alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Masih Ada Penolakan BIAN

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) terus berlangsung hingga hari ini. Pelaksanaan yang akan berlangsung selama satu bulan itu diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak. Namun, masih ada orang tua yang menolak imunisasi, karena takut anaknya sakit.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kasi Pengendalian Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih, hingga 11 Agustus kemarin, capaian BIAN telah 50,86 persen. Sementara, untuk wilayah Sumbersari, capaiannya juga tidak jauh berbeda yaitu 51,45 persen. “Untuk capaian angka absolut per tanggal 11 Agustus sudah mencapai 1.928 balita yang divaksin,” jelas dr Dian Alfiatul Uliyah selaku Kepala Puskesmas Sumbersari.

Dia mengatakan, sasaran balita yang akan diimunisasi sebesar 3.747 balita. Jadi, masih ada 1.819 balita yang belum mendapatkan imunisasi per 11 Agustus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pelaksanaan imunisasi ada juga yang tidak lancar begitu saja. dr Rita mengungkapkan, masih ada kendala di lapangan terkait imunisasi. “Kendala di lapangan yaitu pertama, banyak sasaran balita sedang sakit, sehingga ditunda. Kedua, ada beberapa kegiatan agustusan,” jelasnya.

Selain itu juga ada penolakan dari orang tua balita. “Hambatannya masih ada penolakan di beberapa tempat karena takut anaknya sakit,” tuturnya. (mg3/c2/dwi)

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) terus berlangsung hingga hari ini. Pelaksanaan yang akan berlangsung selama satu bulan itu diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak. Namun, masih ada orang tua yang menolak imunisasi, karena takut anaknya sakit.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kasi Pengendalian Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih, hingga 11 Agustus kemarin, capaian BIAN telah 50,86 persen. Sementara, untuk wilayah Sumbersari, capaiannya juga tidak jauh berbeda yaitu 51,45 persen. “Untuk capaian angka absolut per tanggal 11 Agustus sudah mencapai 1.928 balita yang divaksin,” jelas dr Dian Alfiatul Uliyah selaku Kepala Puskesmas Sumbersari.

Dia mengatakan, sasaran balita yang akan diimunisasi sebesar 3.747 balita. Jadi, masih ada 1.819 balita yang belum mendapatkan imunisasi per 11 Agustus.

Pelaksanaan imunisasi ada juga yang tidak lancar begitu saja. dr Rita mengungkapkan, masih ada kendala di lapangan terkait imunisasi. “Kendala di lapangan yaitu pertama, banyak sasaran balita sedang sakit, sehingga ditunda. Kedua, ada beberapa kegiatan agustusan,” jelasnya.

Selain itu juga ada penolakan dari orang tua balita. “Hambatannya masih ada penolakan di beberapa tempat karena takut anaknya sakit,” tuturnya. (mg3/c2/dwi)

SUMBERSARI, Radar Jember – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) terus berlangsung hingga hari ini. Pelaksanaan yang akan berlangsung selama satu bulan itu diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak. Namun, masih ada orang tua yang menolak imunisasi, karena takut anaknya sakit.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kasi Pengendalian Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih, hingga 11 Agustus kemarin, capaian BIAN telah 50,86 persen. Sementara, untuk wilayah Sumbersari, capaiannya juga tidak jauh berbeda yaitu 51,45 persen. “Untuk capaian angka absolut per tanggal 11 Agustus sudah mencapai 1.928 balita yang divaksin,” jelas dr Dian Alfiatul Uliyah selaku Kepala Puskesmas Sumbersari.

Dia mengatakan, sasaran balita yang akan diimunisasi sebesar 3.747 balita. Jadi, masih ada 1.819 balita yang belum mendapatkan imunisasi per 11 Agustus.

Pelaksanaan imunisasi ada juga yang tidak lancar begitu saja. dr Rita mengungkapkan, masih ada kendala di lapangan terkait imunisasi. “Kendala di lapangan yaitu pertama, banyak sasaran balita sedang sakit, sehingga ditunda. Kedua, ada beberapa kegiatan agustusan,” jelasnya.

Selain itu juga ada penolakan dari orang tua balita. “Hambatannya masih ada penolakan di beberapa tempat karena takut anaknya sakit,” tuturnya. (mg3/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/