELBUK.RADARJEMBER.ID – Harga cabai di Jember terpantau tidak stabil. Dari petani harga cabai terus bergerak turun. Misalnya di desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, harga cabai melambung diangka Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. Harga tersebut merupakan harga yang ditetapkan pengepul kepada petani.

Sedangkan, dari para pedagang dan distributor pasar, harganya lebih rendah. Mereka memasang harga beli mulai Rp 6.000 per kilogram. “Paling mentok harganya kalau ke pedagang Rp 9.000,” kata Irul, distributor cabai rawit di Desa Sucopangepok.

Rusaknya harga cabai ini telah terjadi sejak awal pandemi. Semakin parah di bulan Agustus. Selama ini, Irul merupakan distirbutor cabai dari pengepul yang nantinya dikirim ke Palembang dan Jambi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum pandemi, Irul mampu mengirim cabai keriting satu truk setiap harinya. Kini, ia hanya mampu kirim 5 – 10 karung cabai setiap harinya. “Itu saja saya kirimnya pakai ekspedisi. Tidak seperti dulu langsung pakai truk sendiri,” ujarnya.

- Advertisement -

JELBUK.RADARJEMBER.ID – Harga cabai di Jember terpantau tidak stabil. Dari petani harga cabai terus bergerak turun. Misalnya di desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, harga cabai melambung diangka Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. Harga tersebut merupakan harga yang ditetapkan pengepul kepada petani.

Sedangkan, dari para pedagang dan distributor pasar, harganya lebih rendah. Mereka memasang harga beli mulai Rp 6.000 per kilogram. “Paling mentok harganya kalau ke pedagang Rp 9.000,” kata Irul, distributor cabai rawit di Desa Sucopangepok.

Rusaknya harga cabai ini telah terjadi sejak awal pandemi. Semakin parah di bulan Agustus. Selama ini, Irul merupakan distirbutor cabai dari pengepul yang nantinya dikirim ke Palembang dan Jambi.

Sebelum pandemi, Irul mampu mengirim cabai keriting satu truk setiap harinya. Kini, ia hanya mampu kirim 5 – 10 karung cabai setiap harinya. “Itu saja saya kirimnya pakai ekspedisi. Tidak seperti dulu langsung pakai truk sendiri,” ujarnya.

JELBUK.RADARJEMBER.ID – Harga cabai di Jember terpantau tidak stabil. Dari petani harga cabai terus bergerak turun. Misalnya di desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, harga cabai melambung diangka Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. Harga tersebut merupakan harga yang ditetapkan pengepul kepada petani.

Sedangkan, dari para pedagang dan distributor pasar, harganya lebih rendah. Mereka memasang harga beli mulai Rp 6.000 per kilogram. “Paling mentok harganya kalau ke pedagang Rp 9.000,” kata Irul, distributor cabai rawit di Desa Sucopangepok.

Rusaknya harga cabai ini telah terjadi sejak awal pandemi. Semakin parah di bulan Agustus. Selama ini, Irul merupakan distirbutor cabai dari pengepul yang nantinya dikirim ke Palembang dan Jambi.

Sebelum pandemi, Irul mampu mengirim cabai keriting satu truk setiap harinya. Kini, ia hanya mampu kirim 5 – 10 karung cabai setiap harinya. “Itu saja saya kirimnya pakai ekspedisi. Tidak seperti dulu langsung pakai truk sendiri,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca