alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Operasi Armada Tidak Dilarang, Namun Pendapatan Berkurang. Ini Sebabnya

Tidak Ada Larangan Beroperasi Belum Semua Bus di Terminal Arjasa Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Jember masih memberi dampak signifikan bagi pendapatan insan transportasi di Terminal Arjasa. Akibatnya, armada bus belum seluruhnya beroperasi karena penumpang masih sepi.

Seorang calo penumpang di Terminal Arjasa, Sunaryo (sebelumnya ditulis pegawai lepas di terminal, Red) menyebut, sepinya penumpang juga berdampak pada penghasilannya. “Saya ikut terdampak, penghasilan turun karena penumpang sepi,” kata pria yang biasa membantu sopir mencari penumpang tersebut.

Sopir bus, Totok, mengungkapkan, pendapatan dirinya juga mengalami penurunan yang drastis. Namun, dia tetap bekerja demi keluarganya. “Penghasilan saya jauh dibandingkan sebelum pandemi. Demi bertahan hidup, saya tetap saja jalan, walaupun hasilnya sekadar cukup untuk dimakan anak dan istri,” paparnya. Sopir ini pun tidak mau menaikkan tarif karena takut menyalahi aturan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Sahroni, Koordinator Terminal Arjasa UPT P3 LLAJ Jember Dishub Provinsi Jatim, membenarkan sepinya kondisi penumpang. Menurutnya, hal itu memang memberi dampak pada penghasilan sopir dan calo yang membantu sopir. “Pendapatan mereka memang turun drastis,” katanya.

Penurunan pendapatan dan tidak beroperasinya beberapa bus itu murni disebabkan karena sepinya penumpang. Hal itu pun tidak berkaitan dengan layanan yang dilakukan oleh petugas. “Pelayanan di terminal, kami berikan secara maksimal. Tetapi, kalau pendapatan turun, itu murni karena penumpangnya sepi,” papar Sahroni.

Sahroni mengungkapkan, bus yang beroperasi sebelum pandemi jumlahnya ada 10 unit, dengan rata-rata 15 rit per hari. Namun, begitu pandemi dan PPKM diberlakukan, rata-rata hanya lima bus dengan 5 rit. Operasi armada bus di terminal Arjasa ini pun tidak dilarang. Namun, karena kondisi penumpang sepi, belum semua bus beroperasi.

- Advertisement -

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Jember masih memberi dampak signifikan bagi pendapatan insan transportasi di Terminal Arjasa. Akibatnya, armada bus belum seluruhnya beroperasi karena penumpang masih sepi.

Seorang calo penumpang di Terminal Arjasa, Sunaryo (sebelumnya ditulis pegawai lepas di terminal, Red) menyebut, sepinya penumpang juga berdampak pada penghasilannya. “Saya ikut terdampak, penghasilan turun karena penumpang sepi,” kata pria yang biasa membantu sopir mencari penumpang tersebut.

Sopir bus, Totok, mengungkapkan, pendapatan dirinya juga mengalami penurunan yang drastis. Namun, dia tetap bekerja demi keluarganya. “Penghasilan saya jauh dibandingkan sebelum pandemi. Demi bertahan hidup, saya tetap saja jalan, walaupun hasilnya sekadar cukup untuk dimakan anak dan istri,” paparnya. Sopir ini pun tidak mau menaikkan tarif karena takut menyalahi aturan.

Sementara itu, Sahroni, Koordinator Terminal Arjasa UPT P3 LLAJ Jember Dishub Provinsi Jatim, membenarkan sepinya kondisi penumpang. Menurutnya, hal itu memang memberi dampak pada penghasilan sopir dan calo yang membantu sopir. “Pendapatan mereka memang turun drastis,” katanya.

Penurunan pendapatan dan tidak beroperasinya beberapa bus itu murni disebabkan karena sepinya penumpang. Hal itu pun tidak berkaitan dengan layanan yang dilakukan oleh petugas. “Pelayanan di terminal, kami berikan secara maksimal. Tetapi, kalau pendapatan turun, itu murni karena penumpangnya sepi,” papar Sahroni.

Sahroni mengungkapkan, bus yang beroperasi sebelum pandemi jumlahnya ada 10 unit, dengan rata-rata 15 rit per hari. Namun, begitu pandemi dan PPKM diberlakukan, rata-rata hanya lima bus dengan 5 rit. Operasi armada bus di terminal Arjasa ini pun tidak dilarang. Namun, karena kondisi penumpang sepi, belum semua bus beroperasi.

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Jember masih memberi dampak signifikan bagi pendapatan insan transportasi di Terminal Arjasa. Akibatnya, armada bus belum seluruhnya beroperasi karena penumpang masih sepi.

Seorang calo penumpang di Terminal Arjasa, Sunaryo (sebelumnya ditulis pegawai lepas di terminal, Red) menyebut, sepinya penumpang juga berdampak pada penghasilannya. “Saya ikut terdampak, penghasilan turun karena penumpang sepi,” kata pria yang biasa membantu sopir mencari penumpang tersebut.

Sopir bus, Totok, mengungkapkan, pendapatan dirinya juga mengalami penurunan yang drastis. Namun, dia tetap bekerja demi keluarganya. “Penghasilan saya jauh dibandingkan sebelum pandemi. Demi bertahan hidup, saya tetap saja jalan, walaupun hasilnya sekadar cukup untuk dimakan anak dan istri,” paparnya. Sopir ini pun tidak mau menaikkan tarif karena takut menyalahi aturan.

Sementara itu, Sahroni, Koordinator Terminal Arjasa UPT P3 LLAJ Jember Dishub Provinsi Jatim, membenarkan sepinya kondisi penumpang. Menurutnya, hal itu memang memberi dampak pada penghasilan sopir dan calo yang membantu sopir. “Pendapatan mereka memang turun drastis,” katanya.

Penurunan pendapatan dan tidak beroperasinya beberapa bus itu murni disebabkan karena sepinya penumpang. Hal itu pun tidak berkaitan dengan layanan yang dilakukan oleh petugas. “Pelayanan di terminal, kami berikan secara maksimal. Tetapi, kalau pendapatan turun, itu murni karena penumpangnya sepi,” papar Sahroni.

Sahroni mengungkapkan, bus yang beroperasi sebelum pandemi jumlahnya ada 10 unit, dengan rata-rata 15 rit per hari. Namun, begitu pandemi dan PPKM diberlakukan, rata-rata hanya lima bus dengan 5 rit. Operasi armada bus di terminal Arjasa ini pun tidak dilarang. Namun, karena kondisi penumpang sepi, belum semua bus beroperasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/